Dengan semangat kebersamaan, para relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Perintis berjalan menuju rumah Gan En Hu.
Relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Perintis mengadakan kegiatan Kunjungan Kasih Bersama ke rumah Gan En Hu (penerima bantuan). Sebanyak 30 relawan ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan di Aula Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Grand Jati Junction, Medan.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 07 Juni 2026, bukan hanya sekadar datang berkunjung atau memberikan bantuan, namun untuk membangun hubungan kemanusiaan yang hangat dengan penuh cinta kasih. Salah satu relawan Tzu Chi, Jenni Lo, membuka acara dengan menyampaikan beberapa susunan kegiatan yang akan dilakukan para relawan. Kemudian, para relawan dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengunjungi rumah Gan En Hu.
Kunjungan pertama dimulai ke rumah salah satu Gan En Hu yaitu keluarga M. Syahputra, rumahnya beralamat di kawasan Medan Timur. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dirasakanya, ia menceritakan bagaimana ayahnya mencari nafkah dengan berjualan opak. Penghasilan ayahnya dari berjualan hanyak cukup menghidupi keluarganya dengan sederhana. Di balik itu semua, ayahnya tetap semangat berjuang membesarkan anak-anaknya dengan penuh cinta dan harapan.
Untuk memastikan kondisi terkini keluarga M. Syahputra, salah satu Gan En Hu, relawan Tzu Chi mengunjungi rumahnya dengan penuh perhatian.
Perjalanan hidup keluarga M. Syahputra tidaklah mudah. Sang ayah harus menghidupi dan membesarkan lima orang anak di tengah kondisi ekonomi yang terbatas. Selain sering mengalami masalah kesehatan, ia juga harus menghadapi kondisi anak-anaknya yang membutuhkan perhatian dan biaya pengobatan. Anak kedua menderita TB kelenjar, anak ketiga mengidap hernia yang harus segera dioperasi, dan anak keempat berjuang melawan epilepsy, sementara anak bungsunya masih berusia balita. Hingga saat ini, hanya anak pertama yang telah bekerja dan dapat membantu perekonomian keluarga.
Namun, ketika keadaan ekonominya mulai membaik, musibah kembali datang. Anak pertama mengalami kecelakaan, yang mengharuskannya menjalani operasi tulang leher. Peristiwa ini, menjadi pukulan berat bagi keluarga yang baru saja merasakan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Dengan kunjungan kasih, relawan dapat mengetahui kondisi kesehatan M. Syahputra setelah menjalani operasi leher karena kecelakaan.
Relawan Tzu Chi yang mengunjungi rumah M. Syahputra merasa kagum terhadap semangat yang dimiliki kedua orang tuanya. “Di tengah segala keterbatasan yang mereka hadapi, satu hal yang diapresiasi ialah keberhasilan orang tuanya dalam mendidik anak-anak mereka, anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, sopan, dan menghormati orang tua,” ucap Meidiafarni Damanik, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Perintis.
Hadirnya Semangat Baru
Di tengah musibah yang datang, keluarga M. Syahputra merasa bersyukur karena tidak berjalan sendirian. Pendampingan dan perhatian yang diberikan para relawan menjadi sumber kekuatan dan semangat baru. Bagi mereka bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan kepedulian terhadap sesama. “Kepedulian yang kami terima terasa seperti kasih dari keluarga sendiri, kehadiran para relawan memberikan harapan bahwa setiap kesulitan dapat dilalui,” ungkap Ibu M. Syahputra.
Kunjungan Gan En Hu kedua yang dilakukan kelompok relawan lainnya, yaitu menuju rumah Lince L Tobing (52) di area Medan Perjuangan. Lince menjalani kesehariannya dengan penuh keterbatasan. Ia sekarang sudah tidak mampu lagi bekerja, dikarenakan kondisi kesehatan yang terus menurun.
Lince, salah satu Gan En Hu mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan relawan Tzu Chi.
Kini, ia hidup bersama adik laki-lakinya yang berprofesi sebagai supir angkot dengan penghasilan terbatas. Meskipun berada dalam kondisi ekonomi yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan sederhana, Lince beserta adiknya tetap menunjukkan semangat dan rasa syukur.
Ketika penyakit batu ginjal yang dialami Lince pada tahun 2008 kembali muncul, ia tidak menyerah dan tetap bangkit. Walaupun kini kondisi kesehatannya jauh lebih mengkhawatirkan karena fungsi ginjalnya hanya tersisa sekitar 20 persen. Dari hasil konsultasi dengan dokter, menyarankan Lince segera menjalani tindakan operasi laser untuk mengangkat batu ginjalnya.
Di tengah kondisi yang dialaminya, kepedulian relawan serta bantuan dari Tzu Chi Indonesia menjadi sumber kekuatan yang sangat berarti. Melalui bantuan pengobatan gratis yang ia terima dari Tzu Chi Indonesia, membuatnya merasa tidak berjuang sendirian.
Dengan menahan air mata, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tzu Chi yang telah membantu, semoga para relawan diberikan kesehatan dan umur yang panjang, hanya Tuhan yang mampu membalas kebaikan Bapak dan Ibu,” ujar Lince.
Bagi relawan, kisah Lince menghadirkan pelajaran berharga tentang semangat hidup, rasa syukur, dan pentingnya menjalin hubungan baik dengan sesama. Hal ini menjadi bukti bahwa ketika kasih dan perhatian hadir, seseorang akan memiliki kekuatan untuk menghadapi kehidupan dengan lebih tegar dan penuh harapan.
Khairuddin, salah satu Gan En Hu, menjalani keseharian dengan kondisi tubuh terbaring lemah di tempat tidur akibat penyakit komplikasi diabetes yang dialaminya. Pada kunjungan kasih tersebut relawan memberikan perhatian dan motivasi kepadanya.
Kunjungan kasih terakhir yaitu ke rumah keluarga Khairuddin (54) di area Medan Tembung. Ia menjalani keseharian dengan kondisi tubuh terbaring lemah di tempat tidur akibat penyakit komplikasi diabetes yang dialaminya.
Kondisi yang dialaminya saat ini menjadi ujian yang tidak mudah, terutama karena keterbatasan fisik yang membuatnya tidak lagi mampu bekerja. Di tengah keadaan tersebut, sang istri mengambil peran penting sebagai tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Istrinya berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari setia merawat Khairuddin setiap hari.
Sebelumnya, Khairuddin beberapa kali menjalani pengobatan di rumah sakit, namun ia berhenti karena biaya pengobatan yang tak mampu ia bayar. Namun, keluarga ini tetap menunjukkan keteguhan hati dan tetap semangat berjuang.
Dalam suasana kebersamaan, relawan Tzu Chi bercerita mengenai kegiatan Kunjungan Kasih ke salah satu rumah Gan En Hu yang di datanginya.
Perasaan haru turut dirasakan oleh relawan Tzu Chi yang berkunjung ke kediaman keluarga Khairuddin. Keluarganya menyambut kehadiran para relawan dengan penuh haru dan rasa syukur. perhatian serta kepedulian yang diberikan relawan membuat mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai perjuangan dan tantangan hidup yang tengah dijalani.
Pada kegiatan Kunjungan Kasih Gan En Hu kali ini, terdapat banyak pelajaran berharga tentang makna syukur, ketabahan, dan ketulusan. Kisah dari ketiga keluarga ini mengingatkan bahwa di tengah keterbatasan dan penderitaan, selalu ada secercah harapan yang hadir melalui kepedulian dan kasih sayang sesama.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari