Love in Santa Anna
Jurnalis : Lisda (He Qi Utara), Fotografer : Aris Widjaja, Lisda ( HeQi Utara )| |
| ||
Melayani sesama yang kurang mampu adalah tujuan mendirikan panti jompo ini. Ada 30 orang lanjut usia yang menempati panti jompo ini. Mereka semua berasal dari latar belakang yang berbeda, beda agama, beda suku, dan beda bangsa. Hari itu Rabu 17 November 2010, kedatangan relawan disambut sukacita oleh biarawati Ludwina dan opa-oma yang sudah menunggu sedari tadi. Relawan agak terlambat datang karena sebelumnya melakukan penggalangan dana untuk para korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta di pasar tradisional Teluk Gong, Jakarta Utara. Yang Selalu Dinantikan
Keterangan :
Oma Lili, Oma Lusia, Opa Owy dan oma-opa lainnya semua memiliki hati yang sama, kerinduan untuk pulang ke rumah dan berkumpul bersama sanak keluarga. Namun hal itu dipendam dalam hati, hanya menunggu kabar sukacita dari hari ke hari, entah sampai kapan. | |||
Artikel Terkait
Waisak 2022: Membasuh Diri Dalam Budi Luhur Buddha, Orang Tua, dan Semua Makhluk
12 Mei 2022Insan Tzu Chi Medan memperingati Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia ke-56 secara daring dengan perayaan Waisak live langsung dari Griya Jing Si di Hualien dan Taipei, Taiwan.
Waisak 2019: Menghormati Buddha dengan Hati Yang Tulus Melalui Perayaan Waisak
20 Mei 2019Jiwa Kebijaksanaan yang Terus Dibina
20 Maret 2017Melihat insan Tzu Chi Batam yang bersukacita dalam Dharma usai mengikuti Pelatihan Relawan Komite dan Calon Komite 2017, Ketua Hu Ai Batam, Diana Loe mengajak insan Tzu Chi Batam berkumpul. Para relawan diajak mendengarkan pengalaman para calon komite selama mengikuti pelatihan di Jakarta.







Sitemap