Dengan Welas Asih Melindungi Bumi

Jurnalis : Irsan Muljono (Tzu Chi Medan), Fotografer : Effendy Leman (Tzu Chi Medan)
 
foto

Posko Daur Ulang Tzu Chi Medan yang baru diresmikan tanggal 21 Juni 2009. Lokasinya tepat berada di halaman belakang kantor sekretariat Tzu Chi Medan.

Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Medan meresmikan pemakaian Depo Daur Ulang Sumber Daya Alam, Minggu (21/06) pukul 10.10 WIB, ditandai dengan penarikan kain merah secara serentak oleh para donatur dan insan Tzu Chi yang hadir. Tampak jelas papan merek dengan tulisan “Pusat Daur Ulang Sumber Daya Alam Tzu Chi”, berikut motto semangat relawan daur ulang di kanan kiri pintu gerbang dengan tulisan “Dengan Welas Asih Melindungi Bumi” dan ”Dengan Kebahagiaan Bersumbangsih Tanpa Pamrih Melakukan Pelestarian Lingkungan”. 

Pembangunan depo daur ulang ini diselesaikan dalam waktu sekitar 3 bulan. Berkat semangat gotong royong yang tinggi dari para donatur dan insan Tzu Chi , maka berdirilah “Pusat Daur Ulang Sumber Daya Alam Tzu Chi” yang berlokasi di halaman belakang Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Medan Jl. Cemara Boulevard Blok G1 No. 1-3.

“Saya sangat terharu dan tergugah oleh sumbangsih yang dilakukan oleh insan Tzu Chi kepada masyarakat, juga kepedulian dan tindakan nyata dari insan Tzu Chi terhadap pemanasan global dan pelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, saya tergugah untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan ini. Saya mengharapkan dengan sumbangsih saya yang kecil ini, dapat membangkitkan cinta kasih dari rekan-rekan yang lain, sehingga dapat menciptakan sebuah dunia yang bersih,” kata salah seorang donatur yang menghadiri acara peresmian.

foto  foto

Ket : - Relawan Tzu Chi Medan telah memulai kegiatan daur ulang sejak 6 tahun lalu. Karena kesungguhan hati
           para relawan, semakin lama semakin banyak masyarakat yang menyumbangkan sampah daur ulangnya
           kepada Tzu Chi. (kiri)
         - Posko Daur Ulang Baru Tzu Chi lebih luas dan tertata rapi agar para relawan merasa nyaman sewaktu
           menjalankan misi pelestarian lingkungan.
           (kanan)

Misi Pelestarian Lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Empat Misi Utama dan Delapan Jejak Langkah Dharma Master Cheng Yen. Dalam ceramahnya di Taichung, Taiwan, tepatnya pada bulan Agustus 1990, Master Cheng Yen menghimbau kepada para hadirin untuk memanfaatkan kedua telapak tangan yang digunakan untuk bertepuk tangan untuk melakukan pelestarian lingkungan, mengubah sampah menjadi emas dan emas menjadi cinta kasih, bersumbangsih tanpa pamrih dengan panggilan jiwa dalam melindungi dan menyelamatkan planet bumi ini, agar planet bumi sebagai rumah kita ini terlindungi dan terselamatkan.

Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Medan telah melakukan kegiatan pelestarian lingkungan sejak 6 tahun lalu, dimulai pada depo daur ulang yang bertempat di dua ruko bersebelahan dengan kantor sekretariat, yang dipinjamkan oleh seorang donatur. Berawal dari barang daur ulang yang hanya sedikit, namun berkat kesadaran dan dukungan dari masyarakat luas, jumlah barang daur ulang yang terkumpul semakin hari semakin meningkat, sehingga tempat yang ada tidak lagi memadai. Depo daur ulang yang baru pun didirikan demi memberikan kenyamanan dan keleluasan bagi relawan dalam menjalankan misi pelestarian lingkungan, juga agar lebih terarah dan lebih tepat.

foto  foto

Ket : - Relawan, donatur, dan undangan bersama sama menarik kain penutup papan nama tanda diresmikannya
           Posko Daur Ulang Baru Tzu Chi. Berkat kesatuan hati dan tekad relawan dan donatur, posko dapat
           diselesaikan dalam waktu 3 bulan. (kiri)
         - Relawan memperagakan lagu isyarat tangan yang isinya mengajak semua orang ikut dalam melestarikan
           lingkungan. (kanan)

Sekarang ini, Tzu Chi Medan rata-rata telah dapat mengumpulkan barang daur ulang lebih dari 20 ton perbulan, menurut perkiraan jumlah yang terkumpul akan semakin meningkat di hari-hari mendatang.

Bumi adalah tempat tinggal untuk umat manusia, akan tetapi beberapa tahun terakhir ini bencana alam terus terjadi, bahkan secara beruntun terjadi dalam setahun, kekayaan sumber alam tidak henti-hentinya dieksploitasi dan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, hanya karena ketamakan semata, bumi semakin menderita dan tidak selaras. Apabila hal tersebut terus berlanjut, maka bencana di dunia ini tidak akan pernah berhenti. Master Cheng Yen setiap saat menghimbau agar setiap insan Tzu Chi harus menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap alam semesta, kepada diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar kehidupan kita terhindar dari bencana.

foto  foto

Ket : - Relawan memperlihatakan sebuah celengan yang terbuat dari bahan daur ulang kepada pengunjung.
           Barang-barang yang sekilas tampak sebagai sampah, sesungguhnya masih dapat dimanfaatkan kembali.
         - Sewaktu peresmian depo daur ulang, relawan membuat sebuah "galeri" untuk memamerkan berbagai
           kerajinan yang dibuat dari bahan daur ulang. (kanan)

Melindungi bumi adalah kewajiban setiap penghuni bumi ini, diharapkan setiap unsur masyarakat dapat menyisihkan barang- barang yang bisa didaur ulang sebelum dijadikan sampah tidak berguna dan dibuang ke tong sampah, selain dapat turut meringankan pekerjaan petugas kebersihan juga ikut serta dalam melestarikan lingkungan. Mengutip kata perenungan Master “Dalam melakukan kegiatan daur ulang, selain dapat melestarikan lingkungan juga dapat melestarikan batin manusia”.

 

Artikel Terkait

Memperluas Kerjasama Dalam Kemanusiaan

Memperluas Kerjasama Dalam Kemanusiaan

24 April 2019

Yayasan Peduli Sehat Gotongroyong menjalin kerjasama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Liu Su Mei Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Raymond Chen CEO Peduli Sehat menandatangani nota kesepahaman dalam misi amal kemanusiaan di gedung DAAI Tzu Chi Center.

Banjir Jakarta: Menumbuhkembangkan Kurukunan Antar Sesama

Banjir Jakarta: Menumbuhkembangkan Kurukunan Antar Sesama

27 Januari 2014 Relawan Tzu Chi yang berinteraksi langsung dengan penerima bantuan dan memberikan jenis bantuan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Memberikan bantuan secara langsung kepada mereka yang benar-benar layak dibantu.
Bantuan Pascabanjir Bangka: Duri Sawit di Kaki Jeki

Bantuan Pascabanjir Bangka: Duri Sawit di Kaki Jeki

15 Februari 2016 Kaki Jeki tertusuk duri sawit saat hendak menyelamatkan harta bendanya yang terendam banjir, 8 Februari 2016. Luka itu membengkak itu membuatnya terpincang-pincang. Dia pun mendatangi Baksos Kesehatan Umum yang diadakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia pada Sabtu, 13 Februari 2016 di Pokso Pengungsian SDN 23 Sungai Selan.
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -