Melatih Diri di Tzu Chi
Jurnalis : Evans khaliq, Heriyanto (Tzu Chi Sinar Mas), Fotografer : Evans khaliq, Yudo Yudianto (Tzu Chi Sinar Mas)
|
| ||
Pada Kesempatan ini, dilakukan juga pelatihan donasi, survei, isyarat tangan, dan 3 in 1. Peserta pelatihan sangat antusias mempelajari materi yang disampaikan oleh Tim Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas dari Jakarta. Materi disampaikan oleh Pratiwi Shijie, Metasari Shijie, Riani purnamasari Shijie, dan William Shixiong. Pada pukul 9.30 wib dilanjutkan dengan praktik Survei dan 3 in 1 dilaksanakan di Desa Parit Minyak dengan kasus “Beasiswa”. Dari hasil survei yang dilakukan oleh tim relawan abu putih, calon penerima beasiswa di rekomendasikan untuk diberikan beasiswa dari Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas. Calon penerima beasiswa bernama Dea Anandasari dan Nurmahera, mereka merupakan siswa kelas 1 SMP Negeri 1 Aek Kuo. Kemudian peserta pelatihan kembali ke Padang HalabanTraining Centre untuk mengikuti materi bahasa isyarat tangan.
Keterangan :
Riani purnamasari Shijie mengajarkan bahasa isyarat tangan untuk lagu “satu keluarga” dan “ada cinta kasih di dunia”. Relawan Tzu Chi Xie Li Sumut bersemangat dan bergembira mempelajari gerakan bahasa isyarat tangan. Peserta secara berkelompok bergantian mempraktikkan hasil belajar mereka dengan percaya diri. Pelatihan abu putih yang dilaksanakan hari ini diharapkan menghasilkan Generasi Insan Tzu Chi yang berbudaya Humanis, saling menghormati, cinta kasih, dan saling menolong. Sehingga, ajaran Master Cheng Yan dapat dikembangkan di lingkungan keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal kita. |
| ||
Artikel Terkait
Berbagi Kasih Serta Kebahagiaan Natal di Panti Asuhan Cipta Generasi Baru
11 Desember 2025Para relawan Tzu Chi Makassar mengunjungi Panti Asuhan Cipta Generasi Baru untuk merayakan Natal 2025 bersama anak-anak. Relawan membagikan 65 paket bingkisan.
Lim Lay Nio (Bagian 1)
30 Juli 2009 Jakarta pada tahun 60-an masihlah lengang. Rumah-rumah masih terlihat berjauhan, lebih-lebih jalanannya sepi oleh lalu-lalang kendaraan. Transportasi yang paling banyak waktu itu adalah becak. Becak menjadi transportasi andalan masyarakat Jakarta kala itu. Daerah Glodok sampai Jembatan Dua juga belum terlalu ramai.









Sitemap