Indahnya Berbagi Kasih
Jurnalis : Fitriyani.M (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Sry Wahyuni dan Robin Johan (Tzu Chi Makassar)|
|
| ||
“Awalnya panti ini bernama Liposos (Lingkungan Pondok Sosial) yang bergerak di bidang sosial seperti menampung gelandangan, pecandu Narkoba, lansia serta orang-orang yang memiliki permasalahan sosial lainya. Yayasan ini dulu bertempat di Jl. Cendrawasih, tetapi sejak tahun 1977 yayasan ini berubah nama menjadi Panti Sosial Tresna Werdha dan hanya menangani para lansia atau berubah menjadi panti jompo,” ungkap Hariani salah satu pengelola panti. Sekarang, yayasan ini di pimpin oleh Udan Suheli, AKS.M.Pd. Panti jompo ini memiliki 4 program, yaitu program reguler, program home care service, program day care service, dan program penanganan trauma lanjut usia. Kami mengunjungi program reguler yang memang tinggal di dalam panti sebanyak 100 orang. Tujuan para relawan Tzu Chi dan Tzu Ching Makassar dalam kunjungan kasih ini adalah untuk berbagi kasih kepada opa dan oma dengan memberikan pelayanan, seperti, memotong kuku dan rambut, bernyanyi bersama, berjoget bersama, serta bermain games. Selain itu, seperti biasanya para relawan Tzu Chi dan Tzu Ching memberikan perhatian khusus kepada oma dan opa, makan siang bersama, bernyanyi dan berjoget bersama, serta membagikan beberapa bingkisan. Anak-anak Tzu Ching penuh semangat berbagi kasih. Meskipun hujan, mereka tetap berkeliling panti dari kamar ke kamar mengunjungi oma dan opa yang sudah tidak bisa ke ruangan . “Saya sangat senang. Kalau Yayasan Buddha Tzu Chi yang ke sini selalu menyenangkan dan memberikan kesan tersendiri bagi kami. Selain itu, perhatian yayasan ini sangat berbeda dengan yang lain, karena yang mereka lakukan seperti bernyanyi dan berjoget bersama, menggunting kuku serta mencukur rambut kami, terasa (seperti) cucu kami sendiri yang melakukanya,” ungkap Oma Masa yang sudah 23 tahun tinggal di panti ini.
Keterangan :
Rasa bahagia juga dituturkan oleh Opa Minggus Manuhutu yang sudah 9 tahun menjadi penghuni panti ini. “Kalau yayasan ini mengunjungi kami selalu berkesan. Yayasan Tzu Chi ini juga sudah sangat sering datang mengunjungi kami. Pesan saya, semoga yayasan ini semakin baik dan panjang umur, begitu pun kami sehingga jalinan jodoh mempertemukan kita lagi,” ungkapnya. Pelajaran dari Kunjungan Kasih Nurul yang pertama kali mengikuti kegiatan sosial di Tzu Chi, mengaku merasa senang dan terharu sebagai anak muda. Merasa gembira karena bisa menghibur oma dan opa, juga terharu karena teringat oma dan opa yang hidup di masa tua, tapi tidak didampingi oleh keluarga. “Saya merasa senang, oma dan opa itu memang sangat membutuhkan perhatian dari keluarga. Mengikuti kunjungan kasih ini saya mendapatkan banyak pelajaran, salah satunya saya harus lebih memperhatikan orang tua serta oma dan opa saya di rumah,” tuturnya. Kunjungan kasih ke panti jompo merupakan wujud rasa empati dari para relawan Tzu Chi. Rasa lelah yang ada di benak kami seakan sirna setelah menyaksikan tawa gembira oma dan opa, yang semakin menyejukkan hati para relawan untuk terus bersumbangsih dan berbagi kasih. | |||
Artikel Terkait
Tzu Chi dan Korem 052 Renovasi Panti Asuhan, Ciptakan Tempat Tinggal Layak
14 April 2025Tzu Chi Indonesia bersama Korem 052/Wijaya Krama melakukan survei untuk merenovasi bagunan Yayasan Sosial Panti Asuhan Amanah Assodiqiyah di daerah Rajeg, Tangerang, Banten.
Pemberkahan Akhir Tahun : Semangat dalam Keterbatasan
03 Februari 2015Pada saat menjalani pengobatan di Taiwan, ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi dan beliau berpesan kepada Sofyan bahwa “Walaupun mata Sofyan gelap, namun hati Sofyan harus tetap terang”.
Paket Lebaran: Sembako untuk Warga Desa Jagabita
27 Juni 2016Pembagian sembako di Desa Jagabita Parung Panjang Bogor, Minggu (26/6/2016) berlangsung lancar. Sekitar 1.000 warga yang mengantre, dengan tertib mengikuti arahan para relawan.








Sitemap