Menanamkan Kesadaran Pentingnya Melestarikan Lingkungan

Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)


Siswa-siswi Nanyang Zhi Hui School sedang mendengarkan sosialisasi tentang pelestarian lingkungan.

Dewasa ini sampah sudah menjadi ancaman bagi ekosistem, baik di darat maupun di laut, khususnya Indonesia. Setiap tahun sebanyak 1.290.000 ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara ke lautan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi setiap tahunnya yang menasbihkan Indonesia menjadi negara nomor dua di dunia dengan produksi sampah plastik terbanyak di lautan.

 

Kedatangan siswa-siswi Nanyang Zhi Hui School disambut para relawan.

Maka dari itu perlu sekali pemahaman dan pengenalan secara mendetail mengenai lingkungan, bagaimana melestarikan lingkungan dan apa saja yang menyebabkan tercemarnya lingkungan. Edukasi tentang lingkungan dan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari sekolah, agar dengan kesadaran sejak dini, akan mengurangi produksi sampah atau tidak menciptakan sampah baru yang berdampak pada lingkungan.

 

Tony Honkley mengawali acara sosialisasi dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen.

Nanyang Zhi Hui School di jalan Abdullah Lubis No 15 Medan juga ingin menanamkan ke anak didik tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Untuk itu Rabu, 26 Maret 2019 sebanyak 8 orang guru membawa 57 siswa-siswi berkunjung ke Depo Pelestarian Lingkungan Mandala di jalan Pukat VII gg Indah No 17 yang disambut oleh 19 orang relawan. Walaupun jam kerja, namun para relawan menyisihkan waktunya dan menyambut baik kedatangan murid-murid Nanyang yang mudah-mudahan bisa menjadi pahlawan bumi.

 

Kata sambutan dari Miss Jenny S.Kom.B.A mewakili Nanyang Zhi Hui School.

Tony Honkley membuka acara hari itu dengan mengajak para siswa dan guru untuk memberikan penghormatan kepada Master Cheng Yen. Karena sosialisasi pelestarian lingkungan ini untuk para kawula muda maka Tony Honkley membawanya dengan sedikit canda tawa dan para siswa fokus mengikutinya, tidak ada yang mengantuk ataupun berbicara dengan temannya di kiri ataupun di kanan.

 

Kata sambutan dari Lim Ik Ju selaku Ketua Hu Ai Medan Timur.

Sosialisasi diawali dengan pengenalan apa itu Tzu Chi, siapa pendiri Tzu Chi, visi dan misi Tzu Chi dan kenapa pelestarian lingkungan termasuk dalam salah satu misi Tzu Chi. Asal mula daur ulang Tzu Chi di dalam mendukung pelestarian lingkungan adalah di tahun 1990, saat Master Cheng Yen memberikan ceramah di Taichung yang berjudul “Hidup Penuh Berkah”. Di dalam ceramahnya, Master menghimbau para relawan untuk melestarikan lingkungan dengan menggalakkan pemilahan sampah, daur ulang dan pemanfaatan limbah dan menghargai energi.

 

Tony Honkley membawakan topik pelestarian lingkungan dan memberikan beberapa pertanyaan kepada murid Nanyang ZHi Hui school.

Ketika Master selesai berceramah, semua relawan serentak tepuk tangan, Master langsung mengatakan “Alangkah baiknya kedua tangan yang kalian gunakan untuk bertepuk tangan, kalian gunakan untuk memilah sampah dan menjalankan pelestarian lingkungan”. Sejak saat itulah Tzu Chi giat membuka tempat pemilahan barang daur ulang.

 

Para Murid sedang memilah komponen yang terdapat dalam barang elektronik ditemani relawan (Nuraina sebelah kiri) dan Lindawaty Tjiawi (sebelah kanan).

Dalam sosialisasi pelestarian lingkungan ini, Tony Honkley juga membabarkan ke para siswa barang apa yang bisa didaur ulang dan apa yang tidak dapat didaur ulang, serta barang apa yang tidak bisa terurai sehingga kalau bisa jangan menggunakan barang yang tidak bisa terurai contohnya styrofoam. Styrofoam di samping tidak bisa terurai juga mengandung zat karsinogenik atau pencetus kanker.

Sebelum para siswa diajak untuk langsung memilah barang daur ulang, semua siswa dan guru disuguhkan sedikit cemilan dan minuman dan kemudian sebagai dokumentasi atas kunjungan siswa Nanyang Zhi Hui School ke Depo Pelestarian Lingkungan Mandala, maka guru, siswa dan para relawan berfoto bersama. Ketika praktik pemilahan barang daur ulang, para siswa dibagi atas 6 kelompok yaitu bagian botol minum, kertas koran, kaleng minuman, bagian plastik dan bagian elektronik dan bagian kertas buku.

Siswa-siswi memilah kertas yang dipisah antara kertas putih dengan kertas warna ditemani Timi dan Rusi.

Dengan begitu semangat para murid turun tangan melakukan pemilahan. Di bagian elektronik, para murid memakai obeng membuka barang elektronik seperti tape atau equalizer yang sudah rusak untuk dipilah menjadi beberapa jenis barang yaitu besi, aluminium, tembaga dan lain-lain. Di bagian botol minum juga tak kalah serunya, para siswa mengempeskan botol minum plastik dengan cara menginjak-injak botol tersebut. Bagian kaleng minuman mengempeskan kaleng minuman dengan pemberat yang dibuat khusus utk mempermudah saat mengempeskan kaleng minuman.


Pemilahan barang daur ulang plastik ditemani Siu Huang.

Dengan mengikuti kegiatan ini salah satu murid yaitu James Howard merasakan hari itu mendapatkan sesuatu yang berbeda yang sebelumnya tidak dia ketahui. “Sesuatu yang kita namakan sampah itu biasanya sudah tidak berguna lagi, namun hari ini di Tzu Chi saya baru tahu kalau sampah itu masih bisa dipilah dan didaur ulang dan di Tzu Chi sampah itu akan menjadi emas dalam arti kata emas yang akan mengubah sesuatu menjadi cinta kasih dan kedepannya saya yang suka di media sosial, saya akan menghimbau atau menginspirasi ke teman-teman pentingnya pelestarian lingkungan,” tutur James Howard.

 

Alui dan Siu Lin mendampingi murid-murid yang memilah kertas koran. 

Melihat respond dari para muridnya, Miss Jenny,S.Komp. B.A yang mendampingi para siswa merasa bahagia sekali. “Anak-anak sekarang sangat konsumtif, apa saja keinginannya harus didapatkan, jadi dengan ikut sosialisasi hari ini semoga bisa mengurangi penggunaan barang yang bisa merusak bumi. Semoga anak-anak yang sudah memasuki masa remaja dan beberapa tahun lagi akan terjun ke masyarakat, mulai sekarang sudah bisa memikirkan apa yang bisa mereka sumbangsihkan untuk bangsa dan negara dan apa yang bisa mereka sumbangsihkan untuk bumi tercinta ini,” harapnya.

“Semoga dengan sosialisasi tentang pelestarian lingkungan hari ini, anak-anak bisa lebih mengerti dan bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga juga bisa merubah pola pikir yang karena mau mencari sesuatu yang gampang malah sering menciptakan sampah,” harapan dari Lenny Sumarli selaku koordinator acara.


Editor: Khusnul Khotimah


Artikel Terkait

Belajar Merawat Bumi di Depo Kosambi

Belajar Merawat Bumi di Depo Kosambi

14 Juni 2017

Tim Teratai (relawan pembina anak asuh di He Qi Pusat) mengajak 55 anak asuh beserta 12 orang tua dan 12 relawan untuk belajar tentang pelestarian lingkungan serta proses daur ulang di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Duri Kosambi, Jakarta Barat, 4 Juni 2017.

Menyebar Pesan Pelestarian Lingkungan

Menyebar Pesan Pelestarian Lingkungan

23 April 2013 Sosialisasi ini dimaksudkan agar warga sekitar mengetahui pentingnya pelestarian lingkungan dan tersentuh untuk ikut serta melakukan pelestarian lingkungan. Pemberian contoh untuk daur ulang sendiri dapat dimulai dari lingkup kecil, yaitu lingkup rumah dan daerah kompleknya terlebih dahulu.
Menggaungkan Pelestarian Lingkungan

Menggaungkan Pelestarian Lingkungan

25 November 2015
Hal inilah yang dilakukan insan Tzu Chi yang secara rutin mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan. Bagi relawan Tzu Chi, kegiatan pelestarian lingkungan memberikan banyak manfaat positif baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.
Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -