Jembatan di Kecamatan Sekerak terputus total akibat hantaman banjir bandang, sehingga memutus akses utama dan mengisolasi warga di wilayah terdampak.
Semangat kemanusiaan tanpa batas kembali ditunjukkan oleh relawan Tzu Chi Medan yang berkolaborasi dengan Meratus Foundation. Pada Minggu (25/1), relawan Tzu Chi melakukan aksi tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan logistik serta dukungan energi terbarukan bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan ini menjadi sangat krusial mengingat lokasi yang dituju merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah, di mana akses komunikasi dan jaringan listrik sempat terputus total.
Duka mendalam masih menyelimuti lokasi bencana. Desa Sekumur kini hampir lenyap dan rata dengan tanah. Karakteristik bangunan desa yang didominasi rumah semi permanen berbahan kayu tidak mampu menahan derasnya hantaman banjir bandang yang membawa lumpur serta kayu gelondongan.
Truk bantuan logistik tiba di Desa Sekumur, membawa kebutuhan pangan dan air mineral untuk didistribusikan kepada para penyintas banjir bandang.
Kehancuran terjadi begitu masif hingga hanya menyisakan satu bangunan masjid serta satu hingga dua rumah permanen yang masih berdiri di tengah hamparan puing dan kayu gelondongan. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Tanjung Gelumpang, di mana hampir seluruh wilayahnya mengalami kerusakan parah.
Situasi di lapangan kini memasuki fase baru yang tak kalah menantang. Lumpur yang sebelumnya menggenangi wilayah terdampak telah mengering, namun berubah menjadi debu tebal yang beterbangan dan menyelimuti area permukiman. Kondisi ini menjadi ancaman kesehatan baru, terutama gangguan pernapasan bagi warga yang mulai berupaya melanjutkan kehidupan di Desa Sekumur.
Perjuangan Logistik di Jalur Terisolasi
Tantangan pendistribusian bantuan kali ini benar-benar menguji fisik dan mental para relawan. Selain kondisi jalan tanah yang belum beraspal dan kini rusak parah, akses utama menuju wilayah terdampak semakin sulit akibat putusnya jembatan di Kecamatan Sekerak pascabanjir bandang.
Terputusnya jalur transportasi utama ini sempat membuat beberapa desa terisolasi sepenuhnya. Para relawan pun harus mencari jalur alternatif yang terjal, rusak, serta dipenuhi kepulan debu pekat demi memastikan bantuan dapat tiba tepat waktu di tangan warga yang sangat membutuhkan pertolongan darurat.
Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan bantuan panel surya (PLTS) kepada perwakilan warga Desa Tanjung Gelumpang sebagai sumber penerangan darurat di tengah desa yang masih porak-poranda dan jaringan listrik yang belum pulih.
Melihat kondisi warga yang kehilangan harta benda serta akses kebutuhan dasar, relawan gabungan menyalurkan bantuan prioritas sebagai berikut:
Desa Sekumur:
- 2 set Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- 300 paket makanan
- 70 karton air mineral (1,6 liter)
- 50 karton snack anak
- 10 karton minyak goreng
- 12 lusin celana pria
- 2 karton popok
- 2 karton pembalut
Desa Tanjung Gelumpang:
- 1 set Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- 300 paket makanan
Shu Tjeng bersama relawan Tzu Chi Medan menyalurkan paket sembako kepada Kepala Desa Sekumur, Pak Sopian, serta warga yang terdampak banjir bandang.
Penggunaan PLTS menjadi sangat vital mengingat jaringan listrik PLN di wilayah tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu lama untuk pulih. Kehadiran penerangan dari PLTS memungkinkan warga tetap beraktivitas pada malam hari sekaligus memberikan rasa aman di tengah kondisi gelap gulita.
Kehadiran bantuan ini disambut dengan penuh antusias oleh perangkat desa setempat. Sopian, Kepala Desa Sekumur, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para relawan yang bersedia menempuh perjalanan jauh demi membantu warganya.
“Beribu terima kasih saya ucapkan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah menyalurkan bantuan. Kiranya bantuan ini dapat meringankan penderitaan warga Desa Sekumur yang saat ini sedang kehilangan segalanya,” ungkapnya.

Relawan Tzu Chi membagikan paket makanan kepada warga Desa Sekumur sebagai wujud dukungan moral dan kepedulian di tengah masa sulit pascabencana.
Shu Tjeng, relawan Tzu Chi sekaligus PIC kegiatan, menyampaikan komitmen relawan untuk tetap hadir meski kondisi di lapangan sangat menantang.
“Karena parahnya kerusakan di Desa Sekumur, hingga saat ini warga masih sangat membutuhkan bantuan, terutama sembako. Meskipun medan masih sulit, dengan jalan belum beraspal dan debu yang sangat tebal, relawan tetap bersemangat dan penuh cinta kasih mengantarkan bantuan melewati medan yang berat dan jarak yang jauh,” ujar Shu Tjeng.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran relawan tidak hanya untuk menyalurkan bantuan materi, tetapi juga untuk menghadirkan harapan.
“Relawan hadir untuk menyampaikan bahwa di luar sana masih banyak orang yang peduli. Kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendirian. Karena itu, mari kita terus bersabar dan menjaga semangat untuk bangkit kembali menata kehidupan,” pesannya kepada warga Desa Sekumur.

Bangunan masjid tetap berdiri kokoh di tengah hamparan material kayu dan puing bangunan yang tersisa di Desa Sekumur setelah banjir bandang.
Editor: Metta Wulandari