Bermanfaat untuk Masyarakat Umum

Jurnalis : Suryadi ,William (Tzu Chi Batam), Fotografer : Reno (Tzu Chi Batam)

Relawan menjelasakan cara mengisi formulir pendaftaran donor darah.

Darah merupakan cairan tubuh yang memiliki peranan penting dalam tubuh manusia. Jika tubuh kita sedang mengalami pendarahan hebat, baik karena kecelakaan maupun operasi, tubuh kita akan memerlukan transfusi darah. Tetapi seringkali persediaan darah tidak seimbang dibandingkan dengan permintaan darah yang diperlukan oleh pasien di berbagai rumah sakit setempat. Maka dari itu, relawan Tzu Chi Batam bekerja sama dengan PMI Batam untuk mengadakan kegiatan donor darah secara rutin.

Kegiatan donor darah kali itu dilaksanakan pada hari Minggu, 20 April 2014. Biasanya ketika seseorang setelah bekerja dari hari Senin hingga Sabtu, pada hari Minggu mereka akan isi dengan liburan bersama keluarga atau teman-teman sebaya. Tetapi, beda dengan para relawan yang dengan semangat bersama-sama menuju lantai 3 BCS (Batam City Square) mall untuk mengadakan baksos donor darah.

Ada 44 orang relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah kali itu. Mereka bekerja sama dan bekerja keras agar kegiatan dapat berjalan lancar dan memperoleh pendonor yang banyak. Sejak pagi, mereka melakukan berbagai persiapan untuk acara donor darah seperti tempat pendaftaran, ruangan antri untuk pendonor, tempat untuk tensi darah, dan tempat untuk pengambilan darah.

Relawan sedang memperkenalkan Tzu Chi melalui bulletin Tzu Ch.

 

Sebelum melakukan donor darah, peserta memeriksa hemogloboin terlebih dahulu.

Para pendonor juga sangat antusias untuk mengikuti donor darah kali itu. Jauh sebelum acara dimulai, para peserta sudah berturut-turut tiba di lokasi. Relawan mempersilahkan para pendonor untuk mengambil daftar undian dan selanjutnya mengisi data formulir.

Para pendonor tidak bisa langsung mendonorkan darahnya begitu saja. Sebelum mendonorkan darah, mereka akan melakukan pemeriksaan hemoglobin terlebih dahulu. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah. Kebanyakan para pendonor tidak bisa mendonorkan darahnya pada kegiatan karena minimnya jumlah hemoglobin.

Pada baksos tersebut ada seorang pasien yang jatuh pingsan setelah mendonorkan darah. Dia adalah Silvia Veronica(17). Silvia adalah seorang remaja yang baru pertama kali mengikuti donor darah. Sejak dulu, Silvia mempunyai niat yang kuat untuk mendonorkan darahnya. Pada kesempatan ini, Silvia hadir bersama ibunya, Erni. Ibu Erni juga menceritakan kepada relawan alasan kenapa anaknya ingin sekali mendonorkan darahnya. “Memang sudah dari tahun kemarin dia mau donor, tapi umurnya belum cukup. Jadi dari pihak Tzu Chi bilang kalo umurnya belum cukup tidak boleh," ujar beliau. "Memang kadang-kadang tensi dia kurang kan tapi berhubung dia suka banget beramal jadi dia dengan senang hati datang ke sini untuk donorkan darahnya.” tambah beliau.

Semangat Celengan Bambu
Hujan mengguyur Kota Batam, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pendonor untuk mendonorkan darahnya. Para relawan memberikan perhatian dan melayani para pendonor agar selalu merasa nyaman setelah peserta mendonorkan darahnya. Para relawan mempersiapkan hidangan dan mempersilakan peserta untuk menikmati hidangan tersebut. Hal itu bukan karena sebab apapun, tetapi sebagai sebuah wujud terima kasih relawan kepada para pendonor yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

 

Setelah melakukan donor darah, peserta di persilahkan untuk menikmati hidangan. Sambil menikmati hidangan peserta ditemani oleh relawan.

Nampak para peserta sedang melakukan donor darah.

Disamping memberikan rasa kenyamanan kepada para pendonor, relawan juga memperkenalkan tentang Tzu Chi. Mereka memperkenalkan Tzu Chi kepada peserta melalui celengan bambu. Para relawan bercerita tentang apa itu Tzu Chi dan bagaimana Tzu Chi bisa berdiri. Salah satu relawan yaitu Wellen Shixiong mengungkapkan “Saya menawarkan celengan bambu, karena celengan bambu ini merupakan asal mula Tzu Chi dari Master Cheng Yen.” jelas beliau. “Jadi, Master Cheng Yen sangat merekomendasikan celengan bambu ini ke masyarakat supaya masyarakat setempat juga bersumbangsih dan membuat kebajikan setiap harinya lewat celengan bambu ini,” sambung beliau. Selain memperkenalkan semangat celengan bambu, relawan juga membagikan undangan waisak kepada para pendonor pada kesempatan ini.

Sumardi merupakan salah seorang peserta kegiatan donor darah kali ini. Beliau juga berbagi kesannya setelah mendengarkan cerita Tzu Chi beserta Celengan Bambu yang disampaikan relawan. “Tadi saya dengar, awal mulanya pendiri Buddha Tzu Chi ini, dia membutuhkan dana dan dari cerita awalnya dia hanya mempunyai anggota 30 orang. Nah, mungkin ibu-ibu ini tidak punya dana lebih tapi timbul ide dari Master Cheng Yen dengan adanya celengan bambu yang dulunya mungkin sekian sen per hari bisa dimasukan kedalam celengan, dan jika ditumpuk setiap hari, sedikit demi sedikitkan nanti lama-lama jadi banyak juga,” jelas beliau setelah di jelaskan tentang Tzu Chi oleh salah satu relawan. “Dengan demikian, itu (dana tersebut) bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Jelas untuk kegiatan sosial ini sangat bermanfaat untuk masyarakat umum terutama untuk kemanusiaan,” sambung beliau.

Dari hasil kerja keras para relawan, ada 307 pendaftar dan bisa terkumpul 240 kantong darah pada acara kali ini. Semoga setiap tetesan darah yang dikumpulkan ini dapat memberikan bantuan kepada mereka yang memerlukannya.

 

Artikel Terkait

Membangun Rasa Kepedulian Sosial Melalui Donor Darah

Membangun Rasa Kepedulian Sosial Melalui Donor Darah

28 Desember 2022

Dalam menjalankan misi kesehatan, relawan Tzu Chi di Tanjung Batu bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Kundur mengadakan donor darah, Minggu 18 Desember 2022. 

Warga Budi Indah Bersumbangsih

Warga Budi Indah Bersumbangsih

18 Juli 2018
Sabtu, 14 Juli 2018 Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan kegiatan donor darah di Perumahan Budi Indah, Poris, Tangerang. Dalam kegiatan ini, sebanyak 36 warga berhasil mendonorkan darahnya.
Tetesan Darah Bagi Kehidupan

Tetesan Darah Bagi Kehidupan

31 Maret 2016

Pada 22 Maret 2016, Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesi Languange In Action (LBPP-LIA) untuk mengadakan bakti sosial donor darah RE. Martadinata nomor 104, Bandung.

Keharmonisan organisasi tercermin dari tutur kata dan perilaku yang lembut dari setiap anggota.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -