Bertambahnya Barisan Relawan Tzu Chi Bandung

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Sebanyak 32 peserta yang mengikuti sosialisasi dan tur Aula Jing Si Bandung.

Aula Jing Si Bandung kembali menjadi saksi bertambahnya barisan relawan Tzu Chi. Pada Minggu 24 Juli 2022, Tzu Chi Bandung mengadakan sosialisasi Tzu Chi yang diikuti oleh 32 relawan baru. Sosialisasi ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Yuslistina, relawan Tzu Chi Bandung menerangkan tentang perjalanan Tzu Chi ke Indonesia hingga berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh relawan di Bandung.

“Yang kami undang kan masyarakat yang di Bandung dan Jawa Barat, jadi kami lebih banyak bercerita tentang kegiatan Tzu Chi Bandung supaya mereka juga bisa lebih mantap hatinya untuk bergabung menambah barisan Tzu Chi Bandung dan Tzu Chi Indonesia untuk lebih luasnya,” ujar Yulistina.

Hui Chu Relawan Tzu Chi Taiwan berbagi pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan Tzu Chi selama 21 tahun.

Di Ruang Galeri Lantai 3, Lim Tek Soe menjelaskan tentang perjalanan dan kegiatan Tzu Chi Bandung.

Ada empat pembicara dalam sosialisasi ini, termasuk relawan Tzu Chi dari Jakarta, yaitu Like Hermansyah dan Livia Tjin serta relawan Tzu Chi dari Taiwan, Hui Chu. Mereka berbagi kisah perjalanan mereka selama mengikuti kegiatan Tzu Chi.

Pada sosialisasi ini, para peserta juga diajak tur Aula Jing Si, untuk lebih mengenal tentang ajaran Jing Si yang terkandung di dalam gedung dengan sungguh-sungguh. Mereka mendengarkan penjelasan di setiap lantai aula yang memiliki filosofi tersendiri.

Tommy Salim, salah satu peserta menceritakan bagaimana ia mengenal Tzu Chi. Ibunya merupakan relawan Tzu Chi di Xie Li Bogor. Itulah yang mendorongnya ingin lebih mengenal Tzu Chi.

“Karena di Buddha Tzu Chi ini yang saya tahu itu mengajarkan tentang cinta kasih universal,” ucap Tommy.

Tommy Salim berbagi pengalaman setelah mengikuti kegiatan ini dan bertekad untuk menjadi barisan Insan Tzu Chi.

Foto bersama relawan Tzu Chi dan para peserta sosialisasi Tzu Chi.

Pria asal Bogor ini sempat mengikuti kegiatan Tzu Chi bersama ibunya di Bogor, tetapi pekerjaan mengaruskan ia pindah ke Bandung bersama istrinya.

“Saat saya pindah ke Bandung, saya merasa ada sesuatu yang harus saya lakukan, karena hidup cuma untuk bekerja saja itu ada yang kurang, saya ingin berbuat kebaikan. Sejak saat itu saya teringat mama saya ikut Tzu Chi, saya mencari Tzu Chi yang ada di Bandung. Jadi saya ingin bergabung dengan komunitas atau organisasi yang bisa berbagi tanpa membedakan suku, agama, ras seperti Tzu Chi,“ tambahnya.

Hal serupa disampaikan dr. Santy, dokter di salah satu rumah sakit swata di Bandung.

“Ini menarik buat saya karena ini berhubungan dengan misi sosial. Dan kalau kita lihat ke sekeliling kita banyak masyarakat yang membutuhkan. Saya bergabung untuk mengabdikan diri saya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Jalankan Tekad Luhur Dalam Diri

Jalankan Tekad Luhur Dalam Diri

08 Oktober 2015 Minggu, 27 September, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan Pelatihan Abu Putih untuk relawan baru. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan Tzu Chi bagi relawan yang akan bergabung di Tzu Chi.
Menerapkan Budaya Humanis dalam Kehidupan Sehari-hari

Menerapkan Budaya Humanis dalam Kehidupan Sehari-hari

05 Oktober 2022

Penerapan budaya humanis dalam kehidupan sehari-hari dibahas secara komprehensif dan mendalam dalam acara Pelatihan Relawan Abu Putih ke-4 yang diadakan oleh relawan komunitas He Qi Utara 2.

Menaati Sila dan Melakukan Pelatihan Diri

Menaati Sila dan Melakukan Pelatihan Diri

05 November 2014 Insan Tzu Chi kita harus memiliki semangat Bodhisatwa yaitu memiliki hati Buddha, hati yang tercerahkan dan tekad guru yang ingin menolong semua makhluk yaitu jalan Bodhisatwa di dunia. Dalam segmen “Semangat Bodhisatwa”, Kiho Shixiong mengatakan bahwa, “kita bisa belajar dari semangat Buddha Sakyamuni yang penuh welas asih dan kebijaksanaan.
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -