Relawan Tzu Chi dan para petinggi Kabupaten Tapteng mengikuti seremoni penyerahan rumah dan furniture kepada warga Huntap Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Acara serah terima rumah yang dilaksanakan di Hunian Tetap (Huntap) Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah pada 8 Juli 2026 penuh dengan sukacita. Sebanyak 18 orang relawan Tzu Chi Medan dan 5 orang relawan Tzu Chi Jakarta menyerahkan kunci rumah beserta furniture kepada 118 keluarga pada saat proses verifikasi.
Dalam sambutannya, Andre Zulman, Kepala External Relation & Social Project Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyapa warga yang sudah hadir di lokasi untuk mengikuti verifikasi data dan pengambilan kunci rumah serta furniture berupa kasur, meja tamu, meja makan, sofa, dan bantal sebagai isian untuk rumah baru mereka. “Rumah-rumah ini dibangun atas kerja sama Yayasan Buddha Tzu Chi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang telah memfasilitasi dengan menyediakan lahan dan infrastruktur pendukung seperti listrik dan air,” ucap Andre.
Andre Zulman, Kepala External Relation & Social Project Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menyapa warga yang hadir di lokasi Huntap untuk mengikuti verifikasi data dan pengambilan kunci rumah serta furniture.
Dalam kesempatan ini, Andre juga berpesan kepada warga penerima manfaat agar selama 10 tahun pemakaian, rumah tidak boleh dijual ataupun digadaikan walaupun statusnya adalah Sertifikat Hak Milik (SHM). Lebih lanjut Andre juga menjelaskan bahwa lokasi Huntap di Pinangsori ini dipilih karena bebas dari banjir, dekat dengan bandara, sangat strategis. “Harapan kami dijaga rumah barunya. dan warga juga harus merasa bersyukur karena punya pemerintah yang baik. Huntap ini merupakan sumbangan dari banyak orang, bisa diwariskan ke anak cucu. Setelah warga menempati rumahnya, juga harus menjaga keharmonisan dan keamanan bersama,” kata Andre.
Penyerahan simbolis rumah dan furniture ini juga turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan, Wirdan Pasaribu, S.Pd, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Syafrizal, SST, relawan Tzu Chi Medan, Rimba Kosasih, Camat Pinangsori, Agus Harianto, S.STP, Camat Badiri, Bapak Rudi Hartono.
Dua relawan Tzu Chi Medan, Asnawaty dan Hui Fong menyerahkan kunci rumah Huntap kepada salah satu warga penerima bantuan.
Duka Membawa Asa
Hadirnya rumah untuk para penyintas banjir dan tanah longsor di Sumatera ini tentunya membawa asa yang baru setelah duka. Yuni Shara Sianipar (34), seorang ibu rumah tangga menyaksikan sendiri bencana yang datang melanda pemukimannya di Perumahan Pandan Permai, yang menjadi salah satu tempat bencana longsor terbesar di Tapanuli Tengah.
“Gak sempat menyelamatkan apapun, pokoknya hanya baju yang melekat di badan sajalah. Jika tidak ditarik oleh orang lain, kurasa sudah ikut terhanyut air. Bencana saat itu terjadi akibat hujan berkepanjangan selama hampir 2 minggu, jadinya banjir besar. Demi menyelamatkan diri, saya jalan kaki dari Pandan ke Sibolga, capek sekali,” cerita Yuni Shara Sianipar.
Ia pun bersyukur karena ditengah duka yang ia alami, ada secercah harapan lewat bantuan rumah yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. “Alhamdulillah! Saya banyak mengucapkan rasa syukur kepada pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi yang memberi bantuan berupa rumah lengkap beserta isinya, ada kasur, bantal, meja tamu, meja makan, dan sofa, terima kasih,” ungkap Yuni.
Penandatanganan oleh warga sebagai bukti penyerahan kasur sebagai salah satu isian Huntap disaksikan oleh relawan Rimba Kosasih dan Djohar Djaja.
Kisah lainnya datang dari Hikmawati Telaumbanua, ibu dengan 2 orang anak yang berasal dari Desa Pagaran Honas Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Ia merasa sedih karena harus meninggalkan tanah kelahiran yang memiliki banyak kenangan. Namun ia juga bersyukur karena di balik musibah ada hikmahnya.
“Terima kasih kuucapkan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan rumah lengkap beserta isinya. Relawannya punya rasa toleransi yang tinggi walau beda agama, beda suku masih ada rasa kemanusiaan untuk membantu kami para korban bencana ini. Semoga selalu diberkahi kesehatan, rezeki dan umur panjang,” tutur Hikmawati.
Hikmawati Telaumbanua berdiri di depan Huntap Pinangsori. Ia merasa terharu, bahagia, sedih serta mengucapkan terima kasih kepada semua relawan Yayasan Buddha Tzu Chi serta pihak lain yang telah berkontribusi dalam membantu korban bencana di Tapteng.
Relawan Tzu Chi Medan, Siti Choo yang pada kegiatan ini ikut memberikan kunci rumah sekaligus furniture (perabot) kepada warga juga memberikan pesan kepada warga agar setelah ditempatai bisa memulai kehidupan yang baru. “Master Cheng Yen sebagai pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi selalu meminta para relawan untuk selalu membantu yang menderita dengan mencabut penderitaan orang-orang yang dilanda musibah sehingga mereka bisa bangkit kembali. Sebagai harapanku, semoga warga yang menerima bantuan Hunian Tetap ini bisa menempati rumah denga aman sehingga bisa mencari nafkah bagi keluarganya dengan tenang. Dan teruslah berbuat baik kepada yang lainnya,” ucap Siti Choo.
Editor: Arimami Suryo A.