Melestarikan Lingkungan dengan Menata Pola Makan

Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Pusat), Fotografer : Beh Guat Ngo (He Qi Pusat)

Herlina mendemokan cara membuat jajanan talam asin kepada para peserta yang hadir.

Komunitas relawan Tzu Chi di Hu Ai Jembatan Lima kembali mengadakan program Tantangan 21 Hari Hidup Sehat yang dimulai dari tanggal 13 Oktober- 02 November 2022. Program ini mengusung tema Melestarikan Lingkungan Menata Pola Makan.

”Menggalakkan dan mengajak orang untuk merubah pola makan bervegetarian dan juga menjalani pelestarian lingkungan demi melindungi satu-satu nya bumi kita,” ujar Fong Jie Tju salah seorang koordinator program ini.

Tiga Xie Li di Hu Ai Jembatan Lima mengisi program kali ini. Selain menjual makanan vegetarian, pada 16 Oktober 2022, para relawan Xie Li JB1 melaksanakan demo masak vegan yang dipandu Herlina dan Feeling di Vihara Karuna Murti.  Warga sekitar terlihat antusias menghadirinya. Herlina mendemokan jajanan talam asin.

Soto Mie buatan relawan komunitas Xie Li JB2 dipersiapkan untuk sekitar 50 orang karyawan.

“Semoga teman-teman dapat mempraktikkannya di rumah, menambah koleksi jajanan para pencinta vegetarian. Sekaligus mengedukasi yang belum bervegetaris agar mereka paham bahwa makanan enak tidak melulu berasal dari hewani,” ujar Feeling yang juga mendemokan pempek vegetarian, beberapa peserta juga mencoba membuatnya.

Relawan Xie Li JB2 mensosialisasikan vegetarian dengan menjual makanan ke karyawan kantor di Jalan Kejayaan. Pukul 09.00 WIB, setidaknya 15 relawan membantu menyiapkan makanan vegetarian setiap hari Jumat dalam rentang waktu program kali ini. Para karyawan membeli voucher makan seharga Rp. 20.000 dan dapat makan vegetarian sepuasnya. Menunya pun berbeda setiap Minggu, seperti soto betawi, rawon dan soto mie.

Pak Iswayudi menikmati soto betawi vegetarian untuk pertama kalinya

“Saya baru kali ini mencoba makanan vegetarian tetapi ini enak. Suka saya enggak beda dengan yang nonvegetarian loh,” Ungkap Iswayudi sambil menikmati soto betawi yang disajikan.

Berbeda dengan Xie Li JB3, dibawah koordinasi Melati sekitar 15 relawan, selain menjual bihun bebek, juga menyalurkan nasi box vegetarian ke panti asuhan Hati Bangsa di Jembatan Dua dan Panti Werdha Karya Kasih di Kramat Kwitang.

Panti Asuhan Hati Bangsa di bawah naungan City Vision Chruch Thamrin City mengasuh 36 anak dari usia 9 hingga 20 tahun dengan 13 pengasuh. Anak-anak bertegur sapa, berbincang dan bergembira dengan para relawan.

Melati bersama relawan lainnya mengantarkan 50 box nasi ke Panti Werdha Karya Bangsa.

“Anak-anak di sini dijemput ketua yayasan kami, mereka di sini juga disekolahkan dari donatur,. Mereka senang dengar para relawan mau datang membawakan makan siang.” Ujar Mestin salah seorang pengurus.

Master Cheng Yen berharap lebih banyak lagi orang yang bervegetaris untuk dapat lebih mencintai bumi. Sebagaimana Kata Perenungan Master Cheng Yen mengatakan, “Bervegetarian dapat membina ketahanan fisik, kewelasasihan dan kebijaksanaan.”

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Program Tantangan 21 Hari Diet Vegan Utuh: Menuju Sehat Batin dan Jasmani

Program Tantangan 21 Hari Diet Vegan Utuh: Menuju Sehat Batin dan Jasmani

22 Juni 2022

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali menggelar Program Tantangan 21 Hari Diet Vegan Utuh putaran ke-3. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 11 Juni 2022 hingga 1 Juli 2022.

Gubernur Sumut Sukses Ikuti Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh

Gubernur Sumut Sukses Ikuti Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh

13 Desember 2021

Gubernur sumatra Utara, Edy Rahmayadi berhasil mengikuti putaran ketiga Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh yang digelar oleh relawan Tzu Chi Medan.

Melestarikan Lingkungan dengan Menata Pola Makan

Melestarikan Lingkungan dengan Menata Pola Makan

10 November 2022

Program Tantangan 21 Hari Hidup Sehat yang dilakukan relawan Tzu Chi di Hu Ai Jembatan Lima diisi berbagai kegiatan seru di program ini, dari bazar, demo masak, hingga penyaluran makanan vegetarian ke panti-panti.

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -