Lima anggota Shangha dari Na Uyana Anyana berkunjung ke Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, tepatnya ke Jing Si Books & Café Medan.
Suasana hangat dan penuh berkah menyelimuti Jing Si Books & Café Medan pada Rabu, 1 Juli 2026. Melalui jalinan jodoh seorang relawan Tzu Chi yang mendalami meditasi, Jing Si Books & Cafe Medan ini mendapat kehormatan menerima kunjungan spiritual dari lima anggota Sangha Na Uyana Aranya Sri Lanka, didampingi 30 umat Na Uyana Aranya Indonesia, 28 relawan Tzu Chi, serta 8 staf DAAI TV Medan.
Na Uyana Aranya merupakan salah satu wihara hutan tertua dan paling dihormati di Sri Lanka yang dikenal dengan disiplin Vinaya yang ketat serta praktik meditasi mendalam. Lima Bhante yang hadir dalam kunjungan ini adalah Ven. Rajangane Paramithawansa Thero, Ven. Siyambalape Medhankara Thero, Ven. Menikhinne Anomabuddhi Thero, Ven. Piliyandala Revatha Thero, dan Ven. Japan Mudhithobhasa.
Sylvia Chuwardi, koordinator kegiatan, menjelaskan Visi dan Misi Tzu Chi kepada lima anggota Shangha dan umatnya. Ketertarikan para Bhante tidak hanya tertuju pada kegiatan kemanusiaan, tetapi juga pada pendidikan karakter sejak usia dini.
Di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Medan, para anggota Shangha melihat langsung bagaimana relawan Tzu Chi melakukan pelestarian lingkungan dengan memilah sampah yang dapat didaur ulang kembali dan mempunyai nilai ekonomi. Mengubah sampah jadi emas dan emas jadi cinta kasih.
Kunjungan diawali dengan pemaparan mengenai sejarah, Visi dan Misi Yayasan Buddha Tzu Chi yang dijelaskan oleh Sylvia Chuwardi bersama relawan Tzu Chi Medan dan staf DAAI TV Medan. Para Bhante juga diperkenalkan pada delapan Misi Tzu Chi, produk Jing Si, serta berbagai aksi kemanusiaan yang telah dilakukan Tzu Chi, termasuk bantuan untuk korban bencana banjir di Sumatra Utara dan Aceh.
"Para Bhante dan umat sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang Visi dan Misi Master Cheng Yen. Kami juga memperkenalkan delapan Misi Tzu Chi, termasuk Pendidikan Pelestarian Lingkungan dan Budaya Humanis Tzu Chi," ujar Sylvia Chuwardi.
Ketertarikan para Bhante tidak hanya tertuju pada kegiatan kemanusiaan, tetapi juga pada pendidikan karakter sejak usia dini. Mereka berharap anak-anak Sekolah Minggu dapat berkunjung ke Tzu Chi untuk belajar memilah sampah sebagai langkah nyata menghadapi tantangan perubahan iklim.
DAAI TV, Menyampaikan Kebaikan Melalui Kebenaran, Kebajikan, dan Keindahan
Rombongan kemudian mengunjungi studio DAAI TV Medan untuk melihat secara langsung proses produksi program jurnalistik. Mereka disambut oleh Tony Honkley, manajer DAAI TV Medan, bersama Leoni sebagai asisten manajer.
Anggota Shangha juga berkunjung ke kantor dan tempat produksi Daai TV Medan. DAAI TV Medan mengemban Misi Humanis Tzu Chi melalui tiga pilar utama, yakni Kebenaran, Kebajikan, dan Keindahan.
Leoni menjelaskan bahwa DAAI TV Medan mengemban Misi Humanis Tzu Chi melalui tiga pilar utama, yakni Kebenaran, Kebajikan, dan Keindahan. Ketiga pilar ini diwujudkan melalui penyajian informasi yang akurat, kisah-kisah inspiratif yang membangkitkan harapan, serta tayangan yang santun dan menyejukkan.
"Melalui tiga pilar ini, DAAI TV ingin membuktikan bahwa orang baik masih ada dan terus bergerak membawa manfaat bagi masyarakat," tutur Leoni.
Tony Honkley mengaku bersyukur atas kunjungan spiritual dari lima anggota Sangha Na Uyana Aranya Sri Lanka. Bagi Tony, apresiasi yang diberikan para Bhante menjadi penyemangat bagi seluruh staf DAAI TV Medan untuk terus menghadirkan tayangan-tayangan yang menginspirasi.
"Momen ini menjadi motivasi bagi kami. Pengakuan dari para Bhante menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan mampu membawa dampak positif. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjalin di masa mendatang," ujar Tony.
Implementasi Cinta Kasih Universal
Bagi Bhante Ven. Siyambalape Medhankara Thero, kunjungan ini memberikan kesan yang sangat mendalam. Sebagai praktisi tradisi hutan yang telah tiga kali berkunjung ke Indonesia, ia melihat secara langsung bagaimana nilai cinta kasih (metta), welas asih (karuna), dan sukacita simpatik (mudita) diwujudkan dalam tindakan nyata melalui berbagai kegiatan Tzu Chi.
Bhante Ven Siyambalape Medhankara Thero menjelaskan bahwa mereka berasal dari Vihara Hutan, Na Uyana Aryana di Sri Lanka. Bhante Ven Siyambalape sangat kagum ketika mendengarkan presentasi Visi dan Misi Tzu Chi, cinta kasih dan welas asih yang dijalankan oleh Tzu Chi.
"Saat bencana datang, kita adalah satu keluarga tanpa memandang warna kulit, bahasa, ataupun agama. Saya mendengar Tzu Chi membangun hunian tetap bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Ini adalah wujud nyata cinta kasih yang selama ini tertulis dalam kitab-kitab suci," ungkap Bhante Ven. Siyambalape Medhankara Thero.
Bhante Ven. Siyambalape mengutip bait Karaniya Metta Sutta, "Mātā yathā niyaṃ puttaṃ āyusā ekaputtamanurakkhe", yang menggambarkan kasih seorang ibu yang melindungi anak tunggalnya dengan segenap jiwa. Menurutnya, semangat itulah yang tercermin dalam pelayanan Tzu Chi kepada sesama.
Selain memberikan apresiasi, para Bhante turut menyampaikan pesan bagi generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi. Bhante Ven. Siyambalape menilai bahwa penting bagi lembaga kemanusiaan dan media untuk mulai memperhatikan isu kesehatan mental serta pengendalian emosi agar generasi masa depan tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki ketenangan batin dan rasa hormat kepada orang tua.
Para rombongan anggota Shangha mengunjungi ruang pameran poster yang berisi kegiatan-kegiatan relawan Tzu Chi di masyarakat.
Pandangan serupa juga disampaikan Vendyan Sentosa, salah satu peserta rombongan. Ia mengaku terinspirasi oleh keteladanan Tzu Chi yang melayani tanpa memandang suku, agama, maupun ras, serta oleh sosok Master Cheng Yen yang senantiasa menghadirkan kesejukan hati.
Pertemuan antara para Bhante dari tradisi hutan Sri Lanka dan relawan Tzu Chi Medan menjadi pengingat bahwa ajaran welas asih akan terus hidup ketika diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari ruang sederhana di Jing Si Books & Cafe Medan, jalinan kebajikan itu kembali dipererat, membawa harapan agar semakin banyak orang tergerak untuk menjaga bumi, merawat kesehatan batin, serta menghadirkan kedamaian bagi sesama.
Editor: Anand Yahya