Bantuan Santunan untuk H. Sarip

Jurnalis : Dok. Tzu Chi Indonesia, Fotografer : Dok. Tzu Chi Indonesia

H. Sarip, pengidap tumor ganas melanomamolina.Untuk membawa pasien ke RSHS, membutuhkan biaya tidak sedikit.

Pada awalnya, karena proses pengobatan berjalan cukup lama, setelah mencari bantuan dari berbagai pihak, tidak menyelesaikan masalahnya, akhirnya Yaya, anak kedua dari bapak H. Sarip melontarkan surat permohonan kepada yayasan tzu chi. Upayanya agar ayahnya bisa bertahan di rumah sakit, mendapat banyak kesulitan.

"Sampai saat ini saya bisa bertahan, minta bantuan kesana kemari, walaupun hati saya merasa malu, namun gimana lagi, saya sangat kasian melihat ayah jadi saya memohon bantuan kepada yayasan Buddha Tzu Chi." ungkapnya.

Ceritanya sangat mengenaskan, akhirnya ayahnya berhasil dibawa ke RSHS, relawan berkenan meninjau tempat penginapannya di teras rumah sakit, sesuai dengan janji, atas nama yayasan relawan menyerahkan uang sebanyak Rp. 500.000,- Pasien sangat berterima kasih. "Tanpa dibantu, tidak mungkin saya mendapat layanan CT Scan dari rumah sakit Al Islam¡", dengan mobil ambulan, relawan menghantar pasien kerumah sakit yang dituju. Walaupun sakitnya tergolong parah, obsesi H. Sarip mendapat kesembuhan membuat kami terharu.


Artikel Terkait

Belajar, Berbagi, dan Berkah: Sebuah Perjalanan di Tzu Chi Pekanbaru

Belajar, Berbagi, dan Berkah: Sebuah Perjalanan di Tzu Chi Pekanbaru

30 Januari 2025
Tzu Chi Pekanbaru mengadakan acara Pemberkahan Akhir Tahun sebagai ungkapan syukur serta apresiasi kepada para relawan, donatur, dan masyarakat yang telah mendukung misi kemanusiaan Tzu Chi.
Suara Kasih: Tanggung Jawab Misi Pendidikan

Suara Kasih: Tanggung Jawab Misi Pendidikan

20 Juni 2011
Pendidikan harus dimulai sejak kecil agar dapat membawa harapan bagi dunia. Agar negara dapat makmur, masyarakat dapat damai, dan keluarga dapat harmonis, kita harus memulainya dari pendidikan.
Wujud Rasa Syukur dan Berkah di Tahun 2022

Wujud Rasa Syukur dan Berkah di Tahun 2022

11 Januari 2023

Tzu Chi Makassar mengadakan acara Pemberkahan Akhir Tahun 2022. Acara ini dihadiri oleh 100 orang peserta, yang terdiri dari para pengurus Yayasan Tionghoa, relawan Tzu Chi, donatur, masyarakat umum, dan penerima bantuan khusus (Gan En Hu).

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -