Menebarkan Kebaikan Melalui Konten Humanis di Era Digital

Jurnalis : Vinson Theodoric (Tzu Chi Medan), Fotografer : Julia Angelia, Helli, Ardi (Tzu Chi Medan)

Anak-anak penerima beasiswa dan para penerima bantuan Tzu Chi diajak untuk Meditasi sebelum memulai serangkaian acara belajar pemanfaatan dunia digital dan media sosial secara bijak.

Di era digital hari ini, media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Setiap hari kita memegang ponsel, membuka Instagram, TikTok, atau platform lainnya, lalu melihat begitu banyak konten berlalu di layar. Namun, tidak semua konten yang kita konsumsi membawa dampak yang baik. Di tangan yang tepat, ia bisa menjadi sarana menyebarkan kehangatan dan nilai kemanusiaan. Namun, tanpa kesadaran, media sosial juga bisa membuat kita lupa pada tujuan. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak hanya membuat konten yang dilihat banyak orang, tetapi juga konten yang dirasakan oleh hati.

Oleh karena itu pada Minggu, 1 Februari 2026, Relawan Tzu Chi Medan komunitas Petisah mengadakan gathering kepulangan Gan En Hu. Kali ini, acara dikemas dengan konsep yang unik dan relevan dengan perkembangan zaman. Anak-anak penerima beasiswa serta para penerima bantuan Tzu Chi diajak untuk belajar memanfaatkan dunia digital dan media sosial secara tepat dan bijak di era saat ini.

Relawan Tzu Chi Medan komunitas Petisah menghadirkan beberapa narasumber dari luar dalam format talkshow yang inspiratif. Di antaranya Ghandy November, seorang konten kreator asal Medan yang telah berkarya sejak tahun 2015, Silvia Decmery Natalia Gea, seorang Environmental Public Speaker sekaligus Business Development, serta Stepahanie yang sebelumnya merupakan penerima beasiswa Tzu Chi, ia kini mulai berkreasi membuat gelang serta suvenir yang dipasarkan melalui media sosial untuk membantu perekonomian keluarganya.

Talkshow yang dihadiri oleh Ghandy November, Silvia Decmery Natalia Gea dan Stephanie yang dimoderator oleh relawan Tzu Chi Medan, Siswanto Tam.

Sebelum memulai rangkaian acara, anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi serta para penerima bantuan Tzu Chi diajak untuk menenangkan hati melalui sesi meditasi singkat. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan hati yang tenang dan terbuka untuk menerima wawasan serta pembelajaran yang akan disampaikan sepanjang kegiatan berlangsung.

Talkshow kali ini dipandu oleh moderator Siswanto Tam, yang merupakan relawan Tzu Chi Medan. Sepanjang berlangsungnya acara, terlihat antusiasme anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi serta para penerima bantuan Tzu Chi yang aktif mengikuti jalannya talkshow.

Dalam sesi tersebut, Ghandy November menyampaikan bahwa konten yang bermanfaat memiliki dampak jangka panjang karena lebih disukai oleh masyarakat. Ia juga berharap anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi dapat menjadi kreator konten yang tidak hanya mengejar viralitas, melainkan mampu menyebarkan konten-konten positif kepada masyarakat luas.

Vinson Theodoric membawakan materi Konten Humanis yang Berdampak, Bermakna Tanpa Sensasi.

Silvia Decmery Natalia Gea, yang telah menjadi kreator konten sejak usia 18 tahun, juga menyampaikan rasa senangnya dapat bertemu dengan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi dari berbagai latar belakang. Ia melihat antusiasme yang besar dari para peserta dan berharap kegiatan ini dapat membangun motivasi mereka untuk berani memulai serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkarya melalui konten yang bermakna.

Satu jam berlalu dan talkshow yang seru ini pun akhirnya selesai. Setelah itu, peserta diberikan waktu istirahat sejenak sambil menikmati hidangan kue dan minuman sederhana. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi bertema Konten Humanis yang Berdampak, Bermakna Tanpa Sensasi, yang dibawakan oleh Vinson Theodoric, yang merupakan relawan Tzu Chi sekaligus koordinator acara kali ini.

Dalam sesi tersebut, disampaikan bahwa konten humanis juga dapat menjadi viral tanpa harus mencari sensasi, karena sebuah konten akan lebih mudah diterima ketika mampu membuat orang yang menontonnya merasa, “Aku pernah berada di posisi ini.”

Keisya Mirahel (tengah) mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh para pembicara.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai cara pengambilan foto yang humanis. Peserta diajak memahami bagaimana menghasilkan foto yang baik melalui ketulusan momen, serta mengenali momen-momen sederhana yang perlu ditangkap agar pesan kemanusiaan dapat tersampaikan dengan lebih kuat.

“Kita memberikan materi hari ini agar anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi bisa memanfaatkan dunia teknologi dan media sosial serta harapan saya agar generasi muda ini bisa menjadi penyebar kebaikan melalui konten-konten yang mereka buat,” ujar Vinson Theodoric.

Topik selanjutnya tidak kalah menarik, yaitu Smart Videography, Bukan Sekadar Bisa, Tapi Bermakna yang dibawakan oleh Dhany D. Saragih, editor DAAI TV Medan. Dalam sesi ini, Dhany menjelaskan tata cara pengambilan video serta teknik pengeditan yang baik agar hasil konten yang dibuat mampu menarik perhatian penonton hingga akhir tayangan. Melalui penyampaian materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa video yang baik tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat dengan lebih jelas dan bermakna.

Dhany D. Saragih mengajarkan cara pengambilan video yang menarik kepada anak-anak penerima beasiswa dan para penerima bantuan Tzu Chi.

Keisya Mirahel (I7) yang merupakan anak penerima beasiswa Tzu Chi mengatakan bahwa hari ini ia mendapatkan banyak wawasan dari materi yang disampaikan. Keisya menjadi lebih paham bagaimana cara memanfaatkan media sosial secara baik. “Saya mempunyai hobi bernyanyi dan saya masih kurang percaya diri, setelah mendengar materi tadi saya jadi lebih tau bagaimana membuat konten bernyanyi yang bisa membawa manfaat bagi orang lain,” ungkap Keisya.

Melalui kegiatan ini, Tzu Chi terus berupaya menanamkan nilai cinta kasih, kepedulian, dan kebajikan kepada generasi muda. Dengan memanfaatkan media digital secara bijak, diharapkan para peserta dapat menjadi penyebar kebaikan yang menyebarkan pesan positif kepada masyarakat. Setiap karya yang dibuat diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kreativitas, tetapi juga menjadi ladang kebajikan yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Editor: Arimami Suryo A.


Artikel Terkait

Sukacita Para Gan En Hu di Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning

Sukacita Para Gan En Hu di Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning

23 Desember 2024

Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning Minggu pagi itu sudah ramai dengan hadirnya para penerima bantuan Tzu Chi. Banyak aktivitas hari itu yang membuat mereka sangat bersyukur.

Setangkai Ketulusan yang Menghidupkan Banyak Hati

Setangkai Ketulusan yang Menghidupkan Banyak Hati

19 Desember 2025

Relawan Komunitas He Qi Pluit berkumpul dalam Gathering Gan En Hu yang diwarnai perayaan Hari Ibu. Bertempat di Basement Gedung DAAI, Tzu Chi Center, PIK, kegiatan dihadiri Sebanyak 82 penerima bantuan dan 31 relawan Tzu Chi.

Gathering Gan En Hu : Perayaan Natal dan Toleransi Beragama

Gathering Gan En Hu : Perayaan Natal dan Toleransi Beragama

16 Desember 2016

Selain membagikan bantuan biaya hidup dan pendidikan kepada penerima bantuan, relawan juga merayakan Hari Natal dengan membagikan bingkisan Natal kepada umat Nasrani dalam kegiatan gathering Gan En Hu pada 11 Desember 2016.

Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -