Mendampingi Warga Pulau Karas Menjaga Kesehatan

Jurnalis : Wendy (Tzu Chi Batam), Fotografer : Wendy (Tzu Chi Batam)

Para relawan bergotong royong membawa perlengkapan baksos dengan penuh kebersamaan. Dalam kegiatan Baksos Degeneratif Ke-3 di Pulau Karas ini melibatkan 82 relawan dan melayani 150 warga.

Yayasan Buddha Tzu Chi kembali mengadakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif di Pulau Karas, Batam. Bakti sosial (baksos) ini yang dilaksanakan pada 20 September ini merupakan ketiga kalinya dan menjadi wujud nyata kepedulian Tzu Chi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas dan tenaga medis. Bakti sosial kali ini diikuti oleh 82 relawan, termasuk 25 orang relawan dari Tim Medis Tzu Chi (TIMA) yang bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Pulau Karas. Bagi masyarakat Pulau Karas, kehadiran Bakti Degeneratif ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan tanpa harus menyeberang ke pulau.

Salah seorang warga, Azman, datang untuk mendapatkan pelayanan pencabutan gigi. Ini merupakan pertama kalinya ia mencabut gigi bawah yang sudah lama mengalami kerusakan. “Gigi bawah saya sudah lama rusak. Setelah mendapat informasi dari RT bahwa ada penyuluhan dan pengobatan, saya langsung datang,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan pelayanan, Azman merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tzu Chi yang telah hadir memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat Pulau Karas. Baginya, pelayanan seperti ini sangat berarti karena masyarakat dapat memperoleh pengobatan dengan lebih mudah tanpa harus pergi jauh.

Dengan penuh kehangatan, para relawan mengulurkan tangan untuk membantu dan mengarahkan peserta untuk pendaftaran.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Jusni bersama istrinya kembali hadir dalam kegiatan baksos. Bagi Jusni, ini merupakan kali kedua dirinya mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelayanan pencabutan gigi. Sementara sang istri, untuk ketiga kalinya datang melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Sebagai seorang nelayan, aktivitas Jusni sehari-hari sangat bergantung pada kondisi laut. Kesibukannya melaut serta keterbatasan akses pelayanan kesehatan membuat pemeriksaan kesehatan terkadang sulit dilakukan secara rutin. “Kalau mau berobat harus menyeberang pulau. Di sini juga dokter puskesmas terbatas, jadi kegiatan seperti ini sangat membantu kami,” tuturnya.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan Tzu Chi yang kembali hadir di Pulau Karas. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Maizum mendapatkan pendampingan dari tim dokter untuk memahami kondisi kesehatannya dan hal-hal yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, Maizum datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Dari pemeriksaan diketahui bahwa kadar asam uratnya cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat kakinya tidak lagi kuat untuk berjalan seperti biasanya. Dengan mengikuti pemeriksaan ini, Maizum mendapatkan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih jelas. Ia juga dapat berkonsultasi mengenai keluhan yang dirasakannya.

Bagi Maizum, mendapatkan pelayanan Kesehatan bukanlah hal yang mudah. Kondisi fisik yang terbatas membuatnya kesulitan dalam melakukan pemeriksaan secara rutin. Dengan pelaksaanaan baksos memberikan manfaat yang berarti bagi Maizum. Ia tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

Sabariah kembali hadir untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol. Ini merupakan kali keduanya mengikuti pelayanan kesehatan. Setelah menjalani pemeriksaan, Sabariha merasa lega ketiga mengetahui bahwa tekanan darahnya berada dalam kondisi normal. Hasil pemeriksaan tersebut juga menunjukkan bahwa ia belum memerlukan obat. Mendengar hasil pemeriksaan yang baik, Sabariah tampak merasa senang. Baginya, dengan diadakan baksos ini memberikan manfaat karena ia dapat mengetahui perkembangan kondisi kesehatannya dan merasa bersyukur atas perhatian dan pelayanan yang diberikan para relawan.

Sabariah merasa lega dan bersyukur setelah mengetahui hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perkembangan.

Kehadiran pelayanan kesehatan di Pulau Karas menjadi jembatan kasih antara para relawan dan masyarakat. Di tengah keterbatasan akses pelayanan kesehatan, kedatangan para relawan membawa manfaat yang nyata sekaligus memberikan perhatian kepada masyarakat Pulau Karas. Seperti semangat yang diajarkan Master Cheng Yen, kebajikan tidak mengenal batas jarak maupun tempat.

“Kami tentu sangat senang karena bisa membantu banyak orang yang kesusahan berobat dan tidak tahu sakit yang mereka derita. Apalagi ketika melihat kondisi ekonomi mereka yang masih terbatas, dimana apabila masih membutuhkan kontrol dan obat lanjutan, mereka pun susah. Ada satu hal yang kami inginkan yakni, jangan sampai mereka berhenti berobat karena keterbatasan,” tutur Amat, Koordinator Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif ini.

Dari baksos itu, relawan melayani sekitar 150 pasien pengobatan umum dan gigi. Amal kembali berharap bakti sosial ini bisa memberikan manfaat karena tim medis tak hanya memeriksa dan memberi obat, mereka juga memberikan sosialisasi pola hidup sehat untuk warga. “Namun kalau hanya satu dua kali penjelasan, pasti tingkat disiplin masyarakat juga kurang. Makanya baksos ini terus berjalan sehingga kami bisa terus membantu warga, mengingatkan mereka untuk rutin memeriksakan diri, menjaga pola makan dan lainnya sehingga tensi, gula, kolesterol, semua terjaga. Intinya semoga bakti sosial ini membawa manfaat untuk warga,” tutup Amat.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Perhatian untuk Warga Lanjut Usia di Cibuntu, Bandung

Perhatian untuk Warga Lanjut Usia di Cibuntu, Bandung

25 Agustus 2022

Tzu Chi Bandung mengadakan baksos kesehatan degeneratif di Sekolah Citra Cemara. Sebanyak 388 warga lanjut usia (45 tahun ke atas) mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan.

Cegah Penyakit dengan Baksos Degeneratif

Cegah Penyakit dengan Baksos Degeneratif

28 Maret 2019

Tzu Chi Bandung kembali mengadakan Baksos Kesehatan Degeneratif untuk yang ketiga kalinya di Kelurahan Jamika, Bandung. Baksos kesehatan yang diadakan di SD Swadaya, Jl. Pagarsih No.181E, Bandung ini diikuti oleh 186 orang warga.

Baksos Kesehatan Degeneratif Ke-17 Di Kota Bandung

Baksos Kesehatan Degeneratif Ke-17 Di Kota Bandung

08 November 2022

Tzu Chi Bandung menggelar Baksos Kesehatan Degeneratif ke-17 yang bertempat di SMK 2 Pasundan Kota Bandung. Warga di Kelurahan Maleber Kec. Andir Kota Bandung menjadi target penerima pelayanan kesehatan ini.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -