Gempa Jepang: Galang Hati di Shinjuku
Jurnalis : Zhang Xiu Min (Rel. Tzu Chi Taiwan), Fotografer : Chen Wen Si dan Xu Bo Qing (Rel. Tzu Chi Taiwan)|
|
| ||
Oleh karena itu, setelah diidentifikasikan bahwa tokyo merupakan daerah yang bebas dari pengaruh radioaktif (ada kebocoran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir pasca gempa di Jepang -red), maka pada pagi hari itu para relawan dengan hati yang tulus turun ke jalan untuk menggalang dana. Menggalang Hati dan Kepedulian
Keterangan :
Ada seorang Shijie yang berasal dari daerah Gao Xiong yang terlebih dahulu memasukkan puluhan ribu yen Jepang ke dalam kotak amal, dan setelah itu ia pun ikut serta membantu kegiatan penggalangan dana ini. Walaupun ia tidak bisa berbahasa Jepang, tetapi dengan niat yang baik maka hal itu dapat mewakili seribu bahasa. Para relawan berharap semoga setelah bencana besar ini melewati masa kritisnya, akan ada lebih banyak orang lagi yang tergerak hatinya. Pembangunan kembali setelah pascagempa mungkin akan sangat sulit, oleh karena itu relawan turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana yang bertujuan menggerakkan kepedulian semua orang di dunia. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi orang yang ingin menyalurkan cinta kasihnya, dan juga demi menjaga keberlangsungan kebajikan di dunia ini sebagai wujud pelaksanaan salah satu ajaran dharma: cinta kasih yang tak akan pernah terhenti. (Sumber: www.tzuchi.org.tw tanggal 19 Maret 2011, di terjemahkan oleh Lievia Marta) | |||
Artikel Terkait
Harapan untuk Eka (Bag. 1)
20 Oktober 2011
Bersyukur, Menghormati, dan Cinta Kasih
17 Mei 2009 Di bulan Mei setiap tahunnya, seluruh relawan Yayasan Buddha Tzu Chi di dunia merayakan ”Hari Waisak, Hari Ibu, dan Hari Tzu Chi Sedunia”. Demikian pula dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Bali yang ikut merayakannya pada tanggal 17 Mei 2009.








Sitemap