Dari Sampah Menjadi Emas, dari Emas Menjadi Cinta Kasih

Jurnalis : Nadia Ashari, Pira Apriliani, Susan Audri Natasya (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Almadina Najwatun Hasanah, Lina Nazwa Aulia (He Qi Jakarta Barat 3)

Sebelum memulai kegiatan, para relawan Tzu Chi berdoa bersama untuk mendoakan dunia terbebas dari bencana dan penderitaan.

Minggu pagi, 18 Oktober 2026, langit Jakarta Barat tampak cerah ketika 30 relawan Tzu Chi mulai berdatangan ke titik pilah di Jl. Kejayaan No. 3, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, tepat di seberang Nuansa Coffee and Roastery. Sejak pagi para relawan Tzu Chi komuntasi Xie Li Glodok dan Xie Li Mangga Besar berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan memilah sampah, para relawan belajar bahwa menjaga kelestarian bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana. Dengan dimentori relawan, para Tzu Ching, mahasiswa-mahasiswi BINUS University, dan relawan kembang turut belajar memilah barang yang masih dapat didaur ulang. Setiap barang yang dipilah dengan cermat menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya memperpanjang usia guna barang yang masih bermanfaat.

Sampah-sampah seperti kardus, botol plastik, kaleng, dan kertas, akan didaur ulang, lalu hasilnya disalurkan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan Tzu Chi, mulai dari Gan En Hu hingga kunjungan kasih. Kebiasaan memilah sampah pun dimulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Eti selaku, Koordonator Bidang Pelestarian Lingkungan Xie Li Glodok, memberikan arahan kepada para relawan sebelum memulai kegiatan. Ia menjelaskan pentingnya memilah sampah dengan benar agar barang yang masih dapat didaur ulang bisa dimanfaatkan kembali.

“Dulu semua sampah saya campur menjadi satu, lalu langsung dibuang. Sekarang, saya sudah mulai memilahnya,” tutur Eti, Koordinator Bidang Pelestarian Lingkungan Xie Li Glodok.

Baginya, barang daur ulang memiliki nilai yang tidak boleh disia-siakan. “Kalau kegiatan ini tidak berjalan, sayang sekali kalau emasnya terbuang. Setiap saat adalah emas, waktu juga emas,” ungkapnya.

Untuk mengajak lebih banyak warga peduli lingkungan, Eti aktif membagikan brosur dan mengedukasi masyarakat. Ia pun menyampaikan ajakan sederhana, “Kalau tidak menyumbangkan uang, sumbanglah barang daur ulang,” tegasnya.

Dengan Mencintai Bumi, Kita Sudah Mencintai Diri Sendiri
Sampah yang dipilah dapat menjadi sumber manfaat bagi sesama. Bagi Juliana, Wakil Koordinator Bidang Pelestarian Lingkungan Hu Ai Taman Sari, barang daur ulang ibarat emas yang dapat membantu masyarakat membutuhkan.

“Bagi orang itu sampah, tetapi bagi Tzu Chi itu emas karena bisa dijual dan hasilnya digunakan untuk membantu sesama,” tuturnya.

Relawan Tzu Chi bekerja sama dengan penuh semangat memilah sampah botol plastik, kemasan plastik, dan kertas sesuai jenisnya. Melalui kegiatan ini, relawan turut menerapkan kepedulian terhadap lingkungan.

Sejak bergabung pada 2023, Juliana menerapkan kebiasaan memilah sampah, mengumpulkan botol bekas di kantor, dan membuat kompos di rumah. Ia juga terus mengedukasi masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Baginya, menjaga lingkungan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama.

“Dengan mencintai Bumi, kita mencintai diri sendiri. Kita hidup di sini, jadi kita harus menyayangi,” pesannya.

Mengubah Sampah Menjadi Emas, Menumbuhkan Cinta Kasih
Salah satu relawan yang mengikuti kegiatan adalah Henny. Perkenalannya dengan Tzu Chi bermula dari celengan bambu di stan Tzu Chi saat perayaan Waisak di Taman Anggrek. Awalnya, ia mengira kegiatan Tzu Chi hanya sebatas memberikan bantuan kepada masyarakat. Namun, setelah bergabung sebagai relawan kembang, ia menemukan banyak kegiatan sederhana yang membawa manfaat bagi sesama.

Henny, salah satu Relawan Kembang Tzu Chi, dengan penuh semangat melipat dan menyusun kardus bekas menjadi satu tumpukan agar lebih rapi dan mudah diangkut untuk didaur ulang.

“Saya pikir Tzu Chi itu kegiatannya hanya memberi bantuan, seperti yang saya lihat di TV. Ternyata di dalamnya ada kegiatan-kegiatan kecil yang tidak terekspos,” kenangnya.

Kini, Henny terbiasa mengumpulkan botol bekas dan mengajak keluarga serta teman-temannya untuk tidak membuang barang yang masih dapat didaur ulang. Baginya, kebiasaan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus cara menebarkan cinta kasih.

“Mengubah sampah menjadi emas, emas tersebut menumbuhkan cinta kasih. Ternyata visi dan misi saya sejalan dengan Tzu Chi,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan kegiatan Pelestarian Lingkungan, para relawan Tzu Chi menikmati makan siang bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarsesama relawan.

Menjelang siang kegiatan pun berakhir. Kantong-kantong berisi barang daur ulang yang dijuluki “emas” telah tersusun rapi, kemudian diangkut menggunakan truk untuk diproses lebih lanjut. Hasil daur ulang tersebut nantinya akan menjadi salah satu bentuk cinta kasih yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, para relawan belajar bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan dengan tulus dan konsisten. Ucapan Gan En (bersyukur) dan jabat tangan hangat mengiringi kepulangan para relawan, membawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga tekad untuk terus melestarikan lingkungan dan mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bersatu Hati Menyelamatkan Bumi

Bersatu Hati Menyelamatkan Bumi

29 Desember 2014
Kegiatan yang bertujuan untuk mengaplikasikan misi pelestarian lingkungan ini rutin dilaksanakan pada minggu ketiga setiap bulannya. Lokasi yang dipilih dekat dengan masyarakat agar masyarakat ikut melibatkan diri dalam upaya melestarikan lingkungan dan sumber daya alam yang kian terbatas.
Menanamkan Rasa Cinta Lingkungan Sejak Dini

Menanamkan Rasa Cinta Lingkungan Sejak Dini

06 Mei 2024

Menyambut Hari Bumi, relawan Tzu Chi Medan melakukan sosialisasi pelestarian lingkungan dan pemilahan barang daur ulang di Sekolah Putra Bangsa Berbudi.

Menghimpun Cinta Kasih Lewat Pelestarian Lingkungan

Menghimpun Cinta Kasih Lewat Pelestarian Lingkungan

14 November 2018

Pada Minggu, 11 November 2018 diadakan peresmian titik kumpul daur ulang, sosialisasi SMAT, dan pelestarian lingkungan di beberapa komplek perumahan yang ada di Kota Medan, Sumatera Utara.

Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -