Belajar Dharma di Bedah Buku

Jurnalis : Christine Desyliana (He Qi Barat), Fotografer : Christine Desyliana (He Qi Barat)
 
 

fotoDalam kegiatan Bedah Buku ini, Rosa Shijie menjelaskan bahwa hidup ini bukan persoalan berapa lama kita berada di dunia, tetapi yang terpenting adalah berapa dalam kita menghargai kehidupan.

 

“Ketika sebuah janji dibuat di hatimu, segera atau kemudian hatimu akan mengingatkanmu untuk memenuhi janji tersebut.” (Master Cheng Yen)

 

Kata Perenungan ini tertulis di awal paragraf, Bab 13, halaman 221 dari buku Master Cheng Yen berjudul “Teladan Cinta Kasih”. Kata ini sungguh singkat, padat dan jelas. Rosa Shijie, relawan Tzu Chiyang menjadi pembicara pada kegiatan bedah buku tanggal 13 Juli 2011 di Kantor Sekretariat He Qi Barat ini menjelaskan bahwa Master Cheng Yen pernah berjanji bahwa beliau akan bervegetarian seumur hidup jika Ibunya bisa sembuh total, dan janji itu benar-benar ditepati oleh Master Cheng Yen sampai detik ini. Dan kemudian saya mulai berpikir-pikir dan me-review kata perenungan ini ke kehidupan sehari-hariku, ternyata kata-kata ini sungguh aplikatif.

Rosa Shijie menjelaskan bahwa hidup ini bukan persoalan berapa lama kita berada di dunia ini, tetapi yang terpenting adalah berapa dalam kita menghargai kehidupan. Dan sebagai insan Tzu Chi, sebaiknya selain menjalankan tugas dan kewajiban utama, kita juga mengisi hidup dengan kegiatan yang bermakna agar kita bisa merasakan bahwa hidup kita penuh arti dan tak akan menyesal di kemudian hari. Begitu pun dengan Master Cheng Yen yang selalu menghargai waktu, bahkan beliau hanya tidur kurang lebih 4 jam per hari dan tidak pernah tidur lebih dari 5 jam. Beliau benar-benar mengunakan waktu hidupnya untuk menyebarkan cinta kasih universal dengan menerapkan langsung di kehidupannya sehingga memberi teladan dan inspirasi kepada orang-orang sekitarnya dan para relawan Tzu Chi.

foto  foto

Keterangan :

  • Sebanyak 17 relawan hadir dalam kegiatan Bedah Buku yang diadakan di Kantor Sekretariat He Qi Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. (kiri)
  • Kegiatan Bedah Buku dapat menjadi sarana bagi para relawan dalam mempembelajari dan mendalami dharma. (kanan)

Selain itu, Rosa Shijie juga mengingatkan kepada 17 orang yang hadir di kegiatan bedah buku ini untuk harus selalu menjaga pikiran, batin, ucapan dan perbuatan agar selalu bertobat, sesuai anjuran dari Master Cheng Yen bahwa tahun 2011 adalah tahun pertobatan bagi semua insan Tzu Chi, mengingat begitu banyaknya bencana yang terjadi di dunia saat ini.

Dan sebagai insan Tzu Chi, kita tetap harus mendahulukan tugas dan kewajiban kita di keluarga, sebelum melakukan kebajikan apapun dan dimana pun, karena jika urusan keluarga sudah tuntas, maka kita baru dapat melakukan kebajikan tanpa pamrih dengan tenang dan konsentrasi.

Kegiatan bedah buku ini berlangsung selama 2,5 jam, yaitu dari pukul 18.30 - 21.00 WIB, dan ini terasa terlalu singkat bagi saya. Tapi ada informasi bagus yang saya peroleh yaitu kegiatan bedah buku ini akan berlangsung lagi di 2 minggu yang akan datang di tempat/waktu/hari yang sama, dan itu berarti masih ada kesempatan bagi saya dan peserta lainnya untuk belajar dharma di bedah buku. Semoga dharma yang diperoleh di kegiatan bedah buku malam ini dapat semakin menambah wawasan dan diterapkan di kehidupan sehari-hari para peserta.

  
 

Artikel Terkait

Kisah Haru Sang Guru Ngaji

Kisah Haru Sang Guru Ngaji

09 Desember 2019

Rumah bukan semata tempat tinggal, tetapi rumah adalah hal utama yang memberikan ketenangan batin dan kenyamanan penghuninya. Seperti Julaesih (62) dan Turaeni (68), keduanya kini bisa merasakan hidup yang tenang dan nyaman di usia senja mereka.

Suara Kasih: Perahu Dharma

Suara Kasih: Perahu Dharma

19 Januari 2012 Pada hari itu, kita juga bisa melihat para staf dan relawan RS Tzu Chi Taipei juga membentuk formasi empat perahu Dharma. Perahu Dharma itu bergerak untuk menyeberangkan semua makhluk. Perahu Dharma ini penuh dengan kekuatan. Meski berada di posisi yang berbeda, namun setiap peserta bisa terlihat sangat harmonis dan rapi.
Banjir Tangerang: Senyum Pembangkit Kebahagiaan

Banjir Tangerang: Senyum Pembangkit Kebahagiaan

09 Maret 2015 Walaupun dilanda bencana, kita mesti tetap tersenyum karena senyum akan membangkitkan kebahagiaan,” tuturnya. Lebih lanjut, Lu Lian Chu menyampaikan harapan Master Cheng Yen agar kondisi dapat segera pulih sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala.
Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -