Kehidupan Baru di Bawah Atap yang Penuh Berkah

Jurnalis : Phoebe Chandra (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Windy Riska Hariani, Septian Darmawan, Hendra Gunawan (Tzu Chi Palembang)

Penyerahan kunci secara simbolis kepada empat penerima manfaat menandai langkah awal perubahan nyata dalam kehidupan mereka.

Hujan turun perlahan membasahi Kelurahan 13 Ilir, Palembang, Selasa siang, 27 Januari 2026. Bagi sebagian orang, hujan mungkin hanya jeda. Namun bagi empat keluarga penerima manfaat Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni, hujan hari itu adalah pertanda awal, awal kehidupan yang lebih layak, lebih aman, dan lebih bermartabat.

Di bawah rintiknya, prosesi serah terima kunci rumah berlangsung khidmat. Bukan sekadar perpindahan kunci dari tangan ke tangan, melainkan penyerahan harapan bahwa rumah kini kembali menjadi tempat bernaung, bukan ruang kecemasan.

Kegiatan ini dihadiri 24 relawan Tzu Chi Palembang, perwakilan Pemerintah Kota Palembang mulai dari Kantor Wali Kota, Perkimtan, Balai P3KP Sumatera V, unsur kecamatan dan kelurahan. Juga warga sekitar yang menyaksikan dengan wajah penuh antusias dan syukur. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tumbuh subur ketika niat baik berjalan bersama.

Inilah wujud cinta kasih tanpa batas, menghadirkan rumah yang layak, menumbuhkan harapan baru, dan memperkuat rasa syukur.

Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari saat mengunjungi rumah penerima manfaat.

Penyerahan simbolis dilakukan kepada empat warga yang rumahnya telah direnovasi selama kurang lebih dua bulan. Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti nyata kerja bersama.

“Pemerintah Kota Palembang tidak dapat berjalan sendiri. Kami bersyukur dapat berkolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari 1.000 rumah yang direnovasi Pemkot, Tzu Chi membantu 500 rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses renovasi bukan hanya tentang bangunan, melainkan tentang rasa aman dan kepercayaan. “Relawan bekerja dengan ketulusan dan senyum. Itu membuat kolaborasi ini terasa nyaman dan bermakna.”

Senyum para relawan menjadi energi positif yang menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan dalam setiap proses pelayanan.

Pemotongan tumpeng menandai kolaborasi penuh makna antara relawan, pemerintah, dan masyarakat.

Kisah di Balik Tembok yang Pernah Rapuh
Sebelum pita dipotong, M. Husin Buyung (69) dan kerabatnya Zainur (52) mengisahkan kehidupan mereka sebelum renovasi. Rumah dua lantai yang mereka huni dulu menyimpan banyak kekhawatiran. Lantai kayu lapuk, atap bocor, banjir datang hampir setiap hujan. Plafon rendah memaksa penghuni berjalan sambil menunduk, bau dan kotoran sering turun dari lantai atas ke bawah.

“Kalau hujan, kami tidak tidur. Takut banjir,” ujar Zainur pelan.

Senyum merekah M. Husin Buyung, menunjukkan rumahnya yang telah direnovasi setelah bertahun-tahun tinggal dalam kondisi tidak layak huni.

Kondisi Rumah M Husin Buyung sebelum dan setelah direnovasi.

Bagi Husin, malam-malam panjang kerap diisi kecemasan. “Rumah bolong, tikus banyak. Kadang saya tidur sambil duduk karena takut digigit,” kenangnya. Kini, setelah menerima kunci rumah yang layak, kecemasan itu perlahan berganti dengan ketenangan. “Saya akan merawat rumah ini sebaik mungkin. Saya sangat bersyukur.”

Dengan mata berkaca, Zainur menambahkan, “Kami berterima kasih dari hati yang terdalam. Semoga Yayasan Buddha Tzu Chi terus diberkahi agar bisa membantu lebih banyak orang.”

Serah terima kunci ini bukanlah akhir, melainkan permulaan. Permulaan bagi kehidupan yang lebih layak, bagi anak-anak yang dapat bermain tanpa rasa takut, dan bagi keluarga yang kini dapat beristirahat dengan tenang saat hujan turun.

Kondisi Rumah Zainur sebelum dan setelah direnovasi.

Yayasan Buddha Tzu Chi berkomitmen menuntaskan Program Bebenah Kampung Rumah Tidak Layak Huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Palembang. Melalui kerja sunyi para relawan dan dukungan para donatur, cinta kasih tidak hanya diwujudkan dalam dinding dan atap, tetapi juga dalam martabat yang dipulihkan.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Palembang: Kabar Bahagia Bagi Warga Palembang yang Rumahnya Tak Lama Lagi Direnovasi

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Palembang: Kabar Bahagia Bagi Warga Palembang yang Rumahnya Tak Lama Lagi Direnovasi

13 November 2025

Tzu Chi Palembang menyurvei 52 rumah sebagai persiapan awal berjalannya program renovasi rumah di wilayah Palembang.

Kehidupan Baru di Bawah Atap yang Penuh Berkah

Kehidupan Baru di Bawah Atap yang Penuh Berkah

30 Januari 2026

Serah terima kunci Program Bebenah Kampung di Palembang menandai kehidupan layak bagi empat keluarga. Melalui kolaborasi Pemkot Palembang dan Tzu Chi, rumah bukan hanya direnovasi, harapan dan martabat kembali ditegakkan.

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Di Palembang: Mengukir Sejarah Penuh Cinta di Bumi Sriwijaya

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Di Palembang: Mengukir Sejarah Penuh Cinta di Bumi Sriwijaya

05 Desember 2025

Tzu Chi Palembang resmi memulai Program Bebenah Kampung dengan menandatangani SKB bersama pemerintah dan warga di 13 Ilir. Empat rumah tidak layak huni akan direnovasi tahap 1.

Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -