Internasional: Gereja Cinta Kasih Bunun
Jurnalis : Tzu Chi Taiwan, Fotografer : Tzu Chi Taiwan
|
| |
Masyarakat Lokal Berdiksusi dan Menyepakati Nama Gereja “Sebelum terjadi badai Morakot, masyarakat sudah terbiasa untuk berkumpul melakukan kebaktian bersama, tetapi setelah terjadi badai itu, tidak pernah lagi. Jadi banyak sekali orang yang tersentuh,” kata pendeta Yan Mingren. Saat itu, semua orang terlihat saling berjabat tangan, berdoa, meneteskan air mata karena hatinya tersentuh dan merasa bersyukur. Setelah badai berlalu, tidak ada lagi rumah tetapi sekarang sudah ada perumahan cinta kasih Shenlin dan dukungan dari relawan Tzu Chi juga membuat mereka semua memandang ke depan. Dengan menghargai jodoh yang sangat baik ini, penduduk lokal menamakan gereja mereka “Gereja Cinta Kasih Bunun”. “Cinta kasih ini harus senantiasa dipertahankan karena kami adalah Bunun maka kami namakan Gereja Bunun,” kata Pendeta Yan Mingren. “Cinta kasih Bunun juga bisa diartikan sebagai mencintai Bunun. Hampir sebulan kami berdiskusi untuk memberi nama ini sehingga akhirnya kami bisa menerima nama baru gereja ini,” tambahnya. Keyakinan yang berbeda tidak memutuskan hubungan, inilah yang akan mempertebal cinta kasih dan keyakinan masing-masing. Dan diharapkan masyarakat dapat pelan-pelan melupakan kampung halamannya yang lama dan memulai hidup yang baru di sini. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh: Leo Samuel Salim) | ||
Artikel Terkait
Cahaya Pendidikan yang Memurnikan Hati
23 Oktober 2025
Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Surabaya: Panas Terik, Dingin Hujan Tak Surutkan Semangat Menjaring Berkah
25 Oktober 2025Relawan Tzu Chi Surabaya kembali menebar kebaikan lewat survei sosial ekonomi tahap kedua di Kelurahan Wonokromo.







Umat gereja Presbyterian sedang di dalam geraja. Setelah melewati diskusi antar umat, diberilah nama “Gereja Cinta Kasih Bunun”
Sitemap