Hari Ibu, Mengingatkan Anak Untuk Berbakti

Jurnalis : William (Tzu Chi Perwakilan Batam), Fotografer : Tzu Chi Perwakilan Batam
 
 

foto
Saat perayaan hari ibu, para anak dan ibu saling berpelukan dan menumpahkan air mata.

Master Cheng Yen pernah mengatakan, "Menenangkan hati dan membahagiakan kedua orang tua kita, itulah berbakti." Sebagai seorang anak, kita harus senantiasa menenangkan hati dan membahagiakan ayah dan ibu kita. Mengingat perjuangan membesarkan dan mendidik seorang individu mulai dari bayi sampai beranjak dewasa tidaklah mudah dan penuh pengorbanan, berbakti merupakan kewajiban terpenting bagi seorang anak.

 

Pada minggu kedua Mei tahun ini, Para insan Tzu Chi kembali mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam peringatan hari ibu setelah perayaan hari Waisak. Peringatan tahun ini dimulai dengan kelas budi pekerti menampilkan isyarat tangan, Mu Qin De Shou (Tangan Ibunda) dan menyanyikan lagu Zui Mei De Xiao Rong (Senyuman Terindah). Setelah itu, dilanjutkan dengan pemotongan kue hari ibu oleh para relawan dan seorang ibunda peserta.

Pada tahun ini, yang membedakan antara peringatan tahun-tahun sebelumnya adalah diadakan acara membasuhi kaki ibu, sebagai wujud berbakti sang anak kepada ibunda atas jasa dan pengorbanan mereka. Ada juga seorang anak yang sudah berkeluarga membasuhi kaki ibundanya yang berusia senja, sebuah keteladanan yang menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua tidak pernah dibatasi oleh usia. Suasana acara menjadi terharu oleh air mata para anak-anak dan ibu yang mengalir di gedung Univesitas Internasional Batam.  Mereka berpelukan dan menangis, dan peserta diajak untuk sharing apa yang mereka rasakan ketika acara membasuhi kaki. Ada beberapa peserta yang menangis karena teringat akan ibunda mereka yang telah tiada serta menyesal karena mereka belum sempat membasuhi kedua kakinya.

foto   foto

Keterangan :

  • Sebagai bakti, anak mencucuikan kaki ibunya (kiri).
  • Anak-anak juga diminta untuk menyuguhkan the kepada para ibu (kanan).

Setelah membasuhi kedua kaki ibunda, anak-anak memberi  segelas teh dengan penuh kehormatan kepada ibunda. Para ibunda tidak menghabiskan tehnya, malah menyisakan sebagian besar untuk anak-anak mereka, sebuah wujud kasih sayang sejati oleh seorang ibu kepada anak. Kemudian para shijie menampilkan isyarat tangan "Gan En De Xin" sebagai acara penutup. Sebelum acara ditutup, para ibunda diberikan sebatang bunga anyelir, bunga yang melambangkan peringtan hari ibu.

Dwiani, salah seorang peserta yang mengikuti peringatan hari ibu mengatakan, "Acara ini bagus sekali karena sangat membangun jiwa sehingga akan mengingat betapa berharganya seorang ibu. Harapan saya anak-anak itu jangan pernah benci orang tua karena setiap kali orang tua marah atau cerewet itu pasti demi anaknya."

Meskipun diperingati hanya sekali dalam satu tahun, bukan berarti kita berbakti dan membahagiakan ibunda kita hanya satu hari saja. Semoga kita bisa membangkit dan meningkatkan sikap berbakti yang baik sebagai seorang anak, mengingat dan bersyukur atas semua jasa dan pengorbanan yang telah mereka lakukan selama ini.

  
 

Artikel Terkait

Bersumbangsih di Desa Sukamandang, Kalimantan Tengah

Bersumbangsih di Desa Sukamandang, Kalimantan Tengah

06 Juli 2018
Pada 12 Juni 2018, Relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Kalimantan Tengah 4 yang berada di wilayah Sungai Ayawan Estate bergerak untuk memberikan paket bantuan bagi keluarga yang membutuhkan di sekitar Desa Sukamandang, Kalimantan Tengah. Enam orang relawan bersama menuju ke sana.
Dua Ribu Paket Beras untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 di Tasikmalaya

Dua Ribu Paket Beras untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 di Tasikmalaya

30 November 2020

Senin, 30 November 2020, Polres Tasikmalaya dan Kodim 0612 Tasikmalaya menyalurkan bantuan 2.200 paket beras (@ 5 kg) dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada masyarakat kurang mampu di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Paket Lebaran 2019: Tzu Chi Berbagi Bingkisan Lebaran, Tebar Kebahagiaan di Kamal Muara

Paket Lebaran 2019: Tzu Chi Berbagi Bingkisan Lebaran, Tebar Kebahagiaan di Kamal Muara

21 Mei 2019

Sepanjang bulan Ramadan, banyak aktivitas amal yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk warga muslim, termasuk memberikan paket lebaran di wilayah yang pernah dibantu oleh Tzu Chi. Salah satunya adalah wilayah Kamal Muara. Relawan Tzu Chi memberikan 1.243 paket lebaran di wilayah tersebut.

Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -