Berbagi Kasih Di Bulan Ramadhan

Jurnalis : Agus Lee (Tzu Ching Batam), Fotografer : Djaya Iskandar, William (Tzu Ching Batam)
 
 

foto
Pada saat acara dimulai, para Gan En Hu menonton bersama ceramah Master tentang bencana kelaparan yang terjadi di Somalia.

Sebulan sekali, para Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) kembali ke rumah yang penuh cinta kasih, yakni Kantor Tzu Chi Batam. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2013 ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. Suasana terlihat ramai karena banyak Gan En Hu yang hadir dan memenuhi ruangan lantai 2 sebelum acara dimulai hal ini menunjukkan bahwa para Gan En Hu memiliki disiplin waktu yang baik.

Acara diawali dengan ceramah dari Master Cheng Yen yang memperlihatkan kepada kita betapa parahnya bencana kelaparan yang menimpa saudara-saudara kita di Somalia, sebanyak 260.000 saudara kita di sana meninggal karena kelaparan dan mayoritas dari mereka adalah anak-anak. Master Cheng Yen berpesan apabila sesama manusia bisa selaras dan tidak lagi bertikai, maka orang-orang ini akan gampang memperoleh bantuan. Setelah ceramah dari Master, panitia juga menyiapkan sebuah video pendek mengenai besarnya cinta orang tua kepada anaknya. Ketika ditanya apa pesan yang bisa kita petik dari video tersebut, Alfa (salah seorang Gan En Hu) menjawab, “Orang tuanya dengan sabar menjelaskan kepada anak bahwa itu adalah Burung Murai walaupun anaknya menanyakan berulang kali, tetapi ketika orang tuanya sudah tua dan menanyakan hal yang sama, anaknya menjawab dengan nada ketus.” Suasana terharu tiba-tiba menyelimuti ketika anak dari Gan En Hu yang hadir merasa bersalah dan berpelukan dengan orang tuanya sambil minta maaf kepada orang tuanya.

Untuk membuat suasana menjadi lebih menyenangkan, enam orang relawan memakai busana muslim memasuki ruangan. Diringi lagu “Satu Hari Sebelum Raya”, para relawan mengajak Gan En Hu menari-nari. Seketika tawaan dan kegembiraan terpancar dari wajah setiap hadirin, menimbulkan suasana lebaran yang akan tiba beberapa minggu kemudian.

foto  foto

Keterangan :

  • Dengan membawakan tarian dan mengenakan busana muslim, relawan Tzu Chi merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama para Gan En Hu pada Minggu siang ini (kiri).
  • Ibu Sri, Salah seorang Gan En Hu sedang menjelaskan sekilas tentang celengan bambu dan memberikan pemahaman bahwa berdana merupakan hak setiap orang (kanan).

Masa Celengan Bambu
Tentu saja acara yang dilakukan Tzu Chi tidak hanya untuk berpesta ria melainkan untuk menjalin jodoh baik sekaligus juga menginspirasi insan Tzu Chi agar melanjutkan budaya membantu sesama. Adapun sebagian dana yang dibutuhkan untuk membantu Gan En Hu ini berasal dari sumbangan para donatur dalam bentuk celengan bambu.

foto  foto

Keterangan :

  • Menjelang penutupan acara, para Gan En Hu diajak oleh relawan Tzu Chi untuk menerapakan budaya bersumbangsih dan masing-masing dari mereka diberikan sebuah celengan bambu (kiri).
  • Relawan Tzu Chi membagikan paket lebaran untuk para Gan En Hu yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri (kanan).

Salah seorang Gan En Hu, Ibu Sri menjelaskan mengenai celengan bambu, memberikan pemahaman kepada saudara-saudara lain bahwa berdana bukanlah hak orang kaya, dan meskipun jumlah dana yang kita sumbangkan tidak banyak, namun amal kebajikannya sangat besar. Hal ini menginspirasi para Gan En Hu untuk meminta celengan bambu dari relawan untuk dibawa pulang agar dapat terus bersumbangsih untuk sesama yang lebih membutuhkan.

Menjelang berakhirnya acara, diadakan doa bersama agar diberi kesehatan dan kebersamaan dalam menyambut lebaran. Kemudian relawan membagikan amplop lebaran kepada anak-anak dan parcel sembako kepada para Gan En Hu. Semoga setelah diadakannya acara ini, Gan En Hu semakin menjalin hubungan baik terhadap semua hadirin dan lebih mengerti tentang Tzu Chi dan masa celengan bambu, bertekad untuk memantapkan diri menjadi lebih peduli terhadap sesama karena kita yang bersama-sama hidup di Bumi ini adalah Satu Keluarga.

  
 

Artikel Terkait

Suara Kasih : Perhatian Usai Bencana

Suara Kasih : Perhatian Usai Bencana

24 September 2010 Di tengah angin dan hujan deras, perusahaan listrik mengerahkan banyak pekerja untuk memperbaiki aliran listrik. Mereka mengambil risiko dan menghadapi bahaya di tengah angin kencang serta hujan deras. ”Setelah memperbaiki aliran listrik di Yilan tadi pagi, kami segera menuju ke sini dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam.
Menyerap Dharma melalui Salin Sutra

Menyerap Dharma melalui Salin Sutra

09 Oktober 2019
Untuk membangkitkan ketertarikan masyarakat terhadap ajaran Jing Si dan Master Cheng Yen, untuk ketiga kalinya Tzu Chi Batam kembali mengadakan Kelas Menyalin Sutra pada tanggal 29 September 2019. Kegiatan ini diikuti 55 orang peserta.
Bertekad Menjadi Teratai yang Indah

Bertekad Menjadi Teratai yang Indah

10 Mei 2012 Hari Minggu tanggal 29 April 2012, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali menyelenggarakan pelatihan relawan abu putih He Qi Utara.  Ini adalah pelatihan kedua di tahun 2012.
Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -