Seluruh relawan Tzu Chi Sinar Mas komunitas Xie Li Kalimantan Timur 1 bersatu hijaukan kawasan sungai demi menjaga kelestarian ekosistem air.
“Kewajiban kita dalam kehidupan adalah harus melakukan hal yang bermanfaat bagi orang banyak.”
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)
Semangat mencintai bumi dilakukan relawan Tzu Chi Sinar Mas komunitas Xie Li Kalimantan Timur 1. Pada Senin, (27/4/26) sebanyak 60 relawan Xie Li Kalimantan Timur 1 berkumpul di unit Pantun Mas Estate (PMSE) untuk memperingati Hari Bumi Internasional melalui sebuah langkah sederhana, yakni dengan menanam pohon.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bumi seperti perubahan iklim, suhu global yang terus meningkat, hingga cuaca ekstrem, para relawan memilih menjawabnya dengan tindakan nyata.
Sebanyak 150 bibit pohon ditanam serentak di area HCV (High Conservation Value) sempadan Sungai Pantun. Bibit yang ditanam seperti sungkai, jambu air, dan petai cina. Jenis tanaman yang dipilih karena memiliki manfaat ekologis dan daya tahan yang baik bagi lingkungan sekitar.
Bentuk aksi nyata Kristi Wibowo dalam memberikan dukungan penuh dalam aksi penanaman pohon di areal konservasi.
Di bawah terik matahari, para relawan berjalan menyusuri area penanaman dengan penuh semangat. Dengan perlengkapan sederhana dan hati yang tulus, mereka bahu-membahu menggali tanah, menata bibit, lalu menanamnya satu per satu dengan penuh harapan karena setiap lubang tanam bukan sekadar tempat tumbuh pohon, tetapi juga simbol kepedulian bagi masa depan.
Penanaman pohon di sempadan sungai memiliki manfaat besar, seperti mencegah erosi, memperkuat bantaran sungai, serta membantu menjaga kualitas air dengan menyaring sedimen dan polutan. Alam pun dijaga, kehidupan pun dilindungi.
“Saya sangat kagum dengan semangat para relawan, khususnya relawan Xie Li Kaltim 1 ini. Mereka tidak hanya mencurahkan dedikasi pada kegiatan kemanusiaan dan sosial, tetapi melalui aksi lingkungan ini mereka membuktikan bahwa kepedulian tidak hanya terbatas pada manusia, tetapi juga pada lingkungan tempat tinggal kita,” ujar Kristi Wibowo, salah satu relawan.
Barisan relawan bersiap melakukan penanaman bibit pohon secara bersama di areal konservasi.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk cinta kasih nyata kepada bumi. Pohon-pohon yang ditanam hari ini diharapkan kelak menjadi peneduh, penyangga ekosistem, sekaligus rumah bagi beragam kehidupan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menginspirasi unit-unit lain dan masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap isu perubahan iklim saat ini. Gerakan ini merupakan langkah awal, namun yang terpenting selanjutnya adalah pemantauan dan perawatan bibit-bibit ini agar tumbuh menjadi pohon yang kokoh. Itu adalah tugas kita bersama,” ujar Dwitomo Milad, relawan dari Kebun Pantun Mas Estate.
Menanam pohon adalah investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depan. Satu bibit yang kita tanam hari ini mungkin hanya pohon kecil yang tidak bernilai, namun seiring pertumbuhannya, pohon kecil itu akan menjadi pilar penyokong kehidupan bagi generasi mendatang.
Editor: Metta Wulandari