Relawan Dharma Wanita Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Ketapang 2 dari Unit Kenari) membantu seorang Lansia membawa paket sembako yang telah diterimanya saat melakukan kunjungan kasih ke 48 Lansia di Desa Terusan, Kecamatan Manis Mata, Ketapang, Kalimantan Barat.
Mentari yang cerah mengiringi perjalanan relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Ketapang 2 dari Unit Kenari) menuju Desa Terusan, Kecamatan Manis Mata, Ketapang, Kalimantan Barat pada Selasa (10/3/26). Perjalanan kali ini untuk melakukan kunjungan kasih bagi 48 Lansia yang tinggal di desa tersebut. Tak hanya menyerahkan bantuan sembako, kali ini relawan juga membawa Ratih, seorang bidan kebun Kenari Estate untuk memeriksa kesehatan para Lansia.
“Kunjungan kasih kali ini kami fokuskan untuk para Lansia yang berada di desa ini. Selain kehidupan mereka yang memang perlu perhatian, kita juga membantu pemeriksaan kesehatannya, apalagi ini menjelang Idulfitri,” terang Eko Kuswoyo, salah satu relawan.
Secara simbolis, relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Ketapang 2) menyerahkan paket sembako kepada para Lansia di depan Kantor Desa Terusan.
Relawan menuju Kantor Desa Terusan yang terletak di pinggir sungai untuk berkoordinasi dengan perangkat desa. Maria Evana, sekretaris desa menyambut relawan. Bersama perangkat desa yang lain, ia membantu mendampingi kegiatan relawan saat mengantarkan paket sembako ke rumah para Lansia.
Maria Eva menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan perusahaan Sinarmas terhadap warga Lansia di desanya. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut agar mempererat hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Rasa syukur dan terima kasih juga diungkapkan Kepala Desa Terusan, Sumarlin melalui media sosial pribadinya. Pak Sumarlin mengungkapkan terima kasihnya kepada jajaran manajemen PT. Bangun Nusa Mandiri melalui program kunjungan kasih Lansia yang diprakarsai oleh Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, kegiatan ini memberi secercah harapan bagi para Lansia di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Kedatangan para Lansia pagi itu ke Kantor Desa Terusan disambut hangat relawan, dari kejauhan mereka tersenyum dengan wajah sumringah. Lansia masuk ke dalam ruangan kantor desa dan diperiksa kesehatannya oleh bidan kebun, Ratih. Di saat menunggu pemeriksaan, para relawan mengajak ngobrol para Lansia, mendengarkan cerita, dan membuat para Lansia tersenyum bahagia.
Selain membagikan paket sembako, relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Ketapang 2) juga membawa bidan untuk memeriksa kesehatan para Lansia.
Nenek Margaretha diperiksa kesehatannya dan mengeluh kalau dalam beberapa hari terakhir badannya terasa sakit khususnya bagian kaki dan tangan. Setelah diperiksa, tekanan darah nenek tinggi, nenek diberikan obat dan disarankan rutin ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya. Bu bidan meminta nenek untuk menjaga pola makannya dan menghindari beberapa makanan yang ternyata merupakan makanan favorit si nenek.
Ada beberapa paket sembako yang juga diantarkan langsung relawan ke rumah Lansia yang letaknya jauh dari kantor desa. Salah satunya kakek Kang Kangi di Dusun Cumbing, yang usianya diperkirakan hampir 80 tahun. Kakek ini tinggal berdua bersama putrinya yang belum menikah.
Setelah diperiksa kesehatannya, bidan menyatakan bahwa tekanan darah kakek Kang Kangi tinggi dan mengalami sesak nafas, putrinya juga bercerita bagwa ayahnya mengalami batuk yang berkepanjangan. Bidan pun menyarankan dan meminta perangkat desa untuk melakukan pendampingan agar melakukan pemeriksaan lanjutan untuk diketahui dengan pasti apa penyakit kakek Kang Kangi. Pihak kebun juga bersedia menfasilitasi keberangkatan kakek ke rumah sakit di Ketapang.
Bagi Lansia yang rumahnya jauh dari Kantor Desa Terusan, relawan juga mengantarkan paket sembako ke rumah-rumah para Lansia.
Lansia lainnya yang bernama nenek Junai (79) mengeluh merasakan sakit di bagian rusuknya dan matanya mengalami katarak saat pemeriksaan. Nenek senang mengobrol, bercerita tentang kesehariaannya yang tinggal sendirian di rumah, relawan mendengarkan cerita nenek dengan antusias.
Dalam kegiatan ini, kebahagiaan tidak hanya dirasakan para Lansia tetapi juga dirasakan relawan. “Saya sangat bersyukur dan bahagia bertemu para Lansia dan semoga apa yang diberikan bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari,” ungkap Rahmah, salah satu relawan yang melakukan pendampingan.
Pendampingan yang dilakukan mengingatkan bahwa para Lansia membutuhkan kehadiran dan perhatian orang-orang disekitarnya. Betapa bahagianya mereka saat dikunjungi, mendengarkan keluh kesah yang dihadapi sehingga menghilangkan rasa kesepian yang ada.
Rasa lelah menghampiri para relawan sore itu tetapi rasa itu lenyap seketika ketika melihat senyum bahagia dari para Lansia saat menerima bantuan dan perhatian. Hal ini pun selaras dengan Kata Perenungan Master Cheng Yen. “Kelelahan jiwa dan raga kita akan lenyap seketika ketika bantuan tulus ikhlas kita disambut dengan penuh sukacita oleh orang yang menerima bantuan tersebut.”
Editor: Arimami Suryo A.