Internasional: Kue “Perahu Nagaâ€
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
|
| |
Di Provinsi Jiangsu dengan populasi sebesar 6,3 juta orang, Suzhou adalah salah satu kota industri yang paling penting di Tiongkok. Untuk membuat kue, lebih dari 800 relawan yang dikumpulkan dari seluruh Tiongkok Timur, beberapa relawan melakukan perjalanan lebih dari tujuh jam dari provinsi-provinsi tetangga Jiangxi, Hubei dan Anhui. Mereka bekerja intensif selama delapan hari berturut-turut, seperti garis pada produksi di pabrik. Semua orang tahu bahwa jika terdapat kue lebih, berarti adanya harapan lebih untuk anak-anak yang kurang mampu. Salah seorang relawan yang datang dari Anhui adalah Xu Tao. "Aku datang untuk melayani karena sebelumnya saya hanya membantu anak-anak lokal," katanya, "melalui kegiatan amal ini, saya dapat membantu anak-anak di Sichuan, Guizhou dan Jiangxi dan menebarkan cinta kasih yang jauh dan luas.” Kue bacang tersebut terbuat dari beras ketan, dengan bentuk piramida, dan dibungkus daun bambu atau buluh— tradisi di Tiongkok adalah makan bacang selama Festival Perahu Naga. Ket : - Tahun ini merupakan tahun ke 13 di Suzhou pada penggalangan dana kue beras ini. Relawan lainnya adalah Zhu Aiping, yang menderita leukemia dan dalam proses menjalani lebih dari 30 sesi kemoterapi untuk menyembuhkan penyakitnya. "Melihat komitmen dari para relawan adalah sumber inspirasi bagi saya. Saya ingin seperti saudara-saudara saya dan melakukan bagian tugas saya,” kata Zhu Aiping, "semua orang membantu satu sama lain dengan masalah mereka, seperti remaja yang mengantuk ketika bangun tidur di pagi hari. Apa yang mendorong mereka maju adalah pengetahuan bahwa hasil dari penjualan akan membantu anak-anak miskin di Tiongkok, termasuk dengan membangun kembali sekolah mereka setelah gempa bumi dahsyat di Sichuan dua tahun lalu. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh: Riani Purnamasari/He Qi Utara) | ||
Artikel Terkait
Bersyukur dan Bertekad untuk Lebih Baik Lagi
30 Januari 2017Rintik hujan mengiringi perjalanan para relawan Buddha Tzu Chi Biak menuju Aula Vihara Buddha Dharma Biak untuk mengikuti Pemberkahan Akhir Tahun 2016. Meski begitu relawan tetap semangat karena hujan ini merupakan berkah bagi semua makhluk yang patut disyukuri.
Menularkan Budaya Humanis
24 Desember 2013 Tinnie Tiolani (tengah) sedang menjawab berbagai pertanyaan seputar pendidikan humanis dari para peserta. Ia menjelaskan bahwa kunci sesungguhnya dalam mendidik adalah ketulusan hati.








Sitemap