Bantuan Bagi Korban Banjir di Padang
Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Chaidir (Tzu Chi Padang)
|
| ||
Sekitar 52.123 orang mengungsi akibat banjir ini. Selain memakan korban jiwa, air bah juga menghancurkan 51 rumah warga. Sebanyak 21 unit rumah rusak parah, 73 unit rusak sedang, dan 201 lainnya hanya rusak ringan. Menurut keterangan warga di lokasi, jalan lintas barat Sumatera terputus di tiga titik. Fasilitas lain juga banyak yang rusak dihajar air bah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan menaksir kerugian mencapai Rp 630 miliar. Delapan kecamatan yang dilanda banjir sejak sore hingga Kamis dinihari, 3 November 2011 yakni, Kecamatan Batang Kapas, Kecamatan Sutera, Kecamatan Lengayang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Basa Ampek Balai, dan Kecamatan Lunang Silaut.
Keterangan :
Di Kecamatan Ranah Pesisir, ruas jalan yang amblas panjangnya mencapai 300 meter. Separuh badan jalan amblas sehingga tidak bisa dilalui. Dengan kondisi tersebut, pihak pemerintah setempat saat ini melarang bus roda enam untuk melintas di Pasir Putih. Selain itu, banjir juga mengakibatkan ratusan hektar lahan masyarakat terendam air. Puluhan ternak warga juga hanyut dibawa banjir bandang yang menghantam Pessel sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari kemarin. Bantuan Relawan Tzu Chi
| |||
Artikel Terkait
Depo Mandala: Tiga Belas Tahun Menebar Cinta Kasih Lewat Daur Ulang
23 April 2025Depo Mandala bukan sekadar tempat daur ulang, tapi ladang cinta kasih. Selama 13 tahun, relawan bergandengan tangan menjaga bumi dengan tulus. Dari sampah menjadi berkah.
Merangkul Hati Semua Orang
31 Januari 2012 Master Cheng Yen menambahkan jika berhati tulus berarti membuka hati untuk merangkul semua orang di dunia dengan penuh cinta kasih universal. Dengan demikian, barulah dunia bisa aman dan tenteram.
Dukungan untuk Susana yang Ingin Terbebas dari Belenggu Rasa Sakit
03 Februari 2021Tak bisa dibayangkan betapa
tersiksanya Susana (36) selama sembilan tahun ini. Terdapat dua benjolan besar
di lehernya, depan, juga belakang. “Sering nyeri. Saya kadang menangis sendiri,
apalagi kalau kumat. Kalau kumat saya nggak
bisa ngapa-ngapain, dibiarkan saja,”
kata Susana di rumah kontrakannya di Kapuk Pulo, Cengkareng, Jakarta Barat. ![]()








Sitemap