Melatih Diri di Tzu Chi
Jurnalis : Evans khaliq, Heriyanto (Tzu Chi Sinar Mas), Fotografer : Evans khaliq, Yudo Yudianto (Tzu Chi Sinar Mas)
|
| ||
Pada Kesempatan ini, dilakukan juga pelatihan donasi, survei, isyarat tangan, dan 3 in 1. Peserta pelatihan sangat antusias mempelajari materi yang disampaikan oleh Tim Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas dari Jakarta. Materi disampaikan oleh Pratiwi Shijie, Metasari Shijie, Riani purnamasari Shijie, dan William Shixiong. Pada pukul 9.30 wib dilanjutkan dengan praktik Survei dan 3 in 1 dilaksanakan di Desa Parit Minyak dengan kasus “Beasiswa”. Dari hasil survei yang dilakukan oleh tim relawan abu putih, calon penerima beasiswa di rekomendasikan untuk diberikan beasiswa dari Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas. Calon penerima beasiswa bernama Dea Anandasari dan Nurmahera, mereka merupakan siswa kelas 1 SMP Negeri 1 Aek Kuo. Kemudian peserta pelatihan kembali ke Padang HalabanTraining Centre untuk mengikuti materi bahasa isyarat tangan.
Keterangan :
Riani purnamasari Shijie mengajarkan bahasa isyarat tangan untuk lagu “satu keluarga” dan “ada cinta kasih di dunia”. Relawan Tzu Chi Xie Li Sumut bersemangat dan bergembira mempelajari gerakan bahasa isyarat tangan. Peserta secara berkelompok bergantian mempraktikkan hasil belajar mereka dengan percaya diri. Pelatihan abu putih yang dilaksanakan hari ini diharapkan menghasilkan Generasi Insan Tzu Chi yang berbudaya Humanis, saling menghormati, cinta kasih, dan saling menolong. Sehingga, ajaran Master Cheng Yan dapat dikembangkan di lingkungan keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal kita. |
| ||
Artikel Terkait
Merekam Sejarah Tzu Chi
20 Oktober 2014 Minggu, 12 Oktober 2014, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan pelatihan khusus untuk membekali relawan yang berminat pada bidang dokumentasi dengan menjadi relawan Zhen Shan Mei. Relawan berkumpul di Coastal area, yang merupakan tempat wisata bagi penduduk sekitar, pukul 07.30 WIB.Belas Kasih Murid Sekolah Permai untuk Lombok
29 Agustus 2018 Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu keprihatinan dan simpati masyarakat Indonesia dan dunia. Berbagai elemen masyarakat, hingga anak-anak di sekolah-sekolah menggelar galang dana seperti yang dilakukan Sekolah Permai di Pluit Karang Barat, Jakarta Utara.









Sitemap