Generasi Muda Peduli Lingkungan

Jurnalis : Hendra Gusnadhy (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Elvindy (Tzu Chi Bandung)
 
 

foto
Para peserta dan relawan Tzu Chi mempraktikkan langsung pelestarian lingkungan dengan belajar menyelamatkan bumi dengan mendaur ulang sampah.

Dalam menjalankan berbagai misinya, Tzu Chi tidak dapat terlepas dari partisipasi relawan. Seiring perjalanan waktu, dibutuhkan relawan muda yang tergerak hatinya dan dilandasi dengan hatiyang tulus untuk bersama-sama menanam benih kebajikan guna membantu sesama yang membutuhkan.


Berdasarkan hal itu, pada tanggal 15 Juli 2012, Tzu Ching (muda mudi Tzu Chi) Bandung mengadakan acara Sosialisasi Tzu Ching dan Pelestarian Lingkungan yang berlangsung di kantor perwakilan Bandung, Jln. Ir. H. Juanda no 179, Bandung. Acara sosialisasi yang bertepatan dengan hari pelestarian lingkungan sedunia ini diikuti oleh 12 peserta yang merupakan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Bandung. Selain itu sebanyak 17 relawan Tzu Chi Bandung turut hadir dalam acara tersebut.

Tujuan dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan Tzu Ching dan kegiatannya serta menerangkan pelestarian lingkungan yang sedang dilaksanakan oleh Tzu Chi kepada mahasiswa-mahasiswi yang berada di Bandung. “Tujuan dari acara hari ini adalah acara pelestarian lingkungan internasional. Kita sebagai Tzu Ching ingin berpartisipasi untuk melakukan suatu langkah dalam rangka menyelamatkan bumi kita.” ujar Fransiska, ketua Tzu Ching Bandung.

Acara yang dimulai pada pukul 14.00 WIB ini diawali dengan pengenalan singkat tentang Tzu Chi dan sejarah berdirinya Tzu Ching di Taiwan kepada para peserta. Selain itu, dikenalkan juga kegiatan-kegiatan Tzu Ching Bandung dan Tzu Ching di Indonesia dalam menjalankan misi-misi Tzu Chi. Pada kesempatan kali ini, selain mendapat informasi tentang Tzu Chi para peserta pun dapat bersosialisasi sehingga menciptakan pertemanan dengan peserta lainnya.

“Senang, soalnya kita bersosialisasi dengan Tzu Ching-Tzu Ching yang lainnya dan terus kita punya pengalaman yang belum tentu kita alami ke depannya,” kata Yessy Sutanto yang mengikuti acara ini dengan antusias.

Acara ini pun menjadi ajang untuk mengajak atau merekrut para mahasiswa-mahasiswi untuk bergabung di dunia Tzu Chi melalui Tzu Ching Camp yang rencananya akan diadakan pada bulan Oktober mendatang di Jakarta. “Oh iya, berminatnya sangat tinggi, 100% dan nanti Tzu Ching camp yang akan datang bakal ikut,” tambah Yessy.

Lebih Peduli Lingkungan
Setelah sosialisasi tentang Tzu Ching, sosialisasi tentang pelestarian lingkungan yang sedang dilaksanakan oleh Tzu Chi pun disampaikan oleh salah satu anggota Tzu Ching Bandung, Anita. Pada sesi ini, pembawa materi menggugah para peserta sebagai generasi muda untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar kita.

foto   foto

Keterangan :

  • Peserta acara sosialisasi, Yessy Sutanto (kanan), sangat senang dapat mengikuti acara ini karena dapat bersosialisasi dan menciptakan pertemanan dengan peserta lainnya (kiri).
  • Dengan memulai dari diri sendiri melalui bervegetarian, kita juga telah bersumbangsih untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan (kanan).

Di sini, diterangkan pula tentang konsep pelestarian lingkungan Tzu Chi, yaitu  perlunya menimbang ulang, mengurangi, memakai kembali, memperbaiki dan mendaur ulang dalam menggunakan sumber daya. Untuk dapat menjalankan konsep ini, diperlukan kesadaran dari diri sendiri untuk melakukannya dari sekarang dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mendapatkan pemahaman tentang pelestarian lingkungan, para peserta sosialisasi bersama relawan Tzu Chi berkesempatan untuk mempraktikkannya langsung. Di sini, peserta dijelaskan dan mempraktikkan bagaimana cara memilah sampah botol plastik, kaleng, kertas, dan sampah lainnya dengan benar.

Selain mendaur ulang sampah, ada hal lainnya yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi. Hal tersebut adalah dengan bervegetarian. Dengan bervegetarian, kita dapat mengurangi pelepasan CO2 yang dikeluarkan oleh hewan-hewan yang biasa dikonsumsi. Dengan mengurangi CO2 maka kita juga dapat menekan suhu bumi agar tidak semakin panas.  

Pada kesempatan kali ini, untuk mensosialisasikan bervegetarian, relawan Tzu Chi pun mempraktikkan memasak makanan vegetarian kepada para peserta. Sebanyak 4 menu masakan vegetarian disajikan pada acara ini. Melihat mudahnya membuat masakan vegetarian, para peserta pun ikut membantu relawan untuk memasak makanan yang tentunya sehat dan bergizi.
            
Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan, barisan Tzu Chi dapat bertambah dalam menyalurkan cinta kasih yang tulus untuk menolong sesama makhluk hidup dan menyelamatkan bumi dengan mendaur ulang sampah dan bervegetarian.

"Harapannya dengan kita mengadakan sosialisasi ini teman-teman dari Tzu Ching dapat mengerti bahwa setiap sampah yang dihasilkan itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai. Jadi dengan adanya pengetahuan ini berharap mereka bisa dapat melakukan langkah-langkah kecil seperti hemat listrik, pemakaian air, dan bisa memulai pola makan vegetarian," harap Fransiska.

 

 
 

Artikel Terkait

Bantuan Cinta Kasih untuk Guru Mengaji dan Marbot Masjid

Bantuan Cinta Kasih untuk Guru Mengaji dan Marbot Masjid

02 Mei 2023
Bulan Ramadan dimanfaatkan relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Downstream Lampung untuk memberi perhatian kepada guru mengaji dan marbot masjid di Desa Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.
Langkah Penting Menuju Pola Hidup Sehat

Langkah Penting Menuju Pola Hidup Sehat

03 September 2020

Tzu Chi Batam mengadakan PO Catering dari tanggal 20-26 Agustus 2020 untuk membantu masyarakat menginjak langkah pertama mereka menuju pola hidup sehat. Ada sebanyak 400 peserta yang berpartisipasi pada kegiatan kali ini.

Donor Darah, Dapat Berkah

Donor Darah, Dapat Berkah

08 Oktober 2019

Dion Afriyand (20), seorang donor yang bahagia karena bisa mendonorkan darahnya. “Ini ibaratnya sama halnya seperti menolong orang tua. Saya merasa acara ini sangat bagus karena bisa mengajak orang lain untuk membantu orang yang sedang membutuhkan darah atau orang yang kesusahan,” ungkapnya.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -