Memberikan Kenyamanan Kepada Penerima Bantuan Tzu Chi

Jurnalis : Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Abdul Rahim (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Jumat, 19 Maret 2021, sebanyak 4 relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun memberikan bantuan berupa 20 keping seng dan 5 kayu broti untuk memperbaiki bagian atap rumah Usman yang sudah mulai tidak layak.

Usman (58), hidup sebatang kara di sebuah rumah yang berada di Telaga Riau, Tanjung Balai Karimun. Sebelum ia terkena penyakit yang mengakibatkan setengah badan di bagian bawah mengalami kelumpuhan, ia bekerja sebagai nelayan. Pekerjaan tersebut tentu saja menguras banyak sekali kekuatan fisik yang membuat tubuhnya menjadi rapuh. Ia pun harus bekerja setiap harinya mulai pukul 06.00 hingga 02.00 WIB larut malam.

Lambat laun kelelahan yang terkumpul saat bekerja mengakibatkan ia mengidap penyakit OA Genu dan OA Lumbal pada tahun 2010. Osteoarthritis genu (OA Genu) adalah penyakit sendi degeneratif yang terjadi karena proses inflamasi kronis pada sendi dan tulang di sekitar lutut yang menyebabkan nyeri dan kaku pada sendi.

Sedangkan, Osteoartritis (OA) adalah salah satu jenis artritis yang paling sering dialami sebagian orang. Penyakit ini merupakan penyakit sendi degeneratif yang mempengaruhi tulang rawan persendian. OA terjadi akibat rusaknya kartilago yang melindungi dan memberi bantalan bagi sendi. Hal ini menyebabkan tulang cenderung bersentuhan satu sama lain sehingga bergesekan saat bergerak yang menyebabkan timbulnya rasa sakit dan kaku.

"Awal sakit itu kenanya di laut. Pertama kali sakitnya di bawah telapak kaki dulu, rasanya berdenyut seperti kena setrum. Setelah pulang dari melaut, saya sempat pergi berobat ke tempat urut kampung, saya sembuh. Saya pergi melaut lagi, setelah itu kaki saya sakit lagi. Terakhirnya, saya tidak bisa lagi berjalan,” ceritanya.

Waktu itu, Usman hanya tahu bahwa penyakit yang menyerangnya adalah penyakit tulang dari salah satu dokter yang ia kunjungi saat berobat.

Mengajukan Bantuan ke Tzu Chi


Usman, lansia penyandang disabilitas ini hidup sebatang kara di rumahnya yang berada di Telaga Riau, Tanjung Balai Karimun. 

Setelah empat tahun mengidap penyakit tersebut, pada 3 Oktober 2014, Usman mengajukan bantuan ke Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Saat menerima pengajuan bantuan tersebut, tindakan pertama yang relawan Tzu Chi lakukan adalah membawanya ke rumah sakit umum daerah untuk melakukan pengecekan terhadap penyakit yang dideritanya. Setelah melakukan pengobatan, Usman divonis oleh dokter akan mengalami lumpuh setengah badan bagian bawah.

Setelah itu, jalinan jodohnya dengan Tzu Chi sempat terputus selama satu tahun. Ia kembali mengajukan bantuan ke Tzu Chi Tanjung Balai Karimun pada 11 Agustus 2016, kali ini ia mengajukan bantuan untuk kebutuhan sehari-harinya. Karena ia adalah penyandang disabilitas, sangat sulit ia mendapat pekerjaan dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebelumnya, selama setahun ia hanya bisa mengandalkan kakaknya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-harinya. Kakaknya pun mempunyai tanggung jawab di keluarganya, sehingga cukup berat membantu adiknya.

"Memang saya pernah berpikir untuk kerja, tapi apa yang bisa saya kerjakan. Keadaan ini sangat menggangu kehidupan saya. Saya mau kerja tidak dapat, mau angkat-angkat tak bisa. Jadi mau tak mau, apa yang bisa saya kerjakan, saya kerjakan. Paling sapu rumah saja yang bisa saya kerjakan," ucapnya.

Untuk itu, relawan pun memutuskan untuk memberikan bantuan sembako berupa beras 15 Kg per bulannya.

"Lauk kadang-kadang kakak sebelah kasih. Kalau ada, kadang-kadang tidak ada juga. Kadang-kadang kalau tidak ada lauk, saya cuma masak bikin bubur saja," ucapnya.

Setiap bulannya, relawan selalu berkunjung ke rumahnya untuk memberi bantuan sembako dan berbincang-bincang dengannya. Karena wabah Covid-19 yang masih merebak di Indonesia, para relawan Tzu Chi Karimun belum melakukan kunjungan kasih. Hal ini menyebabkan komunikasi relawan dengan para penerima bantuan jadi terbatas karena para penerima bantuan mengambil bantuan mereka ke Kantor Tzu Chi dengan tempo yang cepat.

Bantuan Perbaikan Atap Rumah


Terlihat kondisi atap rumah Usman yang menipis dan berlubang.

Usman sendiri punya keluhan yang ingin disampaikan kepada relawan perihal atap rumahnya yang sudah menipis dan berlubang. Ia lalu menelepon relawan dan berharap agar atap rumahnya yang sudah tak layak tersebut bisa diperbaiki.  

Untuk mengembalikan kenyamanan rumahnya, Jumat, 19 Maret 2021, sebanyak 4 relawan Tzu Chi Karimun memberikan bantuan berupa 20 keping seng dan 5 kayu broti untuk memperbaiki bagian atap yang sudahtidak layak.

"Itu seng 20 keping, broti 5 batang. Karena saya minta seng dengan Yayasan, karena rumah saya sering bocor kalau hujan. Jadi, itulah satu-satunya harapan saya lagi yang bisa untuk membantu saya. Itulah yang membuka pemikiran saya untuk meminta bantu sama Yayasan," ungkapnya.


Atap rumah Usman setelah selesai diperbaiki oleh tukang. 

Usman pun sangat bersyukur dan berterima kasih kepada relawan yang membantunya mengembalikan kenyamanan saat berada di dalam rumah.

"Saya ingin berterima kasih kepada relawan Tzu Chi karena sudah banyak membantu saya. Cuma relawan Tzu Chi yang peduli dengan saya, saya sekali lagi mengucapkan beribu terima kasih kepada Tzu Chi," ucapnya.

Seperti salah satu kata perenungan Master Cheng Yen yang berbunyi "Seseorang yang mampu bersumbangsih membantu dan menyelamatkan orang lain adalah orang yang paling bahagia hidupnya."

Editor: Khusnul Khotimah


Artikel Terkait

Mengembalikan Kenyamanan dan Kehangatan Rumah Ama Hiok

Mengembalikan Kenyamanan dan Kehangatan Rumah Ama Hiok

12 Desember 2018
Sudah 50 tahun lebih Ama Hiok tinggal di rumahnya. Kondisi rumah yang dikelilingi oleh perpohonan dan jalan tanah kuning ini kondisinya sangat memprihatinkan. Setelah mengetahui kondisi rumah Ama Hiok, relawan Tzu Chi memutuskan untuk membantunya dengan membangun rumah baru di sebelah rumah lamanya.
Rumah Baru Nenek Aisyah

Rumah Baru Nenek Aisyah

19 November 2019

Aisyah  tinggal di rumah yang kurang layak huni. Program bedah rumah bagi Aisyah, warga Tipar Cakung, Jakarta Timur dimulai pada tanggal 23 September 2019. Kurang lebih 3 bulan kemudian (6/11/2019), para relawan berkumpul di rumah Aisyah untuk secara resmi menyerahkan kunci rumah baru bagi Aisyah sekeluarga.

Kehangatan Keluarga di Parung Panjang

Kehangatan Keluarga di Parung Panjang

21 Maret 2016

Pada Sabtu, 5 Maret 2016, relawan Tzu Chi bersama TNI melakukan survei bedah rumah di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 41 rumah tak layak dikunjungi oleh para relawan Tzu Chi.

Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -