Kebahagiaan di Akhir Tahun
Jurnalis : Lo Wahyuni (He Qi Utara), Fotografer : Lo Wahyuni (He Qi Utara)|
|
| ||
| Dua Tenda biru yang dipasang sehari sebelumnya untuk menampung 4.751 karung beras cinta kasih dari Taiwan yang dipersiapkan dapat dibagikan kepada 4.751 keluarga kurang mampu di Kelurahan Sunter Jaya, Sunter, Jakarta Utara. Tampak hadir di acara ini, Camat Tanjung Priok, Wakil Lurah Sunter, aparat TNI, dan umat Katolik Don Bosco yang berpartisipasi juga untuk membantu kegiatan pembagian beras. Yoppie Budianto Shixiong sebagai koordinator lapangan acara ini menjelaskan kepada saya. Ratusan pengunjung yang datang mulai memadati GOR ini sejak pukul 07.35 WIB dan dengan dipandu beberapa relawan biru putih dan petugas Koramil setempat, mereka dengan tertib berbaris mengantri satu per satu, sambil memegang kupon beras berwana biru di tangan mereka. “Antri…, semua yang memegang kupon pasti akan mendapat beras,” kata salah seorang relawan Tzu Chi memandu pengunjung agar tertib mengantri. “Anaknya tunggu di sini, ibu saja yang masuk ambil beras,” kata Budiankes Shixiong yang memeriksa kupon beras itu mengarahkan Dede (29 tahun) yang datang membawa anak Balitanya yang berusia 4 tahun. Dengan patuh Dede mengikuti petunjuk itu, dan putri mungilnya pun duduk di barisan para relawan yang bekerja menghitung jumlah kupon yang didapat. “Suami saya lagi kerja sebagai buruh bangunan, dan di rumah tidak ada yang jaga, jadi anak saya ajak ke sini,” kata Dede menjelaskan kepada saya yang turut mengantarnya mengambil beras tersebut.
Keterangan :
Sukmini (52 tahun) dengan tertatih-tatih ikut dalam antrian ini. ”Terima kasih ya, hadiah Natal dapat beras dari Tzu Chi,” ucapnya sambil menetaskan air mata bahagia. “Semoga kalian rezekinya tambah lancar ya…,” demikian suaminya, Hasan (55 tahun) menyalami tangan para relawanTzu Chi. Hasan setiap hari bermata pencaharian sebagai pengojek sepeda motor untuk menghidupi 3 orang anaknya yang semuanya masih bersekolah, sedangkan Sukmini hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Mereka 5 orang sekeluarga yang tinggal di RW 012 Kelurahan Sunter Jaya ini sangat bersyukur dapat menerima sekarung beras berisi 20 kg. “Saya senang sekali dapat menerima bantuan beras,” ujar Oey Kit Chun (60 tahun) asal Riau. Suaminya sudah meninggal dunia 4 tahun yang lalu, dan kini ia hanya tinggal dengan mengontrak sebuah kamar sederhana di RW 09 di Sunter Jaya dengan seorang putranya yang berusia 23 tahun. Anak saya sudah mulai bekerja, tetapi masih belum tetap,” demikian Kit Chun berucap. Kit Chun datang seorang diri dan dibantu oleh Johar Shixiong untuk mengangkat beras. Kisah dari relawan baru yang masih memakai pakaian kembang, Bonny S. (27 tahun) yang terlihat sangat bersemangat untuk mengangkat beras. “Saya bangga dapat ikut acara bagi beras ini, sebab bisa ikut bersumbangsih kepada orang lain,” ucapnya. Demikian juga perasaan dari Lisa (28 tahun), relawan Pluit asal Pontianak. ”Saya baru pertama kali ikut acara Tzu Chi, senang rasanya bisa ikut kegiatan seperti ini,” ucapnya dengan senyum sumaringah bersama relawan lainnya membantu membenahi beras yang disusun.
Keterangan :
Mempraktikkan budaya humanis yaitu Gan En (Bersyukur), Zhun Zhong (Menghormati) dan Ai (Cinta kasih) nyata diperlihatkan dari sikap para relawan yang membagikan beras tersebut. Para relawan dengan tersenyum membungkukkan kepala sambil tangan beranjali mengucapkan kata “Gan en”. Sikap ini mengundang tanya dari seorang relawan yang beragama Katholik, Sofyan (41 tahun) yang baru pertama kali berpartisipasi di kegiatan Tzu Chi. “Shijie, kenapa harus membungkukkan badan mengucapkan ‘Gan En’,” tanyanya. Saya menjelaskan bahwa para relawan harus mengucapkan Gan En melalui orang lain yang menerima bantuan tersebut. Kita dapat berbuat kebajikan sehingga dapat menciptakan karma baik dan menjalin jodoh yang baik dengan orang lain. “Oh, bagus sekali,” ujarnya sembari menganggukkan kepalanya. Beras Cinta kasih yang dikirim dari Taiwan ini merupakan bantuan terakhir di tahun 2011 yang disalurkan oleh Yayasan Budha Tzu Chi kepada para keluarga yang kurang mampu. Seminggu sebelumnya (17 dan 18 Desember 2011), para relawan di wilayah Sunter, Pluit dan lainnya giat menyurvei sekaligus membagikan kupon beras ini kepada ribuan keluarga di beberapa RW di Kelurahan Sunter Jaya ini. Semakin banyak keluarga yang tertolong dari penderitaan, maka semakin banyak pula benih cinta kasih yang sudah berhasil disemaikan. Menebar cinta kasih melalui pembagian beras adalah kegiatan positif yang akan terus dilakukan oleh para relawan Tzu Chi sebab cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain. Merayakan Natal di tahun 2011 dan Tahun Baru 2012 dengan penuh kegembiraan dari mereka yang menerima bantuan akan memberikan rasa kebahagiaan dan rasa empati di hati kami. Para relawan Tzu Chi akan turut merasakan kegembiraan dan gelak tawa dari penerima bantuan, seiring dengan hati yang terus bersyukur karena bisa turut bersumbangsih di ladang berkah pada akhir tahun 2011 ini. Melakukan kegiatan dengan sepenuh hati seperti acara ini akan dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan kebajikan di jalan Bodhisatwa. Dengan membaur di dalam kehidupan masyarakat dan melakukan sesuatu secara nyata maka kita dapat menghayati makna kehidupan yang sesungguhnya. | |||
Artikel Terkait
Bersumbangsih ke Tzu Chi Lewat SPBU Panghegar
16 November 2017Relawan Tzu Chi Bandung berinteraksi dengan pengendara mobil yang sedang mengisi bahan bakar di SPBU Panghegar, Bandung. Hari itu mereka secara tidak langsung turut bersumbangsih ke Tzu Chi melalui program Jumat Berbagi yang diadakan oleh PT. Panghegar Mitra Abadi.
Setiap Orang Adalah Teladan Pelestarian Lingkungan
21 Desember 2023Demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan yang berkesinambungan, relawan Tzu Chi di komunitas Hu Ai Titi Kuning mengadakan sosialisasi kepada 792 siswa-siswi Sekolah Santo Yoseph Medan.
Perayaan Natal Bersama di Distrik Andei
18 Desember 2018Bertempat di halaman SD dan SMP 1 Atap Distrik Andei, Tzu Chi Biak mengadakan perayaan Natal Bersama masyarakat di empat kampung sekitar sekolah, Sabtu 15 Desember 2018.










Sitemap