Menanam Benih Welas Asih Lewat Tulus Vegetarian di Selatpanjang

Jurnalis : Candera (Tzu Chi Selat Panjang), Fotografer : Candera, Roziyatul Halipah (Tzu Chi Selatpanjang)

Relawan Tzu Chi Selatpanjang melayani pesanan warga yang ingin mengikuti Program Tulus Vegetarian selama 10 hari menyambut momentum sakral Bulan Tujuh Penuh Berkah.

Menyambut momentum sakral Bulan Tujuh Penuh Berkah dalam kalender lunar, Yayasan Buddha Tzu Chi Selat Panjang kembali menggelar Program Tulus Vegetarian. Berlangsung selama sepuluh hari, 14 hingga 23 Agustus 2026, kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan welas asih, menjaga lingkungan, dan mendoakan keselamatan seluruh makhluk hidup.

Bulan Tujuh dalam kalender lunar kerap disalahartikan oleh sebagian masyarakat sebagai bulan yang penuh kerawanan atau keangkeran. Melalui Program Tulus Vegetarian, Tzu Chi Selat Panjang mengajak masyarakat memahami makna hakikinya sebagai Bulan Penuh Berkah, Bulan Sukacita, Bulan Berbakti, dan Bulan Welas Asih.

Selain membagikan hidangan vegetarian, kegiatan diisi dengan agenda spiritual dan edukatif. Salah satunya adalah Kebaktian Sutra Ksitigarbha yang mengajak relawan dan masyarakat berdoa bersama, memanjatkan rasa syukur, mengikis karma buruk, serta melimpahkan jasa kebajikan kepada leluhur dan seluruh makhluk.

Sosialisasi vegetarian juga digelar untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat pola makan vegetarian bagi kesehatan dan lingkungan melalui pengurangan jejak karbon, serta perlindungan terhadap kehidupan hewan.

Keberkahan program semakin terasa berkat dukungan dari umat Vihara Buddha Dharma Selatpanjang. Dukungan diberikan berupa donasi selama dua hari dan penggunaan fasilitas dapur vihara untuk mengolah serta menyediakan hidangan vegetarian. Sinergi antarlembaga keagamaan dan sosial ini menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan.

Sekitar 20 hingga 25 relawan Tzu Chi Selat Panjang hadir setiap hari dengan penuh sukacita. Mereka berbagi tugas sebagai koordinator, tim logistik, konsumsi dan dapur, kebersihan, serta pendaftaran dan pendataan. Semua bekerja sama dan bahu-membahu untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menyatukan Hati di Tengah Perbedaan
Bagi Venty Nasrul, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang semakin mempererat hubungannya dengan Yayasan Tzu Chi. Venty mengenal Tzu Chi sejak 2023 ketika rutin mengantar dan menjemput anaknya sebagai murid Kelas Budi Pekerti dan isyarat tangan.

Dari sana, Venty mulai tertarik mengamati setiap kegiatan di Tzu Chi dan menggali informasi lebih dalam. Sebagai seorang Muslim, ia melihat bahwa gerakan kemanusiaan Tzu Chi bersifat universal, melintasi batas agama, suku, dan ras serta terbuka bagi siapa saja.

Venty (kanan), koordinator tim konsumsi, bersama-sama relawan memasak menu makanan vegetarian mulai dari kentang balado, tempe, sayuran, telur, dan menu vegetarian ini setiap harinya selalu berganti.

Relawan dari tim packing dengan sukacita mempacking menu makanan vegetarian program 10 hari vegetarian.

Sambutan hangat dan harmonis para relawan juga dirasakannya sejalan dengan nilai-nilai yang ia yakini. Menghormati sesama, saling menolong dalam kebaikan, bertutur kata lembut, dan menghadirkan senyuman menjadi nilai yang menurutnya dekat dengan ajaran Islam.

Meski tergolong relawan baru, Venty dipercaya menjadi koordinator Program Tulus Vegetarian. Kepercayaan ini menjadi kesempatan baginya untuk kembali mengasah keterampilan yang sempat vakum selama sekitar sepuluh tahun, seperti mengatur jadwal kerja dan membangun komunikasi profesional.

Tugas tersebut terasa lebih ringan berkat semangat kebersamaan. Para relawan senior tidak ragu berbagi pengalaman dan memberikan bimbingan, sementara seluruh tim saling mendukung dalam menjalankan tanggung jawab.

Selain mengoordinasikan kegiatan, Venty berkomitmen untuk menjalani pola makan vegetarian selama 15 hari. Tantangan terbesarnya adalah menahan keinginan untuk mengonsumsi daging, ayam, dan ikan.

Ketika lingkungan sekitar mempertanyakan kehalalan makanan vegetarian, Venty menjelaskan dengan tenang bahwa seluruh menu terjamin halal. Ia terlibat langsung dan menyaksikan proses pemilihan bahan hingga penyajiannya.

Relawan Tzu Chi bersama umat Vihara Buddha Dharma bersama-sama mempacking menu makanan vegetarian sesuai dengan pesanan.

Menjalani diet vegetarian juga membuatnya merasakan perubahan pada tubuh. Keluhan perut kembung dan nyeri setelah makan yang sebelumnya sering dialami berangsur menghilang. Tubuh terasa lebih ringan dan nyaman, sementara pikiran menjadi lebih rileks.

Pengalaman tersebut memberi perenungan mendalam bagi Venty. Ia merasakan tumbuhnya penghargaan terhadap hak hidup makhluk lain dan kedamaian batin karena tidak ada kehidupan yang berakhir demi makanan yang dikonsumsinya.

“Bagi saya, Tzu Chi menghadirkan ruang kemanusiaan universal yang luar biasa. Semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi jembatan untuk merajut kedamaian bagi seluruh umat manusia,” ungkap Venty.

Belajar Welas Asih dari Isi Piring
Semangat vegetarian juga dirasakan Dinda Febrilya Shaqinah (16), siswi kelas 11 SMAN 01 Tebing Tinggi. Sebagai seorang Tzu Shao, ia mengikuti tantangan Program Tulus Vegetarian karena penasaran dan ingin merasakan perubahan tubuh setelah berhenti mengonsumsi daging.

Hasilnya, tubuh Dinda terasa lebih ringan dan ia tidak mudah begah ataupun mengantuk setelah makan. Baginya, pilihan makanan juga berkaitan dengan nilai welas asih atau Metta.

Tim Logistik relawan Kembang membantu mengangkat peralatan masak dan jenis sayuran  untuk kebutuhan dapur.

Dinda mulai memahami bahwa menyayangi makhluk hidup tidak cukup hanya melalui kata-kata. Hal tersebut dapat dimulai dari pilihan sederhana, yaitu mengonsumsi makanan nabati yang tidak menyakiti hewan.

Langkahnya mendapat dukungan penuh dari sang mama yang turut mengikuti program vegetarian. Kehadiran Mama membuat proses menyiapkan dan menikmati makanan nabati di rumah menjadi lebih menyenangkan.

Sebagai pengalaman pertama, Dinda sempat khawatir akan merasa lemas, cepat lapar, atau bosan. Ia mengatasinya dengan memperbanyak protein nabati seperti tahu, tempe, dan jamur, serta mencari berbagai resep sederhana melalui media sosial. Rasa penasaran juga membuatnya mencoba membuat olahan ikan dan sosis vegetarian.

Menjaga konsistensi di luar rumah menjadi tantangan tersendiri. Saat berkumpul bersama teman, Dinda tetap bersosialisasi, tetapi memilih memesan minuman agar komitmennya tetap terjaga.

Melalui tantangan ini, Dinda berharap tubuhnya tetap ringan dan lincah menjalani aktivitas. Lebih dari itu, ia ingin melatih kesabaran dan kemampuan menahan diri dari keinginan untuk mengonsumsi makanan nonvegetarian.

Menu makanan 10 hari dan 10 menu makan siang telah disebarkan oleh relawan di komunitas masing-masing relawan.

Program Tulus Vegetarian di Selatpanjang bukan sekadar menghadirkan makanan tanpa daging. Di dalamnya terdapat doa, kepedulian, kerja sama, dan pembelajaran untuk menghargai kehidupan.

Dari tangan relawan yang menyiapkan makanan, keberanian Venty melangkah melampaui batas perbedaan, hingga pilihan sederhana Dinda mengubah isi piringnya, semuanya menjadi bagian dari benih cinta kasih yang sama.

Semoga benih welas asih, kedamaian, dan semangat vegetarian yang ditanam bersama terus tumbuh, membawa ketenteraman dan keberkahan bagi Kota Selatpanjang serta seluruh makhluk di bumi.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Mengajak Orang Bervegetaris Lewat Katering Makanan Vegetarian

Mengajak Orang Bervegetaris Lewat Katering Makanan Vegetarian

06 Oktober 2023

Menyambut Bulan Tujuh Penuh Berkah, para relawan Tzu Chi di Komunitas Xie Li Jambi bersatu hati menyukseskan Tzu Chi Catering Vegetarian untuk mengajak masyarakat belajar menjadi vegetaris.

Bervegetarian Demi Makhluk Lain

Bervegetarian Demi Makhluk Lain

20 Mei 2011
Di tahun ini Master berpesan kepada semua insan Tzu Chi untuk bertobat dan bervegetarian. Bervegetarian dapat membersihkan hati dan pikiran. Selain itu kita juga harus hidup harmonis dengan alam.
Relawan Tzu Chi Adu Kebolehan Memasak Vegan, Hasilnya Semua Enak!

Relawan Tzu Chi Adu Kebolehan Memasak Vegan, Hasilnya Semua Enak!

12 Agustus 2024

Menyambut Bulan Tujuh Penuh Berkah, Tzu Chi Indonesia menyelenggarakan Tzu Chi Vegan Cooking Competition 2024 yang merupakan perlombaan memasak menu vegan yang pertama diadakan di Tzu Chi Center.

Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -