PAT 2025 Selatpanjang: Lintas Usia Menyelam Sutra, Semua Berlatih Sepenuh Hati

Jurnalis : Supardi (Tzu Chi Batam), Fotografer : Candera Tzu Chi Selatpanjang, Supardi (Tzu Chi Batam)

Para relawan memperagakan bahasa isyarat tangan dengan formasi yang indah membawakan Sutra Buddha. Kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun 2025 ini berlangsung di Hotel Grand Meranti yang dihadiri 439 peserta dari kalangan relawan, donatur dan para undangan.

Setiap tahun menjelang akhir tahun 2025, kantor Tzu Chi Selat Panjang menyelenggarakan kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun 2025. Melalui pementasan bahasa isyarat tangan dari Sutra Buddha, Tzu Chi berharap para relawan, donatur, dan tamu undangan dapat menyerap Dharma, lalu menerapkannya secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun 2025 oleh relawan Tzu Chi Selat Panjang dilaksanakan pada 7 Februari 2026 di Hotel Grand Meranti. Ada 439 peserta menghadiri kegiatan pemberkahan tahun ini. Di antara mereka, terdapat 24 penyelam sutra. Menariknya, tiga di antaranya merupakan kakak-beradik: Dellyn (17), Cherlyn (16), dan Cellia (14).

Cherlyn (kanan), Dellyn (tengah) dan Cellia (kiri) mengutarakan menjadi penyelam sutra sangat menarik dan juga bermakna. Mereka akan terus mengikuti latihan isyarat tangan di kesempatan berikutnya.

“Awalnya saya masuk bareng teman karena ada kegiatan pembagian celengan Tzu Chi di sekolah. Lalu ada yang mengajak ikut shou yu (isyarat tangan) untuk masuk Tzu Chi. Teman saya mengajak saya, lalu saya mengajak kakak-adik saya,” ungkap Cherlyn, salah satu tim isyarat tangan.

Dellyn pun memiliki alasan tersendiri. Sejak kecil ia sudah akrab dengan kegiatan-kegiatan Tzu Chi melalui tayangan Daai TV.

“Saya sering menonton Daai TV sejak kecil, jadi tertarik dengan kegiatan yang dilakukan Tzu Chi. Waktu diajak ikut, saya penasaran. Saya pikir kegiatan ini bakal menarik, punya tujuan, dan manfaat yang bagus untuk diri kita dan juga semua orang,” tutur Dellyn.

Oma Handani bersama Herwanto (suami) yang merupakan relawan Komite Tzu Chi Selatpanjang. Beberapa peserta yang membawakan isyarat tangan penyelam sutra merupakan ibu rumah tangga bahkan pensiunan dan lansia.  

Tidak hanya murid usia sekolah yang menjadi penyelam sutra. Banyak di antaranya merupakan ibu rumah tangga, bahkan pensiunan. Oma Handani (70) adalah salah satunya. Meski tidak bisa berdiri terlalu lama, ia tetap tekun berlatih demi memberikan penampilan terbaik.

“Koka shi jie ada kirim, jadi saya sering latihan di rumah. Di HP ukurannya terlalu kecil, tulisannya saya tidak bisa lihat. Gerakan orangnya juga tidak kelihatan karena kecil. Tapi suami saya pasang di TV, jadi saya bisa sering latihan,” jelas Oma Handani tentang tantangan yang ia hadapi.

Beberapa hari sebelum pementasan, Oma Handani juga sempat terjatuh. Akibatnya, saat naik turun tangga ia perlu digandeng relawan. Murid-murid dan relawan pun terlihat sangat memperhatikan Oma Handani, siap membantu kapan pun ia membutuhkan.

Relawan Tzu Chi mendampingi Oma Handani pada sesi latihan isyarat tangan penyelam sutra. selalu mendampingi para lansia yang menjadi pembawa bahasa isyarat tangan. Panitia pelaksana juga memudahkan tanda atau tulisan yang besar di lokasi bagi lansia hal ini untuk memudahkan memperagakan bahasa isyarat tangan.

Panitia pelaksana turut memikirkan kebutuhan lansia. Mereka membuat tanda atau tulisan berukuran besar di lokasi agar lebih mudah diikuti. Latihan tambahan juga disediakan bagi relawan yang daya tangkapnya tidak secepat murid sekolah.“Ini harus 感恩 (terima kasih) ke Hardy (suami Koka). Ini ide dari Hardy, jadi dibuat agak besar untuk biao/tanda-tandanya,” ucap Koka Farida, Koordinator Isyarat Tangan.

“Yang muda tangkapnya lebih cepat, tapi karena sekolah mereka tidak bisa terlalu sering ikut latihan. Yang berumur mereka lebih rutin dan rajin. Katanya sering lupa, jadi mereka 很用心,” tambahnya.

Koka Farida Koordinator Isyarat Tangan, memperbesar tanda di panggung agar para peserta lansia dengan mudah terlihat. Acara pemberkahan Akhir Tahun 2025 ini dihadiri oleh 439 peserta yang dihadiri dari relawan, para donatur, dan para undangan dari masyarakat umum.   

Para penyelam sutra tidak hanya membabarkan Sutra Buddha, tetapi juga “sutra hidup” mereka masing-masing. Berbagai tantangan bisa menghadang, namun tekad untuk menggenapkan pementasan terus mendorong mereka keluar dari zona nyaman. Sebab, semakin besar tantangan, semakin dalam pula Dharma terukir dalam diridan semakin luas jejak kebaikan yang dapat disentuhkan kepada orang lain.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

"Menyebar Kebajikan, Merangkai Kebahagiaan di Awal Tahun"

16 Januari 2025

Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun menyambut tahun baru dengan semangat kebajikan, membagikan undangan digital untuk acara Pemberkahan Akhir Tahun. Sebuah ide yang unik sekaligus menarik perhatian.

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 : Giat, Sadar, Tekun dan Semangat Mempraktikkan Jalan Bodhisatwa

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 : Giat, Sadar, Tekun dan Semangat Mempraktikkan Jalan Bodhisatwa

17 Januari 2025

Dihadiri 914 peserta, pemberkahan akhir tahun di Aula Jing Si Batam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini juga dihadiri relawan Tzu Chi Singapura.

PAT Tzu Chi Pekanbaru: Menyemai Benih Kebajikan di Usia ke-60 Tahun Tzu Chi

PAT Tzu Chi Pekanbaru: Menyemai Benih Kebajikan di Usia ke-60 Tahun Tzu Chi

12 Februari 2026

Suasana penuh suka cita saat digelarnya Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Pekanbaru. Acara digelar dalam empat sesi berbeda sebagai bentuk pelayanan yang lebih tertata.

Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -