Relawan Tzu Chi secara simbolis bersama TNI-POLRI dan pemerintah daerah menyerahkan paket sembako kepada warga terdiri dari beras 10 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi telur 5 bungkus, sirup 2 botol, gula pasir 1 kilogram, dan kecap manis 1 bungkus.
Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di bulan suci Ramadan, relawan Tzu Chi Batam dari komunitas He Qi Selatan Hu Ai Basuji membagikan bantuan beras dan paket sembako kepada warga ruli di Kampung Harapan Fanindo, Batam. Bantuan ini menjadi wujud kepedulian relawan Tzu Chi kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang hari raya.
Setiap paket bantuan berisi beras 10 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi telur 5 bungkus, sirup 2 botol, gula pasir 1 kilogram, dan kecap manis 1 bungkus. Sebanyak 277 paket beras dan sembako disalurkan kepada warga agar dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
Sejak pukul 09.00 WIB, warga sudah mulai berdatangan dan berbaris dengan tertib di lokasi pembagian. Wajah-wajah penuh harap terlihat di antara mereka yang menantikan bantuan. Suasana hangat pun terasa ketika relawan dan warga saling menyapa dengan ramah, menciptakan kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.
Eko Deswanto (rompi) menyadari di Yayasan Tzu Chi, Eko tidak hanya dapat menyumbang secara materi tapi juga tenaga. Pengalaman menyalurkan bantuan secara langsung ini bagi dirinya maupun istrinya adalah pengalaman yang sangat berharga.
Rahmansyah, warga RT 03 RW 03 yang bekerja sebagai wiraswasta, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan menjelang Lebaran.
“Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang kurang mampu. Kami merasa terbantu dan bahagia. Yang saya rasakan, bantuan ini tidak memandang agama ataupun suku. Semua warga bisa merasakan kepedulian yang sama,” ujar Rahmansyah.
Erliani, Ketua RT 03, menyampaikan bantuan sembako dari Yayasan Tzu Chi sangat membantu meringankan beban warga, terutama karena harga kebutuhan pokok cenderung meningkat menjelang Lebaran.
Ketua RT 03, Erliani, juga menyambut baik kegiatan pembagian beras dan sembako tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan ekonomi warga biasanya meningkat selama bulan Ramadan, sehingga bantuan sembako sangat membantu masyarakat prasejahtera di lingkungannya.
Erliani mengaku telah lama mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi, khususnya melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan kesehatan. Ia bahkan pernah merasakan langsung kepedulian Tzu Chi ketika salah satu warganya membutuhkan bantuan operasi namun terkendala biaya.
“Saya pertama kali mengetahui Yayasan Buddha Tzu Chi dari teman. Saat itu ada warga yang sakit dan harus menjalani operasi, tetapi terkendala biaya dan hidup sebatang kara. Saya kemudian datang ke kantor Tzu Chi di Baloi, dan alhamdulillah direspons dengan baik. Warga kami akhirnya bisa mendapatkan bantuan,” kenangnya.
Murid kelas Budi Pekerti (Tzu Shao) membagikan Buletin Tzu Chi sebagai sosialisasi kegiatan Yayasan Tzu Chi kepada warga saat pembagian kupon paket lebaran.
Koordinator kegiatan, Victor Huang, menjelaskan bahwa ini merupakan pertama kalinya ia dipercaya menjadi penanggung jawab kegiatan pembagian paket sembako menjelang Lebaran. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama dalam memahami proses persiapan kegiatan hingga pengajuan kebutuhan bantuan.
“Tujuan kegiatan hari ini adalah untuk berbagi cinta kasih. Berkat kerja sama para relawan, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” ujar Victor.
Bagi pasangan relawan Eko Deswanto dan Megawati, keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial bersama Tzu Chi memberikan makna tersendiri. Mereka merasa bersyukur dapat turut terlibat langsung dalam melayani dan membantu masyarakat.
“Dengan adanya Yayasan Buddha Tzu Chi, saya merasa tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga bisa terlibat langsung membantu masyarakat. Rasanya sangat menyenangkan ketika melihat warga merasa terbantu dan bahagia menerima bantuan ini,” ungkap Eko.
Warga telah berdatangan sejak pagi hari, bahkan saat relawan masih mempersiapkan lokasi kegiatan, menunjukkan antusiasme dan harapan akan bantuan yang diberikan.
Eko menambahkan bahwa waktu yang digunakan untuk membantu orang lain sama berharganya dengan waktu yang digunakan untuk bekerja mencari nafkah. Meskipun pembagian bantuan beras mungkin hanya sekali bagi sebagian warga, namun ia merasakan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka.
Ia dan istrinya berharap dapat terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial bersama relawan Tzu Chi di masa mendatang. Menurutnya, komitmen Yayasan Buddha Tzu Chi dalam membantu masyarakat sangat luar biasa karena dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan berbagi ini, relawan Tzu Chi berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Di bulan yang penuh berkah ini, bantuan sederhana yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan serta meringankan beban warga dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Editor: Anand Yahya