Membongkar Rumah Rapuh, Membangun Harapan Baru bagi Sumina

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang bersama Xie Li Agung Sedayu Group, membongkar rumah Sumina yang mengalami kerusakan pada sejumlah bagian untuk segera direnovasi.

Suara kayu yang dilepaskan dari kusen dan genting yang diturunkan satu per satu menandai dimulainya lembaran baru bagi Sumina Liong. Pada 20 Juli 2026, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang bersama Xie Li Agung Sedayu Group (ASG) bergotong royong membongkar rumahnya yang berada di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dengan penuh kehati-hatian, para relawan membongkar bagian-bagian bangunan yang sudah tidak layak, mulai dari atap hingga kusen rumah. Di tengah proses pembongkaran tersebut, kekompakan dan semangat gotong royong terlihat dari para relawan yang saling membantu membersihkan puing-puing bangunan.

Rumah Sumina sebelumnya telah dua kali dikunjungi oleh relawan untuk menjalani proses survei. Dari hasil kunjungan tersebut, relawan melihat secara langsung kondisi rumah yang telah mengalami kerusakan cukup parah.

Veriyanto (kiri), Ketua Relawan Komunitas He Qi Cikarang, dan Yance Max Sakhlessy (kanan), relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Agung Sedayu Group, saling bergotong royong mengangkut bahan bangunan dari sisa pembongkaran rumah.

Veriyanto, Ketua Relawan Komunitas He Qi Cikarang, menjelaskan bahwa kerusakan pada bagian atap membuat bagian dalam rumah tidak lagi dapat melindungi penghuninya dari panas maupun hujan.

“Kami datang untuk survei sebanyak dua kali dan kami melihat rumahnya sangat layak untuk dibantu renovasi. Ketika kami masuk, di tengah rumah itu kami bisa melihat langit (atap terbuka), jadi kalau hujan tuh bocor. Rumah ini sangat miris, jadi tepat Yayasan Buddha Tzu Chi memberikan bantuan kepada Ibu Sumina,” ungkap Verianto.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Yance Max Sakhlessy, relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Agung Sedayu Group. Ia melihat bagaimana kerusakan rumah tersebut yang membuat Sumina harus berpindah-pindah ruangan untuk mencari tempat yang lebih aman.

“Kalau kita lihat sangat memprihatinkan. Kami juga sempat mendapat informasi dari Ibu Sumina, kalau katanya sempat roboh atapnya. Akhirnya beliau berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya yang aman. Beliau susah untuk bisa nyaman tinggal di rumah ini,” ungkap Yance Max Sakhlessy.

Seiring semakin buruknya kondisi rumah, Sumina dan anaknya tidak lagi dapat menggunakan seluruh ruangan. Mereka hanya menempati sepetak ruang yang dinilai masih aman untuk tidur sekaligus menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Lembaran Baru yang Segera Terwujud
Sumina Liong (50) merupakan seorang ibu yang tinggal bersama anaknya yang berusia 15 tahun. Di rumah yang telah rapuh tersebut, keduanya menjalani kehidupan dengan rasa cemas, terutama ketika hujan turun atau ketika bagian bangunan kembali mengalami kerusakan.

Seiring semakin buruknya kondisi rumah, Sumina dan anaknya tidak lagi dapat menggunakan seluruh ruangan. Mereka hanya menempati sepetak ruang yang dinilai masih aman untuk tidur sekaligus menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Saya tinggal di sini sudah dari 2010. Kondisi rumah awalnya bagus, tapi karena memang udah dimakan waktu jadi begini, memang sudah enggak layak huni. Atapnya memang sudah jebol, kalau hujan pasti turun ya airnya, sudah pasti kita kena semua” kata Sumina.

Relawan Tzu Chi saat membongkar kusen yang telah lapuk dimakan usia. Nantinya, setiap bagian yang rusak atau tidak layak akan segera direnovasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Keinginan untuk memperbaiki rumah sebenarnya telah lama ada. Namun, keterbatasan ekonomi membuat Sumina belum mampu mewujudkannya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sumina juga mencari tambahan penghasilan dengan mengantar dan menjemput anak-anak sekolah di lingkungan tempat tinggalnya.

Penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup Sumina dan anaknya. Sementara itu, biaya untuk memperbaiki atap, kusen, dan bagian rumah yang telah rapuh berada di luar kemampuannya.

Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan renovasi rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjadi harapan baru bagi Sumina dan anaknya. Rumah yang sebelumnya membuat mereka hidup dalam kecemasan akan diperbaiki menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

“Bersyukur Puji Tuhan akhirnya bisa tercapai sudah dibantu, terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi,” ucap syukur Sumina.

Salah satu ruangan rumah Sumina yang kondisinya tampak sudah tidak layak huni akibat atap pada ruangan yang jebol.

Bagi relawan Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang dan Xie Li Agung Sedayu Group, kegiatan pembongkaran tersebut bukan sekadar tahapan awal pembangunan fisik. Kehadiran para relawan juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral bagi keluarga penerima bantuan.

Melalui renovasi tersebut, para relawan berharap Sumina dan anaknya tidak lagi merasa cemas saat berada di dalam rumah. Mereka dapat tidur dengan tenang, terlindungi dari hujan, dan menjalani kehidupan sehari-hari dalam lingkungan yang lebih sehat.

“Harapan kita bagi penerima manfaat terutama Ibu Sumina, semoga bisa merasa tinggal nyaman, layak huni, dan sehat. Kami juga membangun harapan dia serta masa depannya,” ungkap Veriyanto.

Hari itu, bagian-bagian rumah yang rapuh memang mulai dibongkar. Namun bersamaan dengan setiap genting dan kusen yang dilepaskan, tumbuh pula harapan baru bagi Sumina dan anaknya. Harapan itu adalah untuk memiliki rumah yang aman, kehidupan yang lebih tenang, serta masa depan yang lebih baik.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi: Tzu Chi dan Summarecon Lanjutkan Survei 34 Rumah

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi: Tzu Chi dan Summarecon Lanjutkan Survei 34 Rumah

19 Februari 2026

Sebanyak 34 rumah warga calon penerima bantuan renovasi rumah di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, berhasil di survei oleh relawan Tzu Chi bersama Summarecon Peduli.

Membongkar Rumah Rapuh, Membangun Harapan Baru bagi Sumina

Membongkar Rumah Rapuh, Membangun Harapan Baru bagi Sumina

20 Juli 2026

Dengan terlaksananya pembongkaran rumah Sumina di Tambun Selatan. Relawan Tzu Chi bergegas mewujudkan harapan Sumina dan anaknya untuk tinggal di rumah yang nyaman.

Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -