Tim Medis TIMA Singkawang menggelar kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman di Dusun Pakan, Desa Caokng, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Kalimantan Barat.
Tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Singkawang menggelar kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman di Dusun Pakan, Desa Caokng, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak pada Minggu, 31 Mei 2026. Kegiatan pelayanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pengobatan gratis ini pun mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.
Selesai menjalankan ibadah di gereja, sebanyak 240 warga dari berbagai kelompok usia hadir untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan oleh para relawan medis dan nonmedis TIMA Singkawang. Mereka menjalani proses registrasi, pemeriksaan tanda-tanda vital, konsultasi kesehatan dengan tenaga medis, hingga menerima obat sesuai hasil diagnosis. Berbagai keluhan kesehatan yang ditemukan seperti hipertensi, infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, nyeri otot dan sendi, serta penyakit kulit mendapat penanganan langsung dari tim medis.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melalui TIMA Singkawang dalam membantu meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang relatif jauh dari fasilitas kesehatan. Selain memberikan pelayanan pengobatan, para relawan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, kesehatan mulut dan gigi, kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan berbagai penyakit.
Sebanyak 240 warga dari berbagai kelompok usia dengan sabar menunggu dipanggil untuk menerima obat setelah diperiksa oleh Tim Medis TIMA Singkawang.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Relawan Desa, Wilhelmus Willy menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah binaan Yayasan Buddha Tzu Chi Singkawang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade dan dilakukan secara berkesinambungan. "Pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa binaan Yayasan Buddha Tzu Chi Singkawang dilakukan sejak Desember 2014, dimulai di Desa Caokng ini. Selanjutnya, setiap tahun dilakukan kegiatan pelayanan kesehatan di desa binaan lainnya," ujar Willy.
Menurutnya, konsistensi kegiatan tersebut menunjukkan komitmen jangka panjang Yayasan Buddha Tzu Chi dan TIMA dalam mendampingi masyarakat pedalaman, tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Willy juga mengungkapkan bahwa kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Tzu Chi telah melahirkan banyak relawan lokal yang tumbuh dari masyarakat desa binaan sendiri.
"Sepuluh tahun lebih perjalanan kemanusiaan Tzu Chi di desa binaan telah banyak menanam benih-benih kebajikan di hati para relawan desa. Mereka selama ini menjadi mitra penting dalam setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Namun, seiring bertambahnya usia dan faktor kesehatan, sebagian dari mereka sudah tidak mampu lagi berkarya secara aktif sebagai relawan," tutur Willy.
Selain pelayanan kesehatan, Tim Medis TIMA Singkawang juga melakukan penyuluhan kesehatan gigi untuk anak-anak di Dusun Pakan, Desa Caokng.
Untuk menjaga keberlanjutan semangat pelayanan tersebut, pihaknya kini melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan di desa binaan. Salah satunya keterlibatan para anggota OMK (Orang Muda Katholik) yang terlihat dalam berbagai tugas pelayanan, mulai dari membantu proses registrasi peserta, mengatur alur pelayanan kesehatan, mendampingi warga lanjut usia, hingga membantu distribusi obat dan konsumsi. Kehadiran para relawan muda tersebut memberikan energi baru sekaligus menjadi simbol regenerasi dalam gerakan kemanusiaan yang selama ini dibangun oleh Tzu Chi bersama masyarakat.
Salah satu sukarelawan dari OMK yang turut membantu kegiatan pelayanan kesehatan tersebut adalah Trivonia Rani. Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di sekolah dasar yang berada di wilayah desa binaan. Trivonia mengaku senang dapat kembali terlibat dalam kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Tzu Chi, sebuah organisasi yang sudah dikenalnya sejak masih duduk di bangku sekolah.
"Saya merasa senang bisa terlibat dalam kegiatan kemanusiaan Tzu Chi kali ini. Saya kenal Tzu Chi sejak yayasan ini masuk ke desa kami dan menyelenggarakan berbagai kegiatan kemanusiaan. Kami merasa banyak belajar bagaimana hidup bermanfaat dengan membantu orang lain," ungkap Trivonia.
Rasa syukur yang mendalam juga disampaikan oleh para warga yang mendapat pelayanan kesehatan dari TIMA Singkawang. Salah satunya adalah Natalia, yang mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gratis bersama anggota keluarganya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang diadakan oleh TIMA dan relawan Tzu Chi di desanya.
Para apoteker dan tim medis pendukung menyiapkan obat-obatan untuk warga Dusun Pakan yang akan mengambil obat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. "Saya bersyukur sekali ada kegiatan pelayanan kesehatan ini. Saya bisa memeriksakan kesehatan saya dan anggota keluarga. Ternyata setelah diperiksa dokter, ada keluhan yang selama ini saya anggap hanya sakit biasa, tetapi disarankan untuk diperiksakan lebih serius ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang lebih baik," ujarnya.
Natalia mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut memberinya pemahaman baru mengenai pentingnya deteksi dini terhadap penyakit. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di daerah yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan.
Membantu Layanan Kesehatan di Tanah Kelahiran
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman di Dusun Pakan, Desa Caokng ini juga diikuti oleh Dea Fitriani, seorang putri daerah asal Desa Caokng yang turut membantu pelayanan kesehatan sebagai relawan pada kegiatan tersebut.
Dea merupakan lulusan SMA Negeri di Desa Caokng yang beberapa tahun lalu memperoleh beasiswa penuh dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Akademi Keperawatan Andalusia Jakarta. Ia berangkat bersama empat orang anak lainnya dari desa binaan Tzu Chi yang mendapatkan kesempatan serupa.
Dea Fitriani, seorang putri daerah asal Desa Caokng yang kini bekerja sebagai tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital, Jakarta menyempatkan diri membantu pelayanan kesehatan di tanah kelahirannya.
Setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun, Dea dan rekan-rekannya menjalani ikatan dinas sebagai tenaga kesehatan di RS Tzu Chi Hospital. Saat ini ia telah bekerja selama satu setengah tahun sebagai perawat profesional.
Dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Dusun Pakan, Dea mengaku sangat bersyukur karena masa cutinya bertepatan dengan pelaksanaan bakti sosial kesehatan di kampung halamannya. "Saya merasa sangat bersyukur. Setelah menyelesaikan pendidikan dan bekerja di Jakarta, akhirnya saya bisa pulang ke desa dan berkesempatan ikut membantu kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan Tzu Chi di tempat kelahiran saya sendiri. Rasanya sangat bahagia karena bisa melayani masyarakat yang selama ini saya kenal sejak kecil," ujarnya.
Dea mengenang bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi yang diterimanya telah mengubah jalan hidupnya. Baginya, beasiswa yang diberikan Tzu Chi bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga membuka harapan baru bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih baik. "Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa kuliah di Jakarta dan menjadi perawat. Melalui beasiswa Tzu Chi, saya mendapat kesempatan belajar, bertumbuh, dan sekarang bisa bekerja di rumah sakit. Karena itu saya ingin memanfaatkan ilmu yang saya miliki untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat desa tempat saya berasal," tuturnya.
Kehadiran Dea dalam kegiatan ini menjadi simbol indah dari siklus kebajikan yang terus berputar. Seorang anak desa yang pernah menerima manfaat program pendidikan Tzu Chi kini kembali ke kampung halamannya sebagai tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat. Kehadiran Dea bersama para tenaga medis dan relawan lainnya menjadi sumber kebanggaan tersendiri. Ia menjadi contoh nyata bahwa dengan kesempatan, pendampingan, dan pendidikan yang tepat, generasi muda desa mampu berkembang dan kembali mengabdi untuk membangun daerahnya sendiri.
Editor: Arimami Suryo A