Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan
Jurnalis : Henny Laurence, Fotografer : Himawan Susanto|
|
| ||
Dalam bazar ini, 10 relawan Tzu Chi dari Makassar juga tak ketinggalan ikut berpartisipasi. Mereka membuka stan makanan khas Makassar. Para relawan dari belahan timur Indonesia ini sudah tiba di Jakarta sejak tanggal 8 April 2011, dan mereka segera mempersiapkan berbagai macam barang kebutuhan yang semua khusus dibawa dari Makassar. Makanan yang disajikan adalah nasi campur, coto Makassar, juga pisang epe. Untuk membuat Burasa –nasi yang diaron dengan santan, setelah itu dibungkus dengan daun pisang, dan dimasak sampai matang selama 4 jam agar cita rasa tidak berubah– para relawan Makassar ini membawa langsung pisang, gula merah, dan daun pisang sebagai pembungkusnya dari Makassar. Daun pisang khusus dibawa karena daun pisang di Jakarta tidak selebar seperti yang di Makassar.
Keterangan :
Untuk coto Makassar yang umumnya dimasak mengunakan daging, relawan Tzu Chi Makassar menyiasatinya dengan bahan-bahan masakan berbahan vegetarian tanpa mengurangi cita rasa masakannya. “Cita rasanya pas dan tidak kalah lezat dengan bahan aslinya,” ujar Maisy salah satu pengunjung bazar yang mencicipi coto Makassar ini. (Henny Laurence – Tzu Chi Makassar) | |||
Artikel Terkait
Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
01 Agustus 2023Relawan Tzu Chi di Xie Li Lampung turut berperan mencegah meningkatnya angka stunting dengan memberikan penyuluhan kesehatan anak di Desa Sidang Gunung Tiga, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji.
Memberi Tanpa Pamrih
20 Desember 2010 Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan PMI menggelar kegiatan donor darah. Minggu, tanggal 19 Desember 2010 jam 9 pagi, relawan Tzu Chi dari He Qi Utara melakukan kegiatan donor darah rutin 3 bulan sekali yang diadakan di Sekolah Amitayus, Jelambar, Jakarta Barat.








Sitemap