Berbagi Cinta Kasih di Momen Waisak

Jurnalis : Vivy Viliana Halim (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Linda,Tommy (Tzu Chi Pekanbaru)

Survei dan pembagian kupon sembako ke rumah warga oleh relawan Tzu Chi didampingi oleh ketua RT setempat, dilakukan supaya bantuan sembako tersalurkan tepat sasaran.

Menyambut perayaan Hari Tri Suci Waisak 2026, relawan Tzu Chi komunitas Dumai mengadakan kegiatan berbagi sembako bagi warga Kelurahan Lubuk Gaung, Kota Dumai, Riau. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata cinta kasih universal yang senantiasa dijalankan Yayasan Buddha Tzu Chi, yakni membantu sesama tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Sebelum pembagian bantuan dilakukan, relawan Tzu Chi Dumai bersama relawan Tzu Chi Pekanbaru terlebih dahulu melaksanakan survei dan pembagian kupon sembako ke rumah-rumah warga pada 24 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, para relawan turut didampingi oleh ketua RT setempat agar proses pendataan berjalan baik dan bantuan dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Kunjungan langsung ke rumah warga juga menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan kemanusiaan Tzu Chi. Melalui survei ini, relawan tidak hanya mendata calon penerima bantuan, tetapi juga melihat secara langsung kondisi kehidupan warga. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan membawa manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Warga mengantri dengan tertib untuk menukar kupon dengan paket sembako yang telah disiapkan relawan Tzu Chi Dumai dalam momen perayaan Hari Waisak.

Salah satu sukarelawan asal Malaysia, Tan Kah Wai, untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan survei dan pembagian kupon sembako di Kelurahan Lubuk Gaung, merasa tersentuh setelah melihat kondisi warga secara langsung. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.

“Pertama kali saya lewat sini, barusan saya tahu sini masih banyak perlu dibantu. Saya-pun tak tahu macam mana kondisi di sini, saya tidak tahu real kondisi in here,” ungkap Tan Kah Wai.

Pada 31 Mei 2026, warga Lubuk Gaung yang telah menerima kupon sembako berkumpul di Kantor Lurah Lubuk Gaung untuk menerima paket cinta kasih Tzu Chi. Sebanyak 198 paket sembako dibagikan kepada warga, masing-masing berisi 10 kg beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan dengan tertib. Raut wajah bahagia dan penuh syukur tampak dari para penerima bantuan. Bagi sebagian warga, paket sembako ini sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Meskipun kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut momen Waisak, penerima bantuan tidak terbatas hanya kepada warga beragama Buddha. Justru melalui kegiatan ini, relawan Tzu Chi ingin menghadirkan makna Waisak yang lebih luas, yaitu menebarkan cinta kasih, menumbuhkan kepedulian, dan meringankan penderitaan sesama.

Relawan Tzu Chi membantu warga penerima bantuan paket sembako dengan membawakan beras yang ia terima.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pihak Kelurahan Lubuk Gaung. Leny, Sekretaris Kelurahan Lubuk Gaung, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian relawan Tzu Chi Dumai kepada warga di wilayahnya.

"Saya sebagai bagian dari kelurahan Lubuk Gaung sangat senang sekali dan Tzu Chi Dumai mau membantu warga kami dengan memberikan bantuan sembako. Semoga kedepannya Tzu Chi Dumai dapat memberikan bantuan seperti ini lagi. Pembelajaran yang saya dapatkan dari kegiatan bansos ini, yaitu memberi jangan dinilai dari banyak dan sedikitnya tapi dari niat dan keikhlasan kita,” kata Leni.

Di bawah teriknya matahari, para relawan tetap melayani warga dengan penuh semangat. Mereka membantu mengatur alur pembagian, menyambut warga, menyerahkan paket sembako, hingga memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Panasnya cuaca tidak menyurutkan langkah para relawan untuk berbagi kasih di momen penuh makna ini.

Elisabeth, salah satu relawan Tzu Chi, merasa terkesan melihat semangat para relawan yang telah hadir sejak pagi. Menurutnya, kebersamaan dan ketulusan menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini.

"Semua relawan tampak sangat bersemangat, pagi pagi sekali sudah sampai di depo untuk ikut kegiatan pembagian sembako, meskipun acara di mulai pukul 09.00 WIB. Panasnya matahari  tidak meredupkan semangat relawan di kegiatan ini," ujar Elisabeth.

Sebanyak 198 paket sembako dibagikan kepada warga, masing-masing berisi 10 kg beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir.

Melalui pembagian paket cinta kasih ini, relawan Tzu Chi Dumai berharap warga Lubuk Gaung dapat merasakan perhatian dan kehangatan dari sesama. Lebih dari sekadar bantuan sembako, kegiatan ini menjadi jalinan kasih antara relawan dan warga, sekaligus pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun, bila dilakukan dengan tulus, dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang.

Momen Waisak pun menjadi semakin bermakna. Tidak hanya diperingati melalui doa dan perenungan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu turun langsung ke tengah masyarakat, merangkul mereka yang membutuhkan, dan menebarkan cinta kasih tanpa batas.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Berbagi 1.000 Paket Sembako di Kelurahan Titi Kuning, Medan

Berbagi 1.000 Paket Sembako di Kelurahan Titi Kuning, Medan

20 April 2026

Relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Titi Kuning mengadakan baksos pembagian 1.000 paket sembako kepada warga di Kelurahan Titi Kuning dan sekitarnya. Sebanyak 28 orang staf DAAI TV Medan juga turut berpartisipasi.

Paket Sembako untuk Para Warga Korban Abrasi Pantai

Paket Sembako untuk Para Warga Korban Abrasi Pantai

09 Juni 2020

Relawan Tzu Chi Padang memberikan 76 paket bantuan sembako kepada para nelayan yang terkena dampak dari abrasi pantai (30/05/2020). Bantuan berupa paket sembako berupa 5 kg beras, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg, dan mie instan 4 buah.

Merajut dan Menjalin Kasih Natal Lewat Bakti Sosial

Merajut dan Menjalin Kasih Natal Lewat Bakti Sosial

26 Desember 2024

Relawan Tzu Chi Komunitas Dumai mengadakan Baksos di Kampung Perjuangan, memberikan sembako dan layanan kesehatan gratis untuk masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani.

Keharmonisan organisasi tercermin dari tutur kata dan perilaku yang lembut dari setiap anggota.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -