Bantuan Santunan untuk H. Sarip

Jurnalis : Dok. Tzu Chi Indonesia, Fotografer : Dok. Tzu Chi Indonesia

H. Sarip, pengidap tumor ganas melanomamolina.Untuk membawa pasien ke RSHS, membutuhkan biaya tidak sedikit.

Pada awalnya, karena proses pengobatan berjalan cukup lama, setelah mencari bantuan dari berbagai pihak, tidak menyelesaikan masalahnya, akhirnya Yaya, anak kedua dari bapak H. Sarip melontarkan surat permohonan kepada yayasan tzu chi. Upayanya agar ayahnya bisa bertahan di rumah sakit, mendapat banyak kesulitan.

"Sampai saat ini saya bisa bertahan, minta bantuan kesana kemari, walaupun hati saya merasa malu, namun gimana lagi, saya sangat kasian melihat ayah jadi saya memohon bantuan kepada yayasan Buddha Tzu Chi." ungkapnya.

Ceritanya sangat mengenaskan, akhirnya ayahnya berhasil dibawa ke RSHS, relawan berkenan meninjau tempat penginapannya di teras rumah sakit, sesuai dengan janji, atas nama yayasan relawan menyerahkan uang sebanyak Rp. 500.000,- Pasien sangat berterima kasih. "Tanpa dibantu, tidak mungkin saya mendapat layanan CT Scan dari rumah sakit Al Islam¡", dengan mobil ambulan, relawan menghantar pasien kerumah sakit yang dituju. Walaupun sakitnya tergolong parah, obsesi H. Sarip mendapat kesembuhan membuat kami terharu.


Artikel Terkait

Banjir Sumatera: Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk warga Desa Sukajadi

Banjir Sumatera: Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk warga Desa Sukajadi

26 Desember 2025
Relawan Tzu Chi, TIMA, dan Tzu Ching Medan mengadakan bakti sosial kesehatan pascabanjir sekaligus membagikan kebutuhan darurat untuk warga Ds. Sukajadi, Kab. Aceh Tamiang.
Berbagi dan Meringankan Beban Masyarakat di Berastagi

Berbagi dan Meringankan Beban Masyarakat di Berastagi

07 Mei 2018

Bekerja sama dengan TNI, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Cabang Medan membagikan paket sembako kepada masyarakat Berastagi. Kegiatan pembagian sembako ini merupakan bentuk dukungan Tzu Chi kepada program TNI untuk masyarakat.


"Dari Padang ke Bengkulu: Langkah Kecil, Cinta Besar"

27 Mei 2025

Prihatin dengan musibah gempa bumi di Bengkulu, enam orang relawan Tzu Chi Padang segera berangkat ke Bengkulu pada Minggu, 25 Mei 2025. Mereka menempuh perjalanan darat dengan menggunakan mobil selama 14 jam lebih.

Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -