Melihat Perjuangan Distribusi Bantuan ke Lokasi Banjir di Kutai Timur

Jurnalis : Aurora Goesman (Tzu Chi Cabang Sinar Mas) , Fotografer : Anwar Prayogi (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Truk bermuatan sembako yang terperosok tengah ditarik alat berat.

Bersumbangsih dengan penuh sukacita, berpartisipasi dengan rasa syukur, rasa lelah tidak akan terasa.
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Jumat (12/12/25) pagi hari yang seharusnya disambut dengan aroma kopi dan rutinitas, justru dibelah oleh suara dering telepon dari Ketua Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang. Permintaan untuk menyiapkan paket sembako berupa mi instan dan air mineral terdengar dari seberang. Maklum saja warga di Desa Long Noran, Long Segar, dan Kernyanyan tengah terdampak banjir.

Anwar Prayogi sehari-hari bertugas sebagai Sustainability Palm Oil Officer di Bukit Subur Estate PT Tapian Nadenggan. Ia juga seorang relawan Tzu Chi di Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang. Panggilan tugas kadang datang tiba-tiba, namun kedatangan banjir kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar genangan air yang surut dalam sehari, ini adalah tembok air cokelat yang merenggut tenang, memutus akses, dan memaksa ratusan jiwa tetap bertahan di rumah yang terendam banjir.

Truk sembako yang sudah disiapkan Anwar Prayogi.

Suasana banjir yang terjadi di Desa Long Noran, Long Segar, dan Kernyanyan.

Tak memakan banyak waktu, setelah menyeruput kopi ia segera bergegas. Perjalanan untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut bukanlah hal yang mudah. Ia harus menempuh jalur panjang dan menantang. Sekitar sembilan jam pulang pergi, melewati kondisi jalan yang tidak bersahabat, hingga akhirnya tiba kembali di rumah dinas pada tengah malam.

Pagi harinya, Sabtu, (13/12/25) ketika Anwar Prayogi menginjakkan kaki di desa Kernyanyan, ia merasa seperti sedang menyaksikan film bisu; banyak tatap penuh harap dan keheningan yang jauh lebih memilukan daripada tangisan. Sementara, bagi anak-anak, masalah orang dewasa (banjir) hanya menjadi sebuah kolam permainan, dan para lansia duduk termangu menatap jarak, berharap banjir segera surut dan aktivitas keluarga mereka kembali normal.

Relawan dan warga bergotong royong memindahkan barang bantuan.

Sutrisno, relawan Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang, bersama aparat setempat menyalurkan bantuan ke rumah warga terdampak banjir.

Di sela waktu istirahat yang singkat saat penyaluran bantuan, Anwar Prayogi sempat berbagi cerita kepada relawan. Dengan nada tenang dan senyum yang sederhana, ia berkata “Jalannya tidak mudah. Seperti yang kita tahu, akses ke SP Muara Wahau itu dalam kondisi musim hujan ini sangat sulit. Saya berangkat jam 8 pagi, sampai rumah jam 11 malam. Banyak jalan rusak, licin. Pulangnya sudah gelap, truk kami amblas. Harus tunggu bantuan alat berat dari kebun untuk narik truk. Perjalanan pulang kami lanjutkan dan harus ekstra hati-hati. Tapi saya pikir, kalau kita saja sudah mengeluh di jalan bagaimana dengan warga yang sedang terjebak banjir di rumahnya? Jadi saya optimis yang penting bahan pokok yang kami beli untuk warga terdampak banjir bisa selamat dan sampai tepat waktu,” ungkapnya. 

Anwar Prayogi menggunakan perahu untuk mengantarkan bantuan sembako.

Cerita itu disampaikan tanpa keluhan, seolah perjalanan panjang tersebut adalah hal biasa. Namun bagi para relawan yang mendengarnya, kata-kata Anwar Prayogi justru menjadi penguat, bahwa ketulusan sering hadir dalam bentuk yang tidak disadari.

Tugas seorang relawan lebih dari sekadar membagikan bahan pokok. Relawan adalah pembawa kembali martabat dan setitik harapan bagi mereka yang baru saja tertimpa musibah. Di tiga desa tersebut, di tengah arus sungai dan kelembaban, setiap tarikan napas terasa penting, dan setiap uluran tangan adalah janji bahwa mereka tidak sendirian. Inilah kisah tentang sepatu bot yang terendam, punggung yang pegal, dan energi tak terbatas yang lahir dari satu senyum tulus atas dasar kekeluargaan dan kemanusiaan.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Menerjang Genangan untuk Mengantarkan Harapan

Menerjang Genangan untuk Mengantarkan Harapan

24 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas di Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang menyalurkan bantuan untuk warga di tiga Desa di Kutai Timur yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Telen pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Melihat Perjuangan Distribusi Bantuan ke Lokasi Banjir di Kutai Timur

Melihat Perjuangan Distribusi Bantuan ke Lokasi Banjir di Kutai Timur

19 Desember 2025

Ini adalah cerita perjuangan relawan Tzu Chi kala mendistribusikan bantuan ke lokasi banjir yang menimpa tiga desa di Kutai Timur, Kalimantan Timur Sabtu, 13 Desember 2025.

Apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah untuk hari esok.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -