Kunjungan Kasih Membawa Arti

Jurnalis : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)
 
 

fotoKehadiran dan perhatian relawan Tzu Chi membawa kebahagiaan bagi para opa dan oma di Penti Wreda Karitas.

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap anak yang harus diemban dalam merawat orang tua mereka. Namun, kasih sayang itu tanpa batas dan dapat diberikan terhadap orang tua mana pun. Hal inilah yang dilakukan oleh para relawan Tzu Chi dengan melakukan kunjungan kasih ke Panti Wreda Karitas pada tanggal 23 Maret 2011. Panti yang dihuni oleh 11 Opa dan 29 Oma ini bertempat di Jln. Ibu Sangki No. 35, RT 01/RW 13, Kel. Cibeber Kec. Cimahi Selatan, Cimahi, Bandung.

Persembahan lagu isyarat tangan “Satu Keluarga” dan “Sebuah Dunia yang Bersih” menjadi pembuka dalam kunjungan kasih ini. Setelah itu, kegiatan diisi dengan pelayanan kepada opa dan oma, seperti memijat, menggunting kuku, mencukur rambut, membagikan makanan serta Buletin Tzu Chi. Selain itu, para relawan juga menghibur opa dan oma dengan acara menyanyi bersama.

Kunjungan kasih selalu dinantikan oleh para opa dan oma. Kehadiran para relawan selalu meninggalkan kenangan tersendiri bagi para opa dan oma. Salah satunya adalah Oma Maria Sri Reponi (70). Oma yang berasal dari Kebumen ini merasa bahagia dengan adanya kunjungan kasih dari para relawan Tzu Chi. “Kami di sini semua merasa hatinya tuh lega, senang sekali karena lain dari yang lain. Kita juga diajarin kita untuk mencintai alam, supaya dunianya bersih, itu kan jarang ada yang beritahu,” ungkapnya.

Selain itu, bagi Oma Maria, para relawan telah menghadirkan sesuatu yang indah dalam segi pelayanannya. “Wah senang sekali ya karena cara melayaninya juga indah. Kalo buat saya indah, bukan bagus, tapi indah sekali. Terus guntingan rambutnya juga sesuai dengan selera saya, muda saya tuh begini dulu rambutnya, jadi senang sekali,” tambah Oma Maria. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan yang berarti bagi para opa dan oma. Kunjungan kasih ini pun memiliki nilai yang positif mengenai tindakan yang diambil dari para relawan Tzu Chi dalam menghibur batin opa dan oma.

foto  foto

Keterangan :

  • Relawan Tzu Chi Bandung, Pepeng Kuswati (kiri) menemani dan membimbing seorang opa dalam membaca Buletin Tzu Chi. (kiri)
  • Relawan Tzu Chi Bandung, Rachman Chandra (kiri) dan Eveline Wulansari Abadi (kanan) melayani opa dan oma dengan mencukur rambut. (kanan)

“Kami sangat berterima kasih sekali karena ini sungguh-sungguh mendukung opa oma. Dari dulu opa oma selalu rindukan untuk itu (kunjungan kasih-red). Dan kami terima kasih atas perhatian untuk berbagi kasih pada opa oma,” kata Sr. M. Immaculata. O.P, salah satu pengurus panti ini.

Bersamaan dengan itu, Suster. M. Immaculata mengatakan bahwa kunjungan kasih ini bersifat universal dan semoga dapat mempererat tali persaudaraan. “Harapan kami supaya ada hubungan persaudaraan antara satu dengan yang lain. Saya melihat bahwa dari relawan Buddha Tzu Chi tidak membeda-bedakan, baik dari suku, ras, maupun agama. Karena ini merupakan merupakan pelayanan kasih dari Buddha Tzu Chi sendiri,” tuturnya.

Di samping itu, Suster. M. Immaculata pun memuji keramahan yang ditunjukan oleh para relawan Tzu Chi. “Mereka juga begitu ramah dan begitu memberikan kasih kepada opa-oma. Begitu sabar melayani opa dan oma yang mungkin pendengarannya kurang. Walaupun terkadang mereka (opa-oma) sedikit rewel, tetapi selalu ditanggapi dengan penuh kesabaran,” tambahnya.

foto  foto

Keterangan :

  • Persembahan lagu isyarat tangan “Satu Keluarga” dan “Sebuah Dunia yang Bersih” dari relawan Tzu Chi Bandung yang ditujukan kepada Opa dan Oma. (kiri)
  • Oma Maria Sri Reponi (kedua dari kanan) sedang bernyanyi bersama dengan para penghuni panti dan relawan Tzu Chi Bandung. (kanan)

Bercermin Diri dalam Kunjungan Kasih
Kunjungan dari para relawan Tzu Chi ini dapat diartikan sebagai kehadiran dari anak para opa dan oma, karena mereka melayani layaknya memperlakukan orangtuanya sendiri. “Mereka sangat mengharapkan kedatangan kami. Para oma dan opa bertanya kenapa sudah lama nggak ke sini? Mereka merasa sangat happy, dan bilang shixiong-shijie dari Tzu Chi seperti anak mereka sendiri,” kata relawan Tzu Chi Bandung, Siluhua Nadia Hudaya.

Di samping itu, bagi para relawan Tzu Chi kunjungan kasih merupakan sarana untuk bercermin diri dalam menjalani hidup. Mengingat pada suatu hari nanti setiap insan manusia pasti akan mengalami masa tuanya. “Kita juga bisa merasakannya nanti saat kita tua, jadi kita harus lebih memberikan kasih sayang lagi,” tambahnya. Para relawan Tzu Chi senantiasa mengisi hidup para opa dan oma dengan memberikan pelayanan kasih sayang. Dengan berbagi kasih terhadap sesama merupakan sebuah niat tulus yang telah dibina para relawan dalam menjalani hidup bersama Tzu Chi.

  
 

Artikel Terkait

Seumpama Hadiah, Tiga Jenis Bantuan di Desa Oti Donggala

Seumpama Hadiah, Tiga Jenis Bantuan di Desa Oti Donggala

17 Oktober 2018
Di lapangan Desa Oti, di Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, relawan Tzu Chi (16/10) membagikan bantuan logistik, menyediakan nasi Jing Si, dan memberikan pengobatan bagi warga korban gempa. 
Bertepatan dengan Hari Kartini, Relawan Tzu Chi di Jakarta Pusat Gelar Baksos Kesehatan Gigi

Bertepatan dengan Hari Kartini, Relawan Tzu Chi di Jakarta Pusat Gelar Baksos Kesehatan Gigi

25 April 2024

Bertepatan dengan Hari Kartini, komunitas relawan Tzu Chi di He Qi Pusat berkolaborasi dengan Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia mengadakan bakti sosial kesehatan gigi. Bakti sosial ini digelar di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, Pangeran Jayakarta.

Kunjungan Kasih untuk Muhamad Sani

Kunjungan Kasih untuk Muhamad Sani

04 November 2015 Dengan usia yang tak lagi muda ditambah kondisi kesehatan yang mulai menurun, ia semakin sulit bergerak leluasa. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari saja, Sani harus meniti tali yang diikatkan di tiang-tiang rumahnya sebagai pertanda.
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -