Lanjutkan Harapan Melalui Program Bebenah Kampung Tahap ke-7 di Kamal Muara

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Sebanyak 35 relawan Tzu Chi melakukan kegiatan survei RLTH Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Progran Bebenah Kampung Tzu Chi di wilayah ini sudah memasuki tahap ke-7. 

Di balik gang-gang sempit permukiman Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, harapan akan hunian yang lebih layak kembali bertumbuh. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melaksanakan survei Rumah Tidak Layak Huni (RLTH), sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Program Bebenah Kampung dalam membantu warga memperbaiki kualitas tempat tinggal mereka yang telah memasuki tahap ke-7 di Kamal Muara.

Kegiatan survei RLTH ini, dijalankan oleh relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 1, yang menjadi langkah awal untuk melihat langsung kondisi rumah warga, memahami kebutuhan keluarga penerima manfaat, serta memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Setelah mendapatkan arahan dan koordinasi, relawan bersiap untuk mengetuk pintu-pintu rumah warga yang telah menantikan kedatangan relawan. Dengan penuh ketulusan, relawan Tzu Chi menyusuri rumah demi rumah, mendengarkan cerita warga, dan mencatat setiap kondisi dengan saksama.

Dari beberapa rumah warga yang disurvei relawan, terdapat rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Ketika sampai di depan rumah tersebut, relawan langsung disambut dengan hangat oleh Mahdi (74), warga RT 04/01. Rumahnya tampak berbeda dari deretan rumah lainnya, karena tampak berdiri paling rendah di antara yang lain.

Satu persatu rumah warga yang masuk dalam daftar didatangi langsung para relawan. Salah satunya adalah Merlin (kedua kiri), yang bertugas untuk mencatat hasil wawancara relawan kepada warga.

Setelah relawan menanyakan keadaan rumah Mahdi, relawan mencoba masuk untuk melihat bagian dalam rumahnya. Dengan berjalan menunduk, salah satu relawan Tzu Chi, Joelianto, melewati kusen pintu yang tidak lebih tinggi dari bahunya.

“Rumahnya Pak Mahdi itu enggak sampai sebahu saya pintu utamanya, tetapi bapak itu cukup semangat, kita tanya soal pekerjaan dan lain-lain, ia masih mau bekerja dan cukup rajin,” tutur Joelianto.

Joelianto juga merasa bersyukur, berkat menggalang ladang berkah kali ini, ia dapat melihat rumah-rumah warga yang telah di renovasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kini, kehidupan warga penerima manfaat berangsur lebih baik.

“Kalau di Kamal Muara ini kan banyak rumah yang sebenarnya tidak layak huni, ada juga beberapa di RW yang lain kondisinya sama. Satu hal yang harus kita syukuri bahwa ini adalah program rutin dari Tzu Chi, kita tadi melihat rumah yang sudah lima sampai enam tahun dibedah Tzu Chi,” tambahnya.

Salah satu relawan Tzu Chi, Joelianto, harus menunduk saat memasuki rumah Mahdi, salah warga Kamal Muara, calon penerima bantuan bedah rumah.

Rasa haru juga dirasakan oleh relawan Tzu Chi lainnya, Merlin, baginya ini merupakan pengalaman pertamanya melihat rumah dengan kondisi seperti rumah Mahdi. Dengan kondisi seperti itu membuatnya merasa lebih bersyukur.

“Saya baru lihat segitu pendek-pendek rumahnya. Jadi kita berfikir kalau mau berlebihan, ini ada loh rumah yang tidak layak huni. Jadi kita harus belajar bersyukur,” ungkap Merlin.

Harapan yang Semakin Dekat
Rumah Mahdi dulunya mempunyai ukuran tinggi yang normal seperti rumah pada umumnya. Tetapi karena banjir rutin datang di kawasannya, membuat jalan umum ditinggikan untuk mengantisipasi ketinggian air banjir. Rumahnya pun kini lebih rendah dari tinggi jalan, dindingnya terlihat pendek, serta atap rumah yang hampir menyentuh beton jalan.

“Ini kan awalnya enggak begini, tadinya saya selalu kebanjiran, karena kebanjiran saya urug-urug (timbun) terus,” ungkap Mahdi.

Walaupun sudah diantisipasi dengan lantai rumah yang ditinggikan, itu belum cukup untuk mengantisipasi ketika banjir datang. Ditambah lagi dengan tinggi jalan yang saat ini melebihi tinggi lantai rumahnya.

“Kalau banjir bisa sepaha, udah enggak bisa ngomong apa-apa saya. Udah pada habis-habisan lemari, tempat tidur kelelep (tenggelam), udah enggak punya apa-apa saya,” tambahnya.

Kondisi rumah Mahdi yang tinggi atap rumahnya hampir menyentuh jalan.

Bagian dalam rumah Mahdi kondisinya cukup pengap karena atap rumahnya yang pendek dan tidak layak huni.

Kegiatan survei RLTH di Kamal Muara berlangsung sukses, dengan lebih kurang 35 relawan yang ikut bersumbangsih. Koordinator kegiatan survei, Steven Kurniawan merasa kegiatan ini berlangsung dengan sukses berkat kekompakan relawan, serta saran dari para relawan senior.

“Saya sangat bersyukur kita didukung penuh oleh senior-senior kita dari sebelum kita berangkat. Jadi kita bagi tim, ada yang tugasnya foto, wawancara warga, dan lain-lain. Survei ini sangat dibutuhkan untuk mengambil keputusan selanjutnya,” kata Steven.

Dengan selesainya survei RLTH tahap ke-7 di Kamal Muara, Steven berharap rumah-rumah warga dapat direnovasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, karena sebagian besar kondisi rumah mereka memang sudah tidak layak huni.

“Saya berharap setelah kita survei ada tahap berikutnya, baru kita dapat memberikan sesuatu yang lebih baik. Rumah itu impian semua orang, dalam rumah itu setelah dibedah nanti, saya sangat mengharapkan rumah itu menjadi rumah cinta kasih untuk keluarga di dalamnya,” tambahnya.

Koordinator kegiatan, Steven Kurniawan (tengah) melakukan koordinasi bersama relawan lainnya. Ia merasa bersyukur atas kekompakan dari para relawan yang hadir dalam kegiatan ini.

Editor: Arimami Suryo A

Artikel Terkait

Bedah Rumah di Kamal Muara: Menempati Rumah Idaman Jelang Lebaran

Bedah Rumah di Kamal Muara: Menempati Rumah Idaman Jelang Lebaran

01 April 2024

Seperti kisah-kisah haru terdahulu di Kamal Muara, artikel ini pun berisi kisah  serupa, yakni gambaran dari momen kebahagiaan yang mengular dari tahun ke tahun. Semakin panjang sukacita dan semakin banyak rumah yang nyaman yang dimiliki oleh warga.

Lanjutkan Harapan Melalui Program Bebenah Kampung Tahap ke-7 di Kamal Muara

Lanjutkan Harapan Melalui Program Bebenah Kampung Tahap ke-7 di Kamal Muara

18 Mei 2026

Memasuki tahap ke-7 Program Bebenah Kampung di Kamal Muara, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 1 melaksanakan kegiatan survei rumah yang kondisinya tidak layak huni.

Perubahan Besar Berkat Program Bebenah Kampung Tzu Chi di Kamal Muara

Perubahan Besar Berkat Program Bebenah Kampung Tzu Chi di Kamal Muara

20 Januari 2025

Program bedah rumah Tzu Chi memberikan dampak besar bagi warga Kamal Muara, rumah yang dulu rapuh dan penuh kekhawatiran kini menjadi tempat yang nyaman dan aman. 

Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -