Internasional : Menanam di Kebun Organik

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
 

fotoInilah pertanian organik Tzu Chi yang ada di Sanhia, Propinsi Taipei, Taiwan.

Senin, 19 Juli 201, Yayasan Buddha Tzu Chi. Saat sementara kebanyakan orang di Taiwan melarikan diri dari musim panas dan tinggal di rumah-rumah ber-AC dan perkantoran, sekelompok relawan di Taiwan utara menanam buah-buahan dan sayuran di pertanian organik, di sebuah kebun Tzu Chi di Sanshia, Propinsi Taipei, Taiwan.

Para relawan petani ini, baik relawan laki-laki maupun perempuan, mendirikan “Tim Pertanian Amal Tzu Chi” pada tahun 2009 dengan tujuan menghasilkan makanan yang sehat dan bebas dari pestisida dan pupuk. Salah satu relawan, Tseng Chao Ming telah menjadi anggota tim ini sejak awal.  Ia menanam secara alami.

"Kamu harus membersihkan gulma karena mereka sering mengambil nutrisi tanaman," katanya, "Sebuah ekosistem rantai yang tercipta. Setiap kerusakan pada ekosistem akan memengaruhi seluruh  keanekaragaman.” “Jenis pertanian ini, tidak akan memengaruhi ekosistem, hal ini memungkinkan satwa liar untuk berkembang di antara hijaunya dedaunan. Kita dapat dengan mudah melihat jangkrik, belalang dan semut,” tambahnya. Para relawan berkebun dengan cara organik, untuk memelihara kematangan, membuat tanah yang subur serta menghasilkan buah-buahan dan sayuran yang dikemas dengan mineral dan nutrisi.

   foto  

Ket :  - Relawan petani menyemprotkan cairani sapindus (insektisida alami) untuk mengusir serangga tanpa               melukai mereka.

Melepaskan Tanah dan Memperkenalkan Udara
Relawan lainnya yaitu seorang pekerja kantor, Kuang Chang Hua berkata, "kita beri pupuk organik sehingga sayuran tumbuh dengan sangat baik. Lihat, begitu banyak dari mereka telah tumbuh, saya pun percaya bahwa budi daya tanah sangat penting." Tangan yang kotor telah mengajarkan banyak hal kepadanya. "Anda harus melepaskan tanah dan memperkenalkan udara ke dalamnya untuk membantu tanah bernapas dan memungkinkan akar tumbuh," katanya. "Hubungannya dengan manusia yaitu bila Anda tertekan, Anda pun akan terkena dampak negatif,” pungkasnya. Kegiatan merawat sayuran dan buah-buahan di kebun Sanshia telah memberikan pengalaman yang berharga bagi semua relawan. 

"Kita belajar dengan Ibu Bumi kita,  bagaimana hidup damai dengan lingkungan," kata Chang lagi, "Dalam proses ini, kita bisa mengenal diri sendiri lebih baik. Ini adalah pengalaman yang menyenangkan." Kegiatan ini merupakan kerja yang penuh dengan sukacita dan cinta. Para relawan memiliki kepuasan batin, karena ketika mereka bekerja di ladang, mereka juga belajar untuk mengolah hati mereka sendiri. (Sumber: Website Tzu Chi Taiwan tanggal 19 Juli 2010, diterjemahkan oleh Riany Purnamasari / He Qi Utara)

 
 

Artikel Terkait

Menghimpun Kekuatan Niat Baik dan Berterima kasih pada Ibu

Menghimpun Kekuatan Niat Baik dan Berterima kasih pada Ibu

23 Mei 2018

Peringatan tiga hari besar Tzu Chi yang digelar insan Tzu Chi Pekanbaru masih menyisakan banyak kisah. Di antaranya bagaimana para koordinator menghadapi kendala-kendala hingga acara dapat berlangsung dengan khidmat.


Cinta Kasih untuk Makassar

Cinta Kasih untuk Makassar

18 Oktober 2011
Relawan dibagi ke dalam 4 tim untuk survei langsung dan pembagian kupon beras yang dipandu oleh kader dan pengurus RT setempat. Dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah, survei akhirnya selesai pada pukul 13.00 WIT.  Kemudian relawan berkumpul kembali di kantor kelurahan dengan wajah yang letih karena teriknya panas matahari.
Doa untuk Rumah Insan Tzu Chi Indonesia

Doa untuk Rumah Insan Tzu Chi Indonesia

03 Februari 2010
“Semen untuk bangun Aula Jing Si,” katanya polos. Tak hanya berkata-kata, ia pun menunjukkan letak Aula Jing Si kepada saya. “Kenapa mau bantu Tzu Chi?” tanya saya lagi. “Senang karena Tzu Chi itu suka bantuin orang,” katanya singkat. 
Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -