Di tengah hujan deras, warga tetap bersemangat datang ke Depo Pelestarian Kemanggisan untuk menerima Paket Beras Cinta Kasih Lebaran.
Hujan deras mengguyur wilayah Kemanggisan, Jakarta Barat pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Beberapa titik bahkan tergenang banjir. Namun cuaca yang kurang bersahabat tak menyurutkan langkah warga untuk datang ke Depo Pelestarian Kemanggisan, lokasi pembagian Paket Beras Cinta Kasih Lebaran yang ditujukan bagi warga Kelurahan Kebon Jeruk.
Sejak pagi hari, warga berdatangan dengan tertib. Para relawan Tzu Chi menyambut mereka dengan senyuman hangat dan penuh keramahan. Pada hari itu, sebanyak 487 paket beras Lebaran berhasil didistribusikan kepada masyarakat.
Sebanyak 22 relawan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri dari 7 relawan Komite (KM), 9 relawan Abu Putih (AP), dan 6 relawan Relawan Kembang (RK). Dengan semangat kebersamaan, para relawan bekerja sama mengatur jalannya pembagian bantuan sehingga dapat berlangsung dengan lancar.
Persiapan dengan Mengunjungi Warga
Sebelum pembagian paket beras, relawan terlebih dahulu melakukan tahap persiapan berupa pembagian kupon kepada warga. Pada 28 Februari 2026, sebanyak 500 kupon dibagikan langsung ke rumah-rumah warga berdasarkan data dari pihak kelurahan. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 11.00 pagi.
Seorang Relawan Kembang sedang menjelaskan syarat pengambilan paket cinta kasih dengan menjelaskan bahwa kupon tidak boleh rusak atau fotokopi, maupun hilang saat pengambilan.
Raissa, relawan Tzu Chi saat membagikan kupon kepada warga penerima bantuan beras yang memang membutuhkan.
Sebanyak 23 relawan ikut berpartisipasi, terdiri dari 9 relawan RK, 5 relawan KM, 8 relawan AP, dan 1 relawan APL. Melalui kunjungan langsung ini, relawan tidak hanya menyerahkan kupon, tapi juga berkesempatan berinteraksi dengan warga serta memahami kondisi kehidupan mereka secara lebih dekat.
Bagi para relawan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menjalin jodoh kebajikan dengan masyarakat di sekitar lingkungan depo Kemanggisan. Koordinator kegiatan, Intan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.
“Senang dan juga bersyukur ada kesempatan untuk melakukan ini, karena ini pertama kali kami menjalin jodoh dengan masyarakat lingkungan di daerah dekat depo ini. Kami juga bisa berbagi kepada orang-orang yang sebenarnya sudah banyak membantu kami, seperti tukang parkir, warga lingkungan, dan petugas kebersihan yang selama ini turut menjaga lingkungan sekitar.”
Di tengah kegiatan, relawan juga mengajak warga mengikuti gerak isyarat tangan lagu “Satu Keluarga”, yang melambangkan bahwa seluruh umat manusia sesungguhnya adalah bagian dari satu keluarga besar. Suasana pun menjadi lebih hangat dan akrab, terlihat dari senyum warga yang mengikuti gerakan tersebut dengan gembira.
Intan selaku koordinator kegiatan sedang memberikan briefing agar penyaluran Paket Beras Cinta Kasih Lebaran berlangsung tertib dan penuh dengan nilai-nilai budaya humanis.
Menanam Benih Kebajikan Melalui Celengan Bambu
Pada kesempatan tersebut, relawan juga memperkenalkan sekilas tentang awal mula kegiatan Tzu Chi yang berasal dari kebiasaan sederhana berdonasi melalui celengan bambu. Dengan penuh ketulusan, Amelia Tharuni menyampaikan pesan tentang semangat cinta kasih tanpa batas kepada para penerima bantuan. Ajakan tersebut menyentuh hati warga.
Ketika celengan bambu diedarkan, hampir sebagian besar warga penerima bantuan ikut berdonasi. Ada yang memasukkan uang logam, ada yang memberikan hingga Rp 50.000. Bahkan ada warga yang sempat pulang ke rumah karena tidak membawa uang, lalu kembali lagi untuk ikut berdonasi.
Yang lebih mengharukan, beberapa dari mereka adalah warga yang rumahnya sedang terkena banjir. Tidak hanya warga, petugas PPSU (Pasukan Oranye) yang sedang bertugas di sekitar lokasi pun turut menyumbangkan sebagian rezekinya.
Meski sebagai penerima bantuan, warga dengan tulus ikut berdonasi melalui celengan bambu.
Melihat warga yang berdonasi dengan wajah penuh senyum menjadi momen yang sangat menyentuh bagi para relawan. Mereka yang datang sebagai penerima bantuan justru menunjukkan bahwa semangat memberi tidak bergantung pada seberapa banyak yang dimiliki. Hari itu bukan hanya dilakukan pembagian beras cinta kasih, tetapi juga menjadi bukti bahwa cinta kasih sesungguhnya ada di dalam hati setiap manusia.
Editor: Khusnul Khotimah