Menebarkan Benih Welas Asih Sejak Dini

Jurnalis : Rosy Velly Salim (He Qi Pusat), Fotografer : Rosy Velly Salim (He Qi Pusat)

foto
Tanggal 21 Maret 2014, relawan Tzu Chi melakukan sosialisasi SMAT di Sekolah Dharma Budhi Bhakti, Jakarta Utara.

Insan Tzuchi terus menerus mensosialisasikan SMAT, seperti yang terlihat pada  hari Jumat, 21 Maret 2014. Relawan dari He Qi Pusat, Hu Ai Jakarta Pusat, Xie Li Sunter hadir meneruskan pembagian celengan cinta kasih di Sekolah Dasar Dharma Budhi Bhakti, Sunter. Yang sebelumnya telah dilakukan di Sekolah Menegah Pertama dan Sekolah Menengah Umum Dharma Budhi Bhakti  tersebut.

Pukul 10.30 WIB , para relawan telah datang di lobi Sekolah Dasar Dharma Budhi Bhakti dengan membawa beberapa  barang seperti celengan, buletin Tzu Chi dan peralatan untuk presentasi. Tercatat 9 orang relawan hadir pada saat itu, Kim In, Noni, Sai gek, Lani, Inge, Rosy Velly Salim, Johnny, Eric, Hamaidi. Suara riang gembira anak-anak memenuhi lobi tersebut, dan beberapa anak Sekolah Dasar Dharma Budhi Bhakti menyambut kedatangan para relawan dengan memberikan senyuman hangat dan wajah polos mereka yang gembira.

Bunyi bel sekolah yang menandakan kelas pengajaran dimulai, juga menandakan dimulainya para relawan Tzu Chi untuk masuk dan memperkenalkan diri. Sebanyak 12 kelas (1- 6) yang akan dibagikan celengan cinta kasih Tzu Chi di Sekolah Dasar Dharma Budhi Bhakti.

foto   foto

Keterangan :

  • Para murid terlihat sangat antusias menerima celengan dari relawan Tzu Chi (kiri).
  • Marsen, salah satu murid kelas 5ª juga ingin menjadi relawan infromasi. Menolong orang yang kurang mampu (kanan).

Pada saat memasuki Kelas 5A, para relawan kembali disambut dengan salam dari para murid. “Namo Sanghyang Adi Buddhaya, Namo Buddhaya, Shigu dan Shibo (paman dan bibi),”sambut para murid dengan tangan sambil beranjali. Setelah itu mereka dengan sangat rapi, kembali duduk selayaknya ingin serius mendengar. Merupakan suatu motivasi besar bagi para relawan atas sambutan hangat para murid. Pengenalan tentang Yayasan Buddha Tzu Chi dan mengenai manfaat celengan cinta kasih dibawakan oleh Noni.”Mengajak adik-adik terkasih untuk dapat memberikan cinta kasih dengan menabung ke dalam celengan Tzu Chi dapat menolong banyak orang yang membutuhkan dan menjadi relawan cilik informasi,“ Ujar Noni. Dilanjutkan dengan pembagian celengan cinta kasih Tzu Chi kepada para murid sekolah dasar Dharma Budhi Bhakti dengan bimbingan dari beberapa relawan yang dengan lembut mengajarkan cara mengisi kartu dan kode celengan.

“Saya mau menjadi relawan cilik informasi yang dapat menginformasikan jika ada orang susah ke Tzu Chi. Saya pernah ke Tzu Chi di Pantai Indah Kapuk, dan saya sangat senang dengan mendapatkan celengan ini kembali sehingga dapat menolong orang yang butuh lagi. Gan en,” Ujar Marsen, salah satu murid kelas 5A. Membuat rasa haru setelah mendengarnya ikut mengucapkan kata “Gan En” “Bersyukur, Berterimakasih”. Benih welas Asih telah tumbuh di hati Marsen meskipun masih di usia 11 tahun. Senyum dan tawa polosnya memberikan secercah harapan terhadap pendidikan moral dan ladang berkah bathinnya seperti kata perenungan Master Cheng Yen “ Makna kebahagiaan bukan terletak pada keberadaan harta benda, melainkan pada keberadaan cinta kasih dalam hati.”. Diakhir kegiatan dilakukan foto bersama relawan dengan para murid.


Artikel Terkait

Belajar Bahasa Inggris Bersama Relawan Tzu Chi

Belajar Bahasa Inggris Bersama Relawan Tzu Chi

08 Agustus 2018
Pada tahun ajaran baru 2018, kelas Bahasa Inggris yang telah rutin dilaksanakan oleh relawan Tzu Chi Sinar Mas, Xie Li Kalimantan Timur 2 kembali dibuka. Pertemuan pertama dilakukan pada 25 Juli 2018.
Bahagia Karena Memberi

Bahagia Karena Memberi

21 Desember 2009
Hari Kamis tanggal 17 Desember 2009, bertempat di gedung Sinarmas lantai 32, sebanyak 47 karyawan Sinarmas menunjukkan kepedulian mereka kepada sesama dengan melakukan pengumpulan celengan bambu.
Suara Kasih : Daur Ulang Menjauhkan Kerisauan

Suara Kasih : Daur Ulang Menjauhkan Kerisauan

14 Oktober 2010
Saya berharap para insan Tzu Chi dan Bodhisattva daur ulang dapat membimbing dan menginspirasi masyarakat agar dapat menghargai berkah. Kita harus menghabiskan minuman sebelum kemasannya dibuang. Sebelum dibuang, tuangkan sedikit air minum ke dalamnya dan minumlah air tersebut.
Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -