Angeline Vildy Sanjaya, siswi kelas 10 SMA Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, saat berinteraksi dengan salah satu oma dalam kunjungan kasih relawan Tzu Chi ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2.
Kehadiran seseorang yang mau mendengarkan, menemani, dan berbagi cerita terkadang menjadi hadiah paling berharga. Semangat inilah yang dibawa 42 relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Jakarta Barat 1 saat mengunjungi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 pada Minggu, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu 11 Oktober 2026. Kehadiran para relawan disambut oleh 115 oma dan opa yang tinggal di panti tersebut.
Kunjungan yang rutin dilaksanakan setiap empat bulan ini menjadi salah satu wujud kepedulian relawan Tzu Chi terhadap oma dan opa. Tidak sekadar membawa bingkisan, para relawan juga hadir untuk memberikan perhatian, mendengarkan cerita, serta menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat.
Keceriaan mewarnai kebersamaan sejak kegiatan dimulai. Berbagai aktivitas telah disiapkan, mulai dari permainan, afirmasi positif, hingga karaoke bersama. Alunan lagu mengundang oma dan opa untuk ikut bernyanyi, sementara relawan dengan penuh semangat mendampingi dan mengajak mereka berinteraksi. Senyum, tawa, dan percakapan sederhana pun mengisi suasana, menciptakan kedekatan yang melampaui perbedaan usia.

Relawan Tzu Chi menghibur opa dan oma melalui interaksi hangat untuk menghadirkan keceriaan dan kebahagiaan.
Di tengah suasana penuh kegembiraan tersebut, perhatian relawan juga tertuju kepada oma dan opa yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan dalam beraktivitas. Para relawan mendatangi kamar mereka satu per satu untuk menyerahkan bingkisan kecil sekaligus menyapa dan menemani mereka berbincang. Dengan cara ini, oma dan opa yang tidak dapat mengikuti kegiatan bersama tetap dapat merasakan kehangatan dan perhatian yang sama.
Bagi Rina, relawan Tzu Chi sekaligus koordinator kegiatan, kunjungan ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kegiatan rutin. Ia berharap kehadiran relawan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus menjadi penghiburan bagi oma dan opa yang menjalani keseharian di panti. Melalui kebersamaan yang sederhana, relawan ingin menunjukkan bahwa masih banyak orang yang peduli dan bersedia meluangkan waktu untuk mendampingi mereka.

Salah satu relawan Tzu Chi menyerahkan bingkisan kepada seorang opa yang dikunjungi di kamarnya.
Pertemuan yang Mengajarkan Arti Kebersamaan
Kebahagiaan dalam kunjungan ini tidak hanya dirasakan oleh oma dan opa, tetapi juga oleh para relawan. Melalui interaksi yang terjalin, mereka memperoleh pengalaman dan pembelajaran berharga tentang kasih sayang, kepedulian, serta pentingnya menghargai waktu bersama keluarga.
Bagi Angeline Vildy Sanjaya, siswi kelas 10 SMA Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, kunjungan ini menjadi pengalaman pertamanya berinteraksi langsung dengan oma dan opa di panti werdha. Ia mengaku senang sekaligus terharu ketika mendapat kesempatan untuk mendengarkan cerita dan berbagi kebersamaan dengan mereka. Pengalaman tersebut membuat Angeline semakin menyadari pentingnya menghargai setiap kesempatan yang dimiliki bersama orang-orang terkasih, terutama keluarga.
“Saya belajar menghargai setiap waktu bersama keluarga. Semoga para oma dan opa di panti werdha selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat dalam menjalani hari-hari mereka. Saya juga berharap banyak orang yang peduli dan mau meluangkan waktu untuk mengunjungi serta menemani mereka,” tutur Angeline.

Salah satu staf Badan Misi DAAI TV, Tatu Ayu Safitri, mendampingi seorang oma menuju ruangan kegiatan.
Pengalaman serupa juga dirasakan Tatu Ayu Safitri, yang akrab disapa Ayu, staf Badan Misi DAAI TV. Meski baru pertama kali mengikuti kunjungan ini, Ayu merasakan bahwa kebersamaan dengan oma dan opa memberikan pembelajaran yang bermakna bagi dirinya.
“Kegiatan ini mengingatkan aku untuk lebih menyayangi, menghargai, dan meluangkan waktu bersama orang tua sendiri selagi masih ada kesempatan. Semoga perhatian kecil yang kita berikan bisa membawa kebahagiaan bagi mereka,” ungkap Ayu.
Di sisi lain, perjumpaan ini juga mengajak para relawan untuk merenungkan kembali pentingnya berbakti kepada orang tua. Kehadiran oma dan opa menjadi pengingat bahwa seiring bertambahnya usia, perhatian dan kebersamaan dengan orang-orang terdekat tetap menjadi kebutuhan yang berharga.
Para relawan Tzu Chi bersatu hati dan bergotong royong untuk menyukseskan kegiatan kunjungan kasih kepada opa dan oma.
Hal ini sejalan dengan pesan Master Cheng Yen, “Ada dua hal yang tidak bisa ditunda, yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.”
Bingkisan yang dibagikan mungkin akan habis seiring waktu, tetapi kehangatan dari sebuah pertemuan dapat meninggalkan kenangan yang berharga. Bagi oma dan opa, kehadiran seseorang yang bersedia mendengarkan dan menemani menjadi bentuk perhatian yang membawa kebahagiaan tersendiri.
Editor: Fikhri Fathoni