Gempa NTT: Bahagia Warga Menerima Uluran Tangan Sesama

Jurnalis : Arimami Suryo A, Fotografer : Arimami Suryo A

Relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia membagikan paket logistik bagi korban gempa di Desa Satar Kampas dan Desa Satar Padut. Tampak kebahagiaan Efi Wandi, salah satu warga Dusun Ronting setelah menerima bantuan dari relawan.

Walaupun tidak ada lagi ruang-ruang seperti di rumah, para korban gempa NTT yang tinggal di tenda-tenda pengungsian tetap tabah menjalani hari-hari. Ditengah keterbatasan tersebut, uluran tangan untuk membantu mereka menjadi semangat, harapan, serta secercah kebahagiaan untuk kembali bangkit dari keterpurukan pascabencana.

Seperti yang dirasakan Efi Wandi (26), salah satu warga Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Gempa Magnitudo 7.7 yang mengguncang NTT pada 15 September 2026 lalu membuat Dusun Ronting yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan berada di pesisir Pantai, menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah karena jarak dusun ini dengan pusat gempa hanya delapan kilometer.

Pada saat gempa terjadi, Efi, suami, dan anaknya baru saja terbangun dari tidur. “Kita baru bangun tidur, kita lari keluar rumah semua. Setelah itu suami saya lari ke pantai dan melihat air laut surut,” ungkap Efi.

Menyadari akan adanya potensi tsunami, suami Efi pun segera memberitahunya dan warga lainnya terutama perempuan dan anak-anak untuk segera lari ke bukit.

"Kami disuruh lari, saya tidak sempat memakai alas kaki dan langsung berlari sambil menggendong anak karena situasinya panik sekali. Sampai di bukit kami berdoa semua,” lanjutnya.

Kondisi salah satu bangunan yang hancur di Desa Satar Kampas, sebagian besar bangunan di wilayah ini hancur karena dekat dengan titik gempa yang mengguncang NTT.

Iring-iringan bantuan logistik yang dibawa relawan TTD Tzu Chi Indonesia menuju Desa Satar Kampas dan Desa Satar Padut.

Setelah bertahan di bukit bersama warga lainnya, pada hari kedua Efi beserta warga lainnya baru berani turun ke dusun untuk melihat kondisi rumah walaupun gempa susulan masih sering terjadi. “Rumahnya kondisinya rusak,” jelas Efi singkat. Kondisi ini pun membuat Efi dan keluarga beserta warga Dusun Ronting lainnya tinggal di tenda pengungsian.

Bantuan demi bantuan juga digulirkan bagi warga dusun ini, karena warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan belum bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala. “Senang dan bersyukur sekali karena masih ada yang peduli dengan kami. Untuk hidup sehari-hari ya dari bantuan saja karena suami kan belum berani melaut lagi,” kata Efi.

Relawan Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia yang menerima data warga dan kebutuhan pengungsi di Dusun Ronting segera membagikan bantuan logistik. “Beras ini untuk dimasak di pengungsian, ini terpal paling kita butuh untuk melapisi tenda. Berguna sekali, hati kami senang. Terima kasih banyak kepada Yayasan Tzu Chi sudah bantu masyarakat disini, semoga murah rejekinya,” ungkap Efi bersukacita.

Sukacita warga Desa Satar Kampas yang mayoritas beragama Islam setelah mendapatkan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Katarina Linsa (baju kuning), tampak bahagia bersama umat Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus, Dampek lainnya sesaat setelah menerima bantuan terpal, beras, air mineral, dan mi instan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Kebahagiaan lainnya juga dirasakan Katarina Linsa (62), salah satu warga Dusun Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabapaten Manggarai timur yang juga menerima paket bantuan logistik dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Pada saat kejadian gempa, Katarina sedang berada di Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus, Dampek bersama warga lainnya untuk berdoa. “Saya sedang berdoa di gereja, tiba-tiba dikagetkan dengan goyangan. Kata romo ‘tahan’. Karena goncangannya semakin kuat atap kiri dan kanan gereja sudah turun, sekitar 60 umat yang di belakang sudah langsung keluar, saya masih bertahan di dalam,” kenang Katarina.

Setelah gempa berhenti, Katarina yang saat itu berada di gereja segera pulang ke rumah. “Setelah sampai di rumah, anak dan cucu saya sudah duduk di luar rumah. Kondisi rumah saya retak-retak,” katanya singkat. Karena tidak berani masuk ke rumah, Katarina dan keluarga tinggal di tenda darurat di sekitar rumahnya.

Saat Tzu Chi Indonesia membagikan bantuan di Dusun Dampek, Katarina dan ratusan umat Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus lainnya dengan sabar menunggu pembagian. Setelah menukarkan kupon, wajah Katarina pun tampak berseri-seri sambil membawa paket bantuan dari Tzu Chi Indonesia berupa beras, air mineral, terpal, dan mi instan.

“Dengan adanya bantuan ini, beban kami berkurang. Saya ucapkan terima kasih atas bantuan ini, karena sudah berbagi kepada kami korban gempa yang kekurangan air dan terpal. Dengan adanya bantuan ini, secara tidak langsung bapak-bapak relawan dari Buddha Tzu Chi juga merasakan apa yang kami rasakan,” kata Katarina penuh sukacita.

Memberi Bantuan Sesuai Kebutuhan  
Pada Kamis, 17 September 2026 Relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia membagikan paket logistik bagi korban gempa di Desa Satar Kampas dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Sebanyak 1.500 paket sembako berupa terpal, mi instan, beras, air mineral dibagikan di Desa Satar Kampas yang terdiri dari 4 dusun (Dusun Waso, Dusun Ronting, Dusun Maki, Dusun Rana Pandang) dan Desa Satar Padut yang juga terdiri dari 4 dusun (Dusun Dampek, Dusun Watu Guling, Dusun Sambi Onok, Dusun Wae Ciu).

Relawan TTD Tzu Chi Indonesia asal Kota Pekanbaru, Mulyadi Salim memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada umat Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus, Dampek sebelum pembagian bantuan logistik dimulai.

Romo Albertus Abuper, Pemuka Agama Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus, Dampek merasa bersyukur dengan kehadiran relawan Tzu Chi yang memberikan perhatian dan bantuan kepada umat yang terdampak gempa.

Romo Albertus Abuper, Pemuka Agama Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus, Dampek juga menyambut baik kehadiran relawan Tzu Chi untuk memberikan perhatian bagi korban gempa di Dusun Dampek.

“Saya mewakili seluruh umat yang menerima, kami sangat bahagia dan sangat bersyukur berkat kehadiran grup ini (relawan Tzu Chi). Kami melihat suatu hati putih yang dipersembahkan bagi kami. Harapannya semoga semua relawan Tzu Chi yang melayani umat disini dan ditempat lain yang menjadi korban gempa selalu diberikan kesehatan lahir dan batin, dijauhkan dari bencana, dan diberkati oleh Tuhan,” kata Romo Albertus Abuper.

Relawan TTD Tzu Chi Indonesia, Tjiu Bun Fu membantu membawakan logistik bantuan yang diterima salah satu warga korban gempa di Desa Satar Kampas.

Medan yang sulit dan jarak yang jauh untuk membagikan bantuan logistik bagi korban gempa NTT bukan menjadi masalah bagi relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia. Terlebih lagi para pengungsi yang lokasi tempat tinggalnya dekat dari pusat gempa masih terus membutuhkan uluran tangan karena masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Hal ini pun menjadi perhatian relawan dimana kebutuhan utama di tenda pengungsian menjadi prioritas utama untuk dibagikan.

“Kita lihat di Kecamatan Lamba Leda Utara memang dekat dengan pusat gempa ya. Delapan puluh persen rumah warga di dusun-dusun di kecamatan ini roboh dan warga masih di pengungsian. Jadi kita ikut membagikan terpal bagi mereka. Melihat mereka datang dan senang menerima bantuan membuat kami relawan juga ikut berbahagia. Semoga bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia ini bermanfaat bagi warga korban gempa NTT,” ujar Tjiu Bun Fu, relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Gempa NTT: Perhatian yang Menguatkan di Tengah Trauma Gempa

Gempa NTT: Perhatian yang Menguatkan di Tengah Trauma Gempa

17 September 2026

Untuk meringankan duka dan trauma warga korban gempa NTT, Tzu Chi memberikan bantuan layanan kesehatan dan bantuan logistik di Desa Barang dan Dusun Nundang.

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Tzu Chi (Pascagempa) ke NTT Gelombang ke-2

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Tzu Chi (Pascagempa) ke NTT Gelombang ke-2

16 September 2026

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali mengirimkan dan membagikan bantuan logistik serta layanan kesehatan bagi korban gempa NTT gelombang kedua.

Gempa NTT: Tak Kenal Lelah, Relawan Tzu Chi Salurkan Bantuan hingga Malam untuk Warga Desa Satar Kampas

Gempa NTT: Tak Kenal Lelah, Relawan Tzu Chi Salurkan Bantuan hingga Malam untuk Warga Desa Satar Kampas

31 Agustus 2026

Hingga larut malam, relawan Tzu Chi menyalurkan 248 paket bantuan kepada warga Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, NTT. 

Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -