Kebersamaan dan Kekompakan di Malam Syukuran Imlek

Jurnalis : Edi Gunawan (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Beverly Clara, Mie Li (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)

Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan acara syukuran Imlek bersama. Ada 39 orang relawan hadir di ruangan kantor Tzu Chi. Kegiatan ini menjalin kekeluargaan, keharmonisan, dan kekompakan antar relawan.

Acara Syukuran menyambut tahun baru Imlekini diawali dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen dan menyaksikan tayang video lentera kehidupan dari Master Cheng Yen yang berjudul “Menyambut Tahun Baru Dengan Mengarah Pada Kebajikan Setiap Saat”.

Pada lentera kehidupan ini Master Cheng Yen mengajak relawan Tzu Chi selalu kompak dalam kesatuan, keharmonisan dan bergandengan tangan untuk menautkan hati satu sama lain, dan menjaga kesehatan cinta kasih didunia.

Ah Kiong dalam sharingnya berharap kepada relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun bisa bersama-sama menggalang berkah untuk diri masing-masing maupun orang lain. Selain itu Ah Kiong juga berharap semoga di tahun 2024 Tzu Chi Tj. Balai Karimun sudah memiliki rumah sendiri unntuk berkegiatan.

Ah Kiong relawan Komite Tzu Chi  menyampaikan ajakan dan harapan kepada para peserta yang hadir. Ah Kiong berharap relawan Tzu Chi bisa bersama-sama menggalang berkah untuk diri masing-masing maupun untuk orang lain.

“Saya berharap tamu undangan yang hadir bisa menjadi relawan Tzu Chi, dan dapat menggalang berkah bersama untuk diri sendiri maupun untuk orang lain,” harap Ah Kiong. Ia juga berharap di tahun 2024, rumah keluarga besar Tzu Chi Tanjung Balai Karimun bisa segera rampung agar semua kegiatan Tzu Chi bisa dilakukan di rumah Tzu Chi sendiri.

Para tamu undangan bersama-sama Lau Yu Sheng, hidangan tersebut mempunyai cara dalam menyantapnya, setiap orang harus mengangkat yu sheng setinggi mungkin, semakin tinggi seseorang mengangkatnya, makin besar pula harapan mereka terkabul. Harapan relawan bisa termotivasi dalam menjalankan misi dan visi Tzu Chi.

Syukuran menyambut tahun baru Imlek puncaknya adalah relawan menyantap bersama-sama makanan khas Imlek yang di awali dengan mengangkat makanan setinggi-tingginya (Lau Yu Sheng). Dalam budaya keluarga Tionghoa, yu sheng dimaknai sebagai simbol kemakmuran, setiap orang harus mengangkat yu sheng setinggi mungkin, semakin tinggi seseorang mengangkatnya, makin besar pula harapan mereka terkabul.

Harapan relawan dengan tradisi yu sheng ini bisa memotivasi diri masing-masing dalam menjalankan Visi dan Misi  Tzu Chi. Setelah itu, untuk mempererat rasa kekeluargaan, relawan beserta tamu undangan bersama-sama menyanyikan lagu imlek.

Para murid kelas budi pekerti (Tzu Shao) dengan serius menyaksikan tayangan Lentera Kehidupan dari Master Cheng Yen yang berjudul “Menyambut Tahun Baru dengan Mengarah Pada Kebajikan Setiap Saat”.

Dora (16) murid kelas budi pekerti (Tzu Shao) sangat terkesan dengan acara Lau Yu Sheng ini. “Acara ini sungguh berkesan, saya juga baru bergabung dengan keluarga Tzu Chi, dan pertama kali ikut kegiatan ini. Saya berharap semoga Tzu Chi kedepannya bisa semakin banyak relawan yang mengikuti kegiatan,” ungkap Dora.

Acara sukuran perayaan Imlek ini tersa hangat dalam suasana kekeluargaan. Semoga relawan bisa semakin kompak dan harmonis dalam menjalankan Visi dan Misi Tzu Chi. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen yang berbunyi “Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.”

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Memberi Warna Keceriaan Imlek untuk Akong dan Amah

Memberi Warna Keceriaan Imlek untuk Akong dan Amah

05 Maret 2014 para murid Kelas Budi Pekerti Tzu Shao yang dibagi berkelompok mulai berdatangan. Di aula panti, relawan mengisi acara dengan menyanyi dan menari bersama akong-amah.
Merayakan Imlek, Mentradisikan Kebersamaan

Merayakan Imlek, Mentradisikan Kebersamaan

16 Februari 2022
Berlangsung di tengah pandemi Covid-19 (15/02/2022), puncak acara Imlek Nasional 2022 berupaya membangun tradisi kebersamaan dengan mengusung tema Cinta Kasih Menghapus Bencana.
Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -