Dari Lemari ke Hati: Ribuan Pakaian, Sejuta Kepedulian

Jurnalis : Megawati (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Megawati, Novriko, Aditya Saputra, Septian Darmawan, Salman Al farizy (Tzu Chi Palembang)

Relawan penuh semangat memilah pakaian donasi dengan teliti di titik pilah Sukarami.

Ditengah semangat kebersamaan menyambut bulan Ramadan, Tzu Chi Palembang mengadakan bazar amal pakaian layak pakai di lima titik di kota Palembang.  Bazar ini bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan dan menyebarkan semangat berbagi dengan menerapkan prinsip pelestarian lingkungan.

Kelima titik tersebut adalah di Sekolah Pelita Sriwijaya, Sekolah Negeri 141, Kantor Tzu Chi Palembang, Sai Center, dan di Samping Griya de Pangeran yang digelar pada hari dan tanggal berbeda. Dua lokasi diadakan di Sekolah Pelita Sriwijaya dan Sekolah Negeri 141 diadakan pada 22-23 Maret 2025.

Bazar ini tidak terjadi begitu saja. Di balik pakaian yang tertata rapi ada proses panjang yang telah dilalui. Berbulan-bulan sebelumnya para relawan mengumpulkan donasi dari berbagai pihak yang terdiri dari pakaian, sepatu, boneka, hingga alat rumah tangga.

Relawan turun ke jalan untuk mengajak warga hadir dalam bazar.

Antusias warga yang hadir ke Bazar Pakaian Layak pakai di Sekolah Negeri 141.

Tiap barang yang diterima, tidak hanya dipilah kelayakannya, tetapi juga dicuci, dilipat dan dirapikan dengan penuh perhatian. Semua dilakukan oleh setiap relawan dengan penuh dedikasi agar nantinya barang-barang ini dapat memberikan kebahagiaan bagi pemilik barunya.

“Kami ingin memastikan setiap penerima merasa dihargai dengan mendapatkan pakaian yang layak, serta mereka dapat merasakan manfaatnya dari pakaian tersebut. Melihat pakaian tersebut bisa dipakai kembali rasa capek waktu pilah, hilang,”ujar Serly, relawan pelestarian lingkungan dengan penuh semangat.

Dengan sepenuh hati, relawan memastikan setiap yang datang mendapatkan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan

Lebih dari 2.000 potong pakaian telah tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kesuksesan bazar ini tidak terlepas dari semangat dan kerja keras setiap relawan dalam mempersiapkan setiap tahapannya. Beberapa hari sebelum bazar, berkoordinasi dengan Ketua RT setempat, relawan juga turun ke jalan, mengetuk setiap pintu rumah, mengajak masyarakat sekitar lokasi bazar untuk datang dan turut merasakan manfaat dari kegiatan ini.

Komunitas Sukarami: Saat Bahagia Tak Harus Mewah
“Terimakasih sudah diadakan bazar ini, Tzu Chi sering bantu untuk masyarakat sekitar sini termasuk bagi takjil kemarin saya juga merasakannya. Bazar ini lebih dari membantu masyarakat untuk membeli pakaian layak menyambut hari raya,” ujar Zakaria (54) warga Sukarami yang turut merasakan berkah Ramadan yang disalurkan Tzu Chi.

Zakaria tersenyum lebar saat memilih dompet saat bazar di Sekolah Pelita Sriwijaya.

Tak hanya itu, kegiatan ini menghadirkan momen haru dan bahagia. Salah satunya dirasakan Vivi (29) yang kali ini ia diberikan kepercayaan untuk menjadi koordinator pada bazar yang diadakan di Sekolah Pelita Sriwijaya Palembang.

Dengan mata berkaca-kaca menahan rasa haru, Vivi menceritakan pengalamannya ketika turun ke lapangan mengetuk pintu rumah warga. Saat itu ia bertemu dengan seorang ibu yang tinggal di sebuah rumah sangat sederhana yang menceritakan bahwa dirinya tidak mampu untuk membeli satu potong baju walaupun seharga 10.000 rupiah. Kalimat tersebut membekas di hati Vivi menyadarkannya bahwa hal yang sering dianggap sederhana bagi sebagian orang, bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi yang lain.

Vivi memastikan setiap pakaian tersusun rapi agar dapat memberikan kenyamanan dan merasa dihargai pada warga saat berbelanja.

Komunitas Ilir Barat: Dampak yang Lebih Besar dari Sekadar Pakaian
“Hasil dari bazar ini tidak hanya memberi manfaat langsung kepada pembelinya. Seluruh dana yang terkumpul digunakan kembali untuk berbagai misi kemanusiaan Tzu Chi, seperti bantuan sembako, beasiswa pendidikan, hingga bantuan pengobatan bagi mereka yang kurang mampu,” kata Fenny Taslim koordinator saat ditemui di Bazar Pakaian Layak Pakai di Sekolah Negeri 141 Palembang.

Setiap pakaian yang terjual bukan hanya sekadar transaksi jual beli, namun setiap potong pakaian adalah bentuk kepedulian, yang mana masyarakat pun turut berdonasi dalam misi kemanusiaan Tzu Chi. Bazar pakaian layak pakai ini mengajarkan kepada kita berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki tetapi seberapa besar hati kita dalam memberi. Dari lemari ke hati, semoga kepedulian ini terus mengalir serta dapat memberikan kebahagiaan bagi yang membutuhkan.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Membersihkan Kekotoran Batin dengan Bervegetarian

Membersihkan Kekotoran Batin dengan Bervegetarian

23 April 2014
Manusia mempunyai 5 kekotoran batin yakni keserakahan, kebencian, kebodohan, kesombongan dan keraguan/kecurigaaan. Karena adanya kekotoran batin inilah, terjadilah begitu banyak bencana akibat ulah manusia.
Pakaian Layak Pakai untuk Mereka yang Membutuhkan

Pakaian Layak Pakai untuk Mereka yang Membutuhkan

29 Maret 2023

Relawan Tzu Chi Palembang membagikan pakaian layak pakai kepada 200 lebih warga di sekitar Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Taman Kenten, Palembang.

Menghimpun Berkah dan Menggalang Hati

Menghimpun Berkah dan Menggalang Hati

06 September 2016

Sebagai salah satu cara untuk menggalang hati serta menyosialisasikan pola makan vegetaris, Tzu Chi Pekanbaru mengadakan acara Bazar Amal dan Vegetarian yang diadakan di Mal Ska. Kegiatan bazar yang memperkenalkan berbagai makanan vegetaris dan banyak hal lainnya ini sudah diadakan sejak tahun 2009 dan kemudian menjadi agenda tahunan Tzu Chi Pekanbaru.

Keindahan sifat manusia terletak pada ketulusan hatinya; kemuliaan sifat manusia terletak pada kejujurannya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -