Bantuan Banjir di Candipuro, Lampung Selatan

Jurnalis : M. Ramdani (Tzu Chi Cabang Sinar Mas) , Fotografer : Valentino (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Sunano, Pembina Komunitas Relawan APP Sinar Mas PT Konverta Mitra Abadi (KMA) menyerahkan makanan ringan untuk anak-anak yang terdampak banjir.

“Hal yang paling menenteramkan batin manusia di dalam kehidupan adalah bila ketika ia memiliki kemampuan berapa pun, ia dengan segera bersumbangsih, memberi manfaat bagi orang banyak, dan menciptakan berkah bagi masyarakat"
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di lima desa di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan pada Kamis (27/10/2022). Desa tersebut adalah Desa Beringin Kencana, Desa Bumijaya, Desa Sidoasri, Desa Banyumas, dan Desa Cinta Mulya.

Keesokan harinya, Komunitas Relawan Tzu Chi APP Sinar Mas dari PT Konverta Mitra Abadi (KMA) Lampung melakukan survei ke Masjid Agung yang menjadi titik pengungsian warga. Pada survei tersebut, relawan mendapati ada sekitar 223 jiwa (167 KK) yang mengungsi. Terdiri dari 17 balita, 81 anak-anak, 109 remaja/dewasa dan 16 lansia.  

Relawan bekerja sama menurunkan barang bantuan di pengungsian warga terdampak banjir.

Ahmad Mukhlis, sekretaris desa setempat mengutarakan, banyak warga sangat kesulitan  akibat banjir ini, terutama untuk bayi, anak-anak, dan lansia.  Ia juga menyampaikan kebutuhan yang diperlukan mendesak untuk diberikan kepada warga terdampak.

Sepekan kemudian, Jumat 4 November 2022, para relawan meluncur ke Desa Candipuro untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Meski berjarak sekitar 90 KM dari tempat bekerja, hal ini tidak  menyurutkan niat relawan untuk membantu warga yang terdampak banjir. Bantuan yang disalurkan berupa beras, air minum mineral, mi instan, kasur busa, seragam sekolah, buku tulis, selimut dan diapers untuk balita. Untuk anak-anak, relawan memberikan susu kemasan dan makanan ringan, setidaknya bisa mengembalikan senyum mereka di tengah kondisi banjir. 

Warga merasa terhibur dengan kedatangan para relawan Tzu Chi yang tak hanya memberikan bantuan, tapi juga memberikan semangat.

Pemberian bantuan dilaksanakan di posko masjid Desa Candipuro, selepas jam makan siang. Sungguh haru suasana saat itu, namun relawan mengajak semua warga untuk tetap optimis dengan memberikan senyuman dan gurauan. Semoga bantuan ini bisa merajut kembali asa warga untuk menjalani kehidupannya yang lebih baik lagi.

Sunano, Pembina Komunitas Relawan APP Sinar Mas PT Konverta Mitra Abadi (KMA) menuturkan bahwa barang bantuan yang diserahkan tersebut untuk meringankan kesulitan mereka. “Kami utamakan dulu barang yang paling penting seperti seragam sekolah, makanan anak, kasur, selimut dan lain-lainnya. Bantuan ini semata-mata merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat,” tuturnya.

Meski Desa Candipuro berjarak sekitar 90 km dari tempat bekerja, para relawan tetap semangat menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.

Andri Restuni, Ketua Komunitas Relawan APP Sinar Mas PT Konverta Mitra Abadi (KMA) berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat terutama anak-anak agar tetap bisa belajar dengan giat, dan tetap tidur dengan nyenyak. “Seragam dan peralatan sekolah ini yang paling kami utamakan, selanjutnya makanan, minuman dan tempat tidur. Semoga bantuan ini bisa mengajak semua untuk gotong royong membantu sesama,” pungkasnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Cinta Kasih untuk Korban Banjir di Desa Panggung Mulyo

Cinta Kasih untuk Korban Banjir di Desa Panggung Mulyo

12 April 2018
Relawan Tzu Chi Sinar Mas menempuh medan yang cukup berat saat membagikan bantuan banjir  bagi warga Desa Panggung Mulyo di Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Bantuan yang diberikan berupa beras serta sembako.
Banjir Sentani: Setiap Saat Berbuat Kebajikan

Banjir Sentani: Setiap Saat Berbuat Kebajikan

29 Maret 2019

Relawan Tzu Chi Biak dan Jayapura mengunjungi posko-posko pengungsian para korban banjir di tepian Danau Sentani, Selasa, 27 Maret 2019.

Kasih Berbagi untuk Semua

Kasih Berbagi untuk Semua

26 Maret 2019

Jumat, 22 Maret 2019, sudah masuk hari keenam setelah bencana banjir bandang melanda Sentani, Papua. Hujan masih turun tapi tidak sepanjang hari, kadang deras kadang sedang. Posko pengungsi pun masih banyak dihuni. Sementara itu kebutuhan akan bahan pokok seperti air, listrik, makanan, pakaian masih belum terpenuhi secara maksimal.

Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -