Para relawan Tzu Chi dengan khidmat menjalani prosesi perayaan Waisak dengan membawa persembahan air wangi, bunga dan pelita.
Pada Minggu, 10 Mei 2026, suasana penuh ketenangan dan kehangatan terasa dalam rangkaian peringatan tiga hari besar, yaitu Hari Waisak, Hari Tzu Chi Sedunia, serta Hari Ibu Internasional. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh insan untuk terus menumbuhkan cinta kasih universal, semangat berbuat kebajikan kepada sesama.
Bertempat di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung, para relawan, tamu undangan, serta para penerima bantuan Tzu Chi, mengikuti rangkaian perayaan tiga hari besar tersebut dengan khidmat. Prosesi persembahan bunga, lilin, dan air wangi menjadi simbol penyucian hati serta penghormatan kepada nilai-nilai kebajikan.
Momen meditasi bersama juga menghadirkan suasana hening yang dipimpin Suhu Chuan Ting dari Wihara Dhyana Center Pejagalan, Tambora, Jakarta Barat. Meditasi ini membawa ketenangan batin dan refleksi diri agar setiap insan dapat menjalani kehidupan dengan penuh welas asih. Semangat ini sejalan dengan perayaan Waisak Tzu Chi Bandung yang mengajak masyarakat untuk terus menapaki jalan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 12 Suhu dan Bhante turut hadir dalam perayaan Waisak Tzu Chi Bandung 2026.
Salah satu tamu undangan yang hadir, Renny, merasakan cinta kasih dan kedamian pada perayaan Waisak kali ini. Baginya, semua insan bersatu tanpa memandang perbedaan untuk mewujudkan cinta kasih terhadap sesama.
“Jadi kan bersatu, menjalin hubungan, cinta kasih, dengan kedamaian, dan tidak ada perbedaan. Jadi disini bagus. Ibaratnya tidak ada perbedaan damai banget, mencerminkan nilai-nilai kebuddhisan” ujar Renny.
Salah satu tamu undangan, Renny, merasakan cinta kasih dan kedamaian pada perayaan Waisak kali ini.
Momen Haru di Hari Ibu Internasional
Tidak hanya memperingati Waisak yang penuh damai, pada kesempatan ini juga menjadi momentum penghormatan kepada para ibu melalui peringatan Hari Ibu Internasional. Berbakti dan memberikan kasih sayang kepada orang tua merupakan salah satu bentuk praktik kebajikan seorang anak.
Sebanyak 18 keluarga mengikuti peringatan Hari Ibu Internasional ini, anak-anak mengungkapan kasih sayang kepada orang tua melalui prosesi penyuguhan teh, membasuh kaki orang tua, hingga memberikan bunga sebagai bentuk rasa terima kasih. Tradisi penuh haru ini telah menjadi bagian dari Tzu Chi Bandung dalam beberapa tahun terakhir.
Puji Astuti, salah satu peserta yang hadir dalam perayan Hari Ibu Internasional, begitu terharu ketika dipeluk oleh kedua anaknya.
Rasa haru menyelimuti acara ketika para orang tua dan anak saling menyampaikan ungkapan kasih sayang. Tak sedikit orang tua begitu terharu melihat keberanian anak-anak mereka dalam mengungkapkan rasa cintanya. Melalui kegiatan ini, Tzu Chi Bandung berharap nilai bakti, hormat, dan kepedulian, dapat terus tertanam.
“Sungguh amat-amat terharu. Mungkin jadi orang tua masih banyak belajar, sabar, dan ingin terus berjuang, apalagi punya anak special. Semoga momen ini bisa lebih terjalin hubungan erat antara orang tua dan anak,” lirih Puji Astuti, salah satu tamu undangan.
Di balik nasihat dan perhatian orang tua yang terkadang dianggap berlebihan, tersimpan kasih sayang yang tulus untuk anak-anaknya. Melalui kegiatan ini, para relawan mengajak anak-anak untuk belajar melihat kembali cinta orang tua dengan hati yang lebih lembut, serta berani mengungkapkan rasa sayang, terima kasih, dan syukur kepada kedua orang tua mereka. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Intan Vandhery, relawan Tzu Chi Bandung.
“Selama ini kita merasa orang tua kita tidak sayang kita, atau merasa orang tua kita cerewet, tapi di balik itu sebenarnya itu cara mereka mengungkapkan kasih sayangnya,” ujar Intan Vandhery.
Fathan (7), salah satu anak yang mengikuti perayaan Hari Ibu Internasional, membasuh kaki ibunya, Tita Mariani, dengan didampingi relawan muda Tzu Chi.
Peringatan Waisak, Hari Tzu Chi Sedunia dan Hari Ibu Internasional 2026 ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika setiap insan mampu hidup saling menghargai, memperbanyak kebajikan, serta selalu mengingat jasa orang tua. Dengan semangat cinta kasih universal, Tzu Chi Bandung terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang membawa manfaat, kedamaian, dan harapan bagi masyarakat luas.
“Kita mengharapkan di masyarakat bisa hidup damai dan tentram semua bebas dari bencana. Bisa lebih bijaksana untuk segala sesuatunya, bisa menjadi panutan orang lain. Semoga semua yang kita jalankan di Yayasan Buddha Tzu Chi ini bermanfaat untuk semua orang,” tegas Yulianti, relawan Tzu Chi Bandung.
Editir: Fikhri Fathoni