Memanfaatkan Waktu Untuk Bersumbangsih
Jurnalis : Purwanto (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Mie Li (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)|
|
| ||
Insan Tzu Chi yang hadir berjumlah 8 relawan biru putih, 9 relawan abu putih, 11 Tzu Shao, 1 Tzu Ching, dan 2 relawan rompi. Kegiatan donor darah diadakan pada Minggu 21 Juli 2013. Kali ini, kegiatan donor darah bertepatan dengan bulan Ramadhan. Meskipun banyak dari pendonor yang menjalankan puasa, namun PMI berhasil mengumpulkan sebanyak 40 kantong darah dari para dermawan. Pada dasarnya terdapat 44 orang yang datang dengan niat tulus untuk mendonorkan darahnya, tetapi terdapat 4 orang dari mereka tidak bisa mendonorkan darah lantaran HB rendah, berat badan tidak cukup serta mengalami tekanan darah tinggi. Walaupun keempat orang tersebut tidak bisa mendonorkan darah, mereka tidak merasa sangat kecewa. Hal ini dikarenakan relawan Tzu Chi mendekati keempat orang ini sembari memberikan arahan dan bimbingan sambil beramah tamah. Ini dilakukan supaya mereka termotivasi untuk bisa menjaga kondisi badan dengan baik agar kelak bisa mengalirkan setetes darahnya untuk orang lain. Banyak dari kita mempunyai keinginan berbuat baik, namun belum tentu kita mendapatkan kesempatan tersebut. Seperti yang dialami keempat calon pendonor yang belum memiliki jalinan jodoh baik untuk turut bersumbangsih mengalirkan cinta kasihnya kepada sesama.
Keterangan :
Niat Tulus Mengalirkan Cinta Kasih Edi merupakan salah satu Bodhisatwa dunia penuh welas asih. Disela kesibukan pekerjaannya, ia bisa meluangkan waktu untuk membantu dan melakukan kebajikan. “Kalau ada niat tentunya waktu bukan menjadi permasalahan yang besar untuk berbuat baik,” tegas Edi. Kita tentu perlu mencontoh semangat bersumbangsih dari Edi. Diakhir kegiatan donor darah, relawan Tanjung Balai Karimun memberikan bingkisan makanan dan kue kepada para petugas PMI untuk dijadikan santapan buka puasa. Bingkisan tersebut merupakan ungkapan terima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan baik. Diharapkan dengan sikap tersebut menumbuhkan sikap saling membantu dan bekerjasama. | |||
Artikel Terkait
Pelatihan Relawan Biru Putih 2015: Memikul Tanggung Jawab Menjadi Benih Tzu Chi
12 Oktober 2015 “Saat saya berkesempatan untuk bertemu dan sharing dengan Master Cheng Yen, saya bercerita bahwa di Bireuen kami belum punya kantor dan belum pernah ada kegiatan Tzu Chi. Master Cheng Yen mengangguk-angguk dan berpesan bahwa saya harus pulang dengan membawa benih Tzu Chi untuk Bireuen,” kisahnya. Pesan itu sulit hilang dari ingatan Teo Siau Pieng yang akhirnya membuatnya bertekad menciptakan Tzu Chi di Bireuen, Aceh.
Waisak 2557: Bhinneka Tunggal Ika
16 Mei 2013 Pada umumnya mereka sangat menyadari pentingnya merekatkan seluruh anak bangsa lewat toleransi beragama. Mahasiswa-mahasiswa dari pondok pesantren ini sangat berwawasan dan memiliki hati yang penuh cinta kasih.
Dua Kepedulian dalam Satu Kegiatan
08 September 2026Donor darah yang digelar Tzu Chi Cabang Sinar Mas, Xie Li Kalimantan Timur 1, bersama PMI Sangatta menjadi ruang bertemunya berbagai bentuk kepedulian. Kegiatan ini juga diisi dengan penggalangan donasi bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.








Sitemap