Mendidik dengan Hati, Membimbing dengan Teladan
Jurnalis : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan), Fotografer : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan)
Suasana pagi yang tertib saat para peserta melakukan absensi sebelum kelas dimulai.
Dalam setiap momentum baru, selalu ada ruang untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam diri, dan menata kembali harapan. Semangat inilah yang terasa dalam pembukaan Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi (Qin Zi Ban) di Tzu Chi Medan. Kelas ini menjadi ruang belajar yang menumbuhkan karakter, empati, serta kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Tzu Chi Medan ini dihadiri 61 anak yang didampingi orang tua. Selain murid-murid lama yang melanjutkan pembelajaran, hadir pula puluhan murid baru yang bergabung dan memulai perjalanan mereka tahun ini.
Materi awal yang diperkenalkan meliputi pengenalan kelas, kesepakatan bersama, serta pembelajaran Tata Karma Tzu Chi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tata krama berarti kaidah, aturan, dan susunan. Dalam Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, nilai-nilai tata karma menjadi pedoman bersama, baik bagi relawan, orang tua, maupun para murid agar tercipta keselarasan, kesepahaman, dan langkah yang sejalan dalam menumbuhkan kebajikan sejak dini.

Dengan penuh perhatian, para murid mendengarkan instruksi sebelum permainan dimulai.

Tawa dan semangat terlihat saat murid-murid mengikuti permainan bersama teman-temannya.
Kelas kali ini dibagi menjadi tiga sesi pembelajaran. Sesi pertama di lantai 1 membahas Tata Krama Makan. Sesi kedua di lantai 2 mempelajari Tata Krama Berpakaian, melipat selimut dan kasur, serta tata cara berjalan. Sementara itu, sesi ketiga di lantai 3 membahas Tata Krama Namaskara. Setiap 30 menit, peserta bergantian berpindah sesi.
Secara keseluruhan, ketiga aspek tata krama ini bertujuan menumbuhkan karakter yang baik, rasa hormat, kesadaran penuh, serta keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembukaan kelas Qin Zi Ban kali ini, Minggu, 8 Februari 2026 semakin istimewa karena salah satu relawan aktif misi pendidikan Tzu Chi Palembang, Ita, turut bergabung bersama keluarganya yang sedang berlibur di Medan. Ita menjelaskan bahwa dalam Tata Krama Namaskara terdapat beberapa gestur penting, seperti He Zhang (beranjali), Fang Zhang (melepas anjali), serta Wen Xun (memberi penghormatan kepada Buddha, Bodhisatwa, dan Master Cheng Yen).

Ita menyampaikan materi dengan hangat, mengajak peserta maju ke depan panggung untuk mempraktikkan gerakan bersama.
Para murid dan orang tua diajak maju ke depan panggung untuk mempraktikkan langsung gerakan-gerakan tersebut agar lebih memahami materi yang disampaikan.
Di sesi Tata Krama Makan, para peserta belajar memasuki ruang makan dengan tertib, berdoa sebelum dan sesudah makan, serta cara memegang mangkuk dan sumpit dengan filosofi “Naga Mengulum Mutiara” dan “Burung Phoenix Minum Air”.
Anak-anak kemudian belajar lagu dengan isyarat tangan, seperti Shou Yu Di Qiu De Hai Zi (Anak-Anak Dunia), A Pa Kan Cui Gu (Ayah Menarik Kerbau), dan Wan Shi Ru Yi (Semua Hal Berjalan Sesuai Harapan). Para orang tua juga turut berlatih lagu Shou Yu Rang Ai Chuan Chu Qu (Biarkan Cinta Kasih Tersebar Luas) serta Wan Shi Ru Yi, yang akan dipentaskan dalam kegiatan kunjungan Imlek di Panti Jompo Taman Bodhi Asri pada 8 Maret mendatang.

Dengan telaten dan penuh kesungguhan, para murid mempraktikkan cara melipat selimut dan kasur sesuai arahan.
Tata krama di Tzu Chi berlandaskan ajaran Jing Si, yang menekankan ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kesungguhan dalam bertutur kata, berperilaku, dan bersikap. Master Cheng Yen senantiasa mengingatkan, “Pendidikan anak adalah mengajarkan tata krama, mengasuh budi pekerti, menunjukkan jalan, dan memandu ke arah yang benar.”
Semoga generasi muda kita menjadi cahaya kecil yang kelak menerangi dunia, tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berbudi pekerti luhur.
Editor: Khusnul Khotimah
Artikel Terkait
Belajar dari Kelas Budi Pekerti
05 Desember 2017Menjadi
kegiatan rutin kelas
bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi Medan setiap tahunnya mengadakan Kelas Penutupan. Tahun ini, acara tersebut diadakan pada Minggu, 26 November 2017 yang
dibalut dalam sebuah acara yang menyuguhkan penampilan anak-anak.
Kreasi Generasi Penyelamat Bumi
13 Juli 2021Via aplikasi Zoom, siswa–siswi kelas Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Medan mendapat pelatihan mendaur ulang kaus bekas menjadi tas kantong yang unik, lucu, dan bermanfaat. “Menurut saya cukup kreatif karena membuat sesuatu yang tidak terpakai menjadi berguna kembali,” ujar Frederick Chandra, salah satu siswa.
Mengenalkan Etika Bersosialisasi Sejak Dini
20 Maret 2019Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan manusia lainnya. Oleh karena itu, etika dalam bersosialisasi demi terjalinnya keharmonisan mempunyai peranan penting. Kelas bimbingan budi pekerti He Qi Pusat pun pada Minggu, 10 Maret 2019 mengangkat tema ini, etika bersosialisasi.







Sitemap